
Setelah selesai merapikan pakaian, Irsyad kembali menarik tangan Sindi, kini mereka menuju dapur, Irsyad menarik satu kursi dan meminta Sindi untuk duduk di sana, sedangkan Irsyad menuju pantry untuk membuat hidangan makan malam untuk mereka, Sindi yang melihat Irsyad sibuk menyiapkan bahan masakan, bermaksud untuk membantu nya, tapi Irsyad menolak dan meminta nya kembali duduk, hingga akhir nya Sindi pasrah saja, dia benar-benar tidak ingin Irsyad bersikap dingin seperti tadi pagi.
Sekitar 30 menit Irsyad menyelesaikan masakan nya, Irsyad membuat nasi goreng karena menu itu lah yang familiar bagi ia masak, membawa satu piring nasi goreng ke atas meja makan.
"Kenapa cuma satu piring bang, apa abang ingin Sindi buatkan sesuatu seperti kopi hitam atau yang lain nya?."Tanya Sindi
"Ayo berdoa dulu baru makan, biar abang suapin." Irsyad mengembangkan senyum manis nya, tapi justru membuat Sindi menagis, saat suapan pertama Irsyad mendaratkan di mulut nya.
"Kenapa? apa rasa nya tidak enak? apa masih terlalu panas?." Tanya Irsyad bertubi-tubi, Irsyad
terlihat panik melihat Sindi menangis di hadapan nya, selama menikah Irsyad tidak pernah melihat Sindi menangis.
"Bu...bukan bang." Jawab Sindi yang masih menangis
__ADS_1
"Terus kamu kenapa? kamu buat abang panik." Irsyad mengambil tisu dan memberikan pada Sindi
"Bang, kenapa abang begitu baik sama Sindi, apa aku..."Sindi belum selesai bicara, Irsyad sudah lebih dulu menjawab.
"Karena kamu ISTRI abang, sudah seharusnya abang bersikap seperti ini."Jawab Irsyad tegas dan menekan kata-kata istri
"Ada apa dengan mu Sin, sampai kamu perfi dari sini?."Tanya Irsyad
"Sin...Sindi." Sindi tergagap dia biangung harus menjawab apa
"Ada alasan yang membuat abang tidak pulang semalam, dan saat ini abang belum bisa berbagi tentang hal itu sama kamu, tapi suatu hari abang akan ceritakan semuanya tanpa ada yang abang tutupi lagi sama kamu Sin." Ucap Irsyad
"Ayo makan lagi ya."Irsyad menyuapi Sindi sampai habis
__ADS_1
Setelah selesai makan, Sindi benar-benar lelah, fikiran nya yang kacau membuat nys begitu lelah, sampai baru saja selesai makan dia bergegas menuju kamar dan membaringkan tubuh nya di sana, tidak butuh waktu lama mata nya dengan cepat terpejam
Irsyad yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung membaringkan tubuh nya di samping istri nya, Irsyad memandangi wajah sang istri begitu lekat, Irsyad mencium kening Sindi dan berkata
"Sin, apa ini yang di namakan Cinta atau apa, abang bingung Sin, apa kamu tahu Sin, disaat kamu pergi, abang sangat panik melihat nya, yang abang rasakan ada yang hilang di jiwa dan raga abang, tapi kalau ini Cinta abang takut kalau Cinta abang sama kamu akan bertepuk tangan Sin, abang harus bagaiman sekarang, abang takut Sin, benar-benar takut, langkah apa yang harus abang ambil, rasa yang dulu abang miliki hanya rasa sayang seorang abang terhadap adik dan amanah yang abang terima dari Ikbal untuk menjaga kamu dan anak kalian, apa abang boleh serakah Sin." Ucap Irsyad berbicara sendiri sambil memandangi wajah Sindi sampai Irsyad terlelap dalam mimpi indah nya
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...