CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 200


__ADS_3

Salah seorang pelayan bertanya pada pelayan yang lain. "Apa nona muda akan meninggal?."


"Jaga ucapan kamu, cepat siapkan mobil." Jawab pelayan yang lain nya


Pak Bejo datang setelah menyiapkan mobil, dengan tubuh nya yang kekar ia dapat dengan mudah mengangkat Sindi seorang diri.


"Ayo Bejo cepat menantuku harus baik-baik saja, hiks...hiks...hiks...dalam perjalanan mommy begitu kalut pikiran nya sangat takut jika Sindi sampai kehilangan nyawa nya, ia tidak ingin putra nya akan sanggup jika harus kehilangan cinta nya untuk ke dua kali nya.


Meskipun Irsyad tidak pernah menunjukkan perasaan nya, tapi sebagai seorang ibu yang melahirkan nya mommy dapat melihat betapa Irsyad mencintai istri nya, dari sikap nya yang selalu memperhatikan Sindi dan juga bayi nya padahal yang di kandung Sindi bukan darah daging nya, dan Irsyad menerima kenyataan itu dengan sangat kuat, Irsyad tidak pernah sekalipun menunjukkan kekecewaan atau rasa tidak suka nya dengan kehadiran bayi tersebut, meski mungkin sangat sulit untuk nya harus merawat wanita yang di cintai nya juga bayi nya yang bukan anak biologis milik nya.


"Kamu harus bertahan sayang, bertahan lah Sindi, mommy sangat takut kehilangan kamu nak, mommy tidak akan bisa memaafkan diri mommy sendiri jika hal buruk terjadi pada kalian berdua, apa yang harus mommy katakan pada suami kamu nanti jika kamu seperti ini tapi mommy tidak berada di sampai mu, hiks...hiks...hiks..." Ucap mommy


Mommy menggenggam tangan Sindi, berulang kali ia memeluk bahkan mencium nya, tangan wanita yang terbaring di pangkuan nya tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Dalam perjalanan menempuh waktu sekitar 30 menit, terasa sangat lama untuk mommy. " pak Bejo cepat, apa kamu sudah tidak bisa menyetir kenapa sangat lama sampai di RS, Sindi sangat menderita apa kamu tidak bisa melihat nya." Ucap mommy


Celotehan dan kata kata kekesalan mommy justru membuat Bejo semakin sulit berkonsentrasi dalam perjalanan


Akhir nya mommy tiba di RD, ia dengan cepat keluar dari mobil, karena RS itu di bangun oleh suami nya, mommy langsung meminta tolong pada perawat di sana.


"Tolong siapkan brankar untuk putri ku." Ucap mommy


"Apa kamu tidak bisa bekerja, kamu sangat lambat begini caramu menyelamatkan nyawa seseorang, dasar." Mommy berlari menuju pintu UGD di mana dua orang perawat sedang membawa brankar, siapa sangka ternyata Bejo lebih dulu berlari membawa tubuh Sindi, membuat mommy semakin kesal, tapi kekesalan nya tidak berlangsung lama karena diri nya harus bergegas menuju ruang UGD.


Saat hendak masuk ke dalam, mommy menghalangi seseorang perawat. "Maaf ibu bisa tunggu di luar kami akan menangani pasien saat ini." Ucap perawat tersebut.


"Saya ini mommy nya bukan orang lain, saya akan menemani nya di dalam." Ucap mommy

__ADS_1


"Maaf bu saya mohon bekerja samalah biar dokter yang memeriksa pasien terlebih dahulu." Akhir nya mommy mengalah dan memilih duduk di depan ruang UGD bersama Bejo


Saat hendak duduk menunggu dokter yang memeriksa Sindi, mommy melihat Irsyad berlari menuju ke arah sang mommy


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...

__ADS_1


__ADS_2