
" Jadi saya tidak akan mengijinkan putri dan cucu saya menginjakkan kakinya di rumah ini, HARAM bagi mereka untuk masuk ke rumah ini, ingat ucapan saya Nyonya, apabila suatu saat kalian melihat cucu saya, jangan sekali-kali anda menyebut kalau dia juga cucu anda, karena anda sudah tidak menganggapnya, dan jangan salahkan cucu saya kalau suatu hari nanti dia tidak akan menganggap kalau kalian adalah nenek dan kakeknya, terima kasih atas semua hinaaan yang ada ucapkan barusan, saya sudah memaafkan kalian tapi saya akan selalu mengingatnya, semoga Allah mengampuni semua yang telah anda ucapkan Nyonya." Ucap mama Citra sambil berdiri dan melangkah keluar dari rumah mewah itu
mendengar ucapan mama Ikbal, mama Citra memutuskan untuk kembali ke RS, ia sangat menyesal telah mendatangi rumah Ikbal, hatinya teriris-iris dengan kata mama Ikbal, begitu rendahnya harga diri keluarganya
" Bu tunggu." Ucap bu Fitri
Mama Citra berhenti
" Maafkan kakak saya ya bu, maafkan saya karena saya belum sempat untuk menjenguk Sindi di RS, kalau Sindi sudah pulang dsri RS kasih tahu saya ya bu, biar nanti saya mengantarkan Sindi ke makam Ikbal bu, bagaimana pun juga Sindi harus tahu dimana makam Ikbal, kalau anak mereka nanti lahir pasti Sindi akan memberitahu anaknya. " Ucap bu Fitri
" Sudah lah bu, saya tidak apa-apa, saya permisi dulu, terima kasih sudah mengantarkan saya kesini, saya pamit ya bu Fitri, Assalamulaikum." Ucap mama Citra
" Wa'alaikumsalam."
...🌷🌷🌷...
Setelah 3 hari berada di RS akhirnya Sindi di perbolehkan pulang oleh dokter, sepulang dari RS Sindi langsung di antarkan ke pemakaman Ikbal oleh tante Fitri,
Dengan membawa satu nampan penuh isi kelopak bunga mawar, Sindi melangkahkan kakinya menuju sebuah makam, semakin mendekat ke makam tersebut, langkah kaki Sindi semakin lambat,, Sindi masih tidak percaya laki-laki yang begitu dia cintai dengan begitu tega meninggalkan dia dengan keadaan hamil dan masalah yang bertumpuk di kehidupannya
__ADS_1
" Kenapa kamu tinggalin aku mas?." Satu kalimat yang terucap dari bibir Sindi
" Bukannya kamu berjanji akan membesarkan anak kita bersama hm.."
" Kenapa kamu ingkari janji kamu?."
" Kenapa mas, kenapa? apa salahku sampai kamu tinggalin aku sendiri, kamu bilang cinta sama aku."
" Tapi kenapa kamu tinggalin aku??."
Sindi begitu hanyut dengan kesedihannya, wajahnya yang mulai memerah karena sudah cukup lama ia menangis di depan makam kekasihnya itu .
" Tapi kenapa kamu meninggalkan aku hidup sendirian."
" Ya Allah kenapa Engkau mengambil orang yang aku sayangi."
" Sin, jangan berbicara seperti itu, kamu tidak boleh menyalahkan Allah untuk musibah yang menimpa kamu."
" Kamu harus sabar."
__ADS_1
" Cukup tante, apa tante pernah merasakan kehilangan orang yang tante sayangi."
" Apa tante pernah kehilangan seperti aku ini sekarang."
" Apa pernah tante."
" Tante tidak pernah ngerasain kehilangan seseorang yang amat berarti di hidup tante, jadi tante tidak tahu apa yang aku rasain tante."
" Ya Allah, biarkan aku bersama-sama dengan mas Ikbal, ambil nyawaku Ya Allah."
" Engkau membiarkan aku tetap hidup dengan hati yang mati."
" Sin, dengerin mama nak, apa yang tabte Fitri ucapkan benar nak, kamu tidak boleh begini, kamu harus kuat menjalani hidup kedepannya, Ikbal tidak meninggalkan kamu nak, ada anak Ikbal yang berada di perut kamu, kamu mulai sekarang harus.....
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...