
Danu berkata dengan air mata yang mulai mengalir, dan Fitri bisa melihat nya dengan jelas.
"Baiklah aku akan memberikan alamat Citra." Jawab Fitri.
"Saat ini aku juga tidak tahu jika Sindi kembali ke sini, setelah sebelum nya ia pindah ke luar daerah sini bersama dengan suami nya." Lanjut Fitri.
Setelah mendapatkan alamat orang tua Sindi, Danu dan Fitri kembali masuk ke dalam rumah karena para tamu sudah datang.
Tamu beserta calon besan nya sudah mulai berdatangan di kediaman Danu, para pelayan juga sudah mulai sibuk oleh para tamu.
Danu menyambut calon mantu dan besan nya, mereka asik berbincang bincang ringan di sana sambil menunggu mempelai wanita nya hadir.
"Apa aku akan bahagia, menikah dengan laki laki pilihan oran tua ku." Guman Dita di depan cermin yang memantulkan wajah nya dan tidak lama pintu kamar nya terbuka.
Terlihat Ajeng yang datang "Sayang kamu sangat cantik hari ini." Ucap mama Ajeng.
"Mama yakin calon suami kamu pasti sangat menyukai mu." Lanjut Ajeng lalu Ajeng memeluk Dita dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Percayalah dia laki laki yang baik, mama dan papa sudah memastikan nya jika dia memang yang terbaik untuk mu." Ucap Ajeng.
Dita hanya bisa memaksakan senyum nya di hati nya.
"Hanya ada dia selama ini, apa aku akan bisa melupakan nya sekarang. Kak Irsyad aku masih menunggu mu sampai saat ini.
Acara lamaran Dita dan Very Anggara berjalan dengan lancar tanpa hambatan malam itu.
Dita pun sudah mengikhlaskan hati nya jika pun ia harus menikahi laki laki yang tidak di cintai nya, ia hanya bisa berharap suatu hari nanti akan tumbuh benih benih cinta di antara mereka ber dua.
Sebelum pergi tidur, Danu terus memperhatikan setiap pergerakan istri nya. Sampai saat ini Ajeng sedang asik melakukan rutinitas malam nya sebelum pergi tidur, dengan bersenandung ia memoleskan cream anti aging milik nya ke bagian wajah.
"Ekehmm." Danu berdehem untuk mendapatkan perhatian dari istri nya, dan benar saja Ajeng dengan cepat merespon dan menanyakan.
"Ada apa pa?." Ucap nya dengan terus memperhatikan wajah nya di pantulan cermin.
"Papa tadi siang bertemu dengan Ikbal." Ucap singkat Danu.
__ADS_1
"Ohhh soal itu, iya mama juga sebenar nya ingin menemani papa pergi ke makam Ikbal pagi tadi."Jawab Ajeng.
"Tapi papa kan tahu mama harus menyiapkan keperluan pertunangan Dita." Jelas Ajeng.
"Bukan itu ma, papa bertemu dengan cucu kita dan ..." Air mata Danu lolos begitu saja saat mengingat wajah Omar cucu nya yang terlihat mirip dengan Ikbal saat kecil dulu.
Melihat suami nya tiba tiba menangis Ajeng dapat merasakan kesedihan itu, ia pun kembali teringat pada putra nya, anak semata wayang nya yang terlahir dari rahim nya, jelas Ajeng sangat sedih jika kembali mengingat kepergian Ikbal yang di rasa begitu mendadak.
"Bukan hanya papa yang kehilangan Ikbal pa, mama yang melahirkan nya, mama yang lebih merasa sakit jika mengingat nya, hiks...hiks...hiks..."Ajeng pun menangis tersedu sedu.
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...