CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Myesa


__ADS_3

Semua mengerumuni box bayi, sedangkan di bayi masih tidur, tidur nya sangat pulas, tidak sedikit pun terganggu dengan suara bising di sekitar nya.


" Sya, sudah di kasih ASI?". Tanya ibu.


" Sudah bu, tadi." Jawab Mesya


" Abang tidak lihat?." Tanya Ray bagaimana mau lihat, masih lihat anak nya masih berdarah saja sudah pingsan." Kata Mesya sambil mengejek.


" Sayang, jangan ledek Abang lagi ya." Ucap Ray.


" Uluh.... Uluh, suami Syasya ini ternyata ada kelemahan nya juga." Kata Mesya sambil ke dua tangan nya menguyel uyel pipi Ray.


" Ray, siapa nama nya?." Tanya ibu Ray yang tidak mendengar, saat Ray menyebutkan nama Putri nya.


" Lovely Azella Alfarezi. di panggil Azell." Kata Ray.


" Apa? Lovebird?." Tanya Adit yang baru saja masuk.


" Hei enak saja, nama anak ku Lovely Azella Alfarezi, bukan nama burung." Ujar Ray.


Semua tertawa melihat Ray dan Adit seperti anak kecil yang sedang berinteraksi, bukan seperti 2 orang ayah yang sudah dewasa.


" Mirip Mesya." Ucap Adit saat melihat Azell.


" Cantik nya mirip Mesya banget ya". Ucap Yeni


" Mana?." Ray mendekati box bayi dan mengamati wajah putri dengan intens.

__ADS_1


" Tidak mirip Syasya, mirip ayah nya gitu." Kata Ray dengan bangga.


" Bang, anak kita semua nya mirip Abang, masa tidak ada yang mirip Syasya?." Bibir Mesya mengerucut.


" Anak ke enam nanti baru mirip Syasya." Kata Ray.


" OMG! Ray ingin anak enam?." Tanya Adit sambil menunjukkan angka 6.


" Kalau di kasih enam, terima. Kalau di kasih tujuh terima." Jawab Ray.


" Abang enak saja, Syasya yang bawa bola yang capek, ngap nafas nya." Ucap Mesya.


" Ini jahitan belum kering, sudah mau nambah anak lagi." Sambung Mesya.


" Tidak SC kenapa di jahit?." Tanya Ray.


" Ibu, Ray juga tidak mau pingsan, tapi bagaimana lagi coba." Ucap Ray.


" Putri mu terlalu besar, mangka nya di gunting." Jawab ibu


" Apa yang di gunting?." Tanya Ray bingung.


" Sini bang. Panggil Syasya." Mesya membisikkan sesuatu ke telinga Ray.


" Aaaa! Apa mereka menjahit tidak salah sayang, nanti Abang tidak bisa berkunjung lagi." Ujar Ray.


Mendengar ucapan Ray, semua tertawa terbahak bahak, sampai Ray malu sendiri.

__ADS_1


" Dasar kamu itu Ray." Seru ibu.


Ray hanya menggaruk garuk tengkuk nya yang gatal atau tidak, hanya Ray yang tahu.


Keluarga dari Surabaya besok nya datang berbondong bondong, mereka memang memilih ke esokan hari nya untuk ke Jakarta, karena mereka memilih hari Sabtu sekalian weekend di Jakarta.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Usia baby Azell sudah sebulan, dan Mesya terpaksa super ketat menjaga nya, karena Arion sangat senang, akhir nya ia di panggil kakak saat di rumah, sehingga ia membawa hewan peliharaan nya ke kamar Azell untuk memberitahu nya.


" Arion, adik masih kecil, jangan bawa hewan nya ke kamar adik." Kata Mesya yang saat ini Arion membawa iguana ke kamar baby Azell.


" Adik tidak takut bunda." Jawab Arion


" Karena adik belum tahu, rasa takut dan senang." Kata Mesya.


" Kalau adik sudah besar boleh bunda?." Tanya Arion.


" Tunggu adik sebesar kalian ya." Kata Mesya.


" Kalau adik sebesar kami, kami sudah tinggi bunda." Kata Ran yang ikut menjaga sang princers di rumah ini.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2