
" Kayla siap mas." Jawab Kayla, Sandi berhenti mengusap punggung Kayla, kemudian menegakkan badan Kayla dan memandangnya dengan muka yang 1.000 kali lipat lebih bersinar mungkin karena hasrat yang sudah di pendam dari kemarin akan tersalurkan.
" Adik serius sayang." Sandi memegang dagu istrinya dan hanya di jawab dengan anggukan dan senyuman manis dari Kayla
Sandi tak tahan lagi untuk tidak mencium bibir istrinya
Kayla menarik bibitnya." Mas, masih pakai mukenah." Mereka pun tertawa bersama
" Mas sampai lupa sayang, ayo di rapikan dulu ya sayang." Ucap Sandi sambil menggaruk kepala yang tidak gatal
" Kayla aja mas yang rapiin."
" Berdua saja, biar cepat selesai." Kayla meletakkan mukenah di tempatnya dan Sandi pun mengikutinya dari belakang
Sandi memeluknya dari belakang dan berbisik di telinga Kayla
" Bismillahirohmanirohim "
__ADS_1
" Mas, mas mau apa?." Tanya Kay
" Mas mau kamu sayang," Jawab Sandi dengan tatapan sayupnya, karena sudah tidak kuat untuk menahannya,
" Ma...."
Kay berbicara terpotong karena Sandi langsung membungkam bibir Kay, Sandi mulai menyentuh tubuh Kay dengan mengecupnya dan memberikan sentuhan-sentuhan yang semakin membuat Kay kehilangan kendali, Sandi begitu intens mengecup tubuhnya di bawah sana, hal itu membuat mabuk, danntak dapat menahan hasratnya,
" Mas, mas bener-bener membuat adik gila,,." Ucap Kay reflek menjambak pelan rambut Sandi, hal itu membuat Sandi lebih memperdalam sentuhannya.
" Hmm... mas." Desah mas yang sudah merasa sangat tergoda
Sandi menyeringai saat sentuhannya sudah bergerak memainkan tubuh Sandi yang menggantung membuatnya semakin menggila.
Kay yang awal-awalnya hanya diam akhirnya mengikuti gerakan bibir yang diberikan oleh Kay, bibir mereka saling bertautan, tangan Sandi bergerak kemana-mana, baju seksi Kay sudah terlepas dan tergeletak di lantai.
" Mas jangan disini!," Kay berbicara dengan nafas yang ngos-ngosan,
__ADS_1
Tapi Sandi tidak menjawab sama sekali, Sandi menatap dengan tatapan memangsa langsung menganggkat tubuh Kay dan menyandarkan Kay ke dinding kemudian kembali ******* bibir Kay tanpa ampun,
Kay yang takut akan jatuh, akhirnya melingkarkan kedua kakinya di pinggang Sandi dan merangkul kedua tangannya ke leher Sandi sambil membalas permainan suaminya yang sudah bertambah buas itu, mereka melakukan itu selama beberapa menit, karena merasa hampir hampir kehabisan nafas Kay langsung memalingkan wajahnya ke samping sambil berkata...
" Mas....nafas adik hampir habis.. mas kenapa seperti kayak gini? permainan mas bikin Kay nggak tahan," Kay terus menggeliat sambil mencengkeram bahu Sandi, ketika suaminya itu masih bermain-main di tubuh sensitive Kay
" Ya, Mas kan sudah bilang, ini permainan yang panjang, tahan ya... mas keleparan." Tutur Sandi yang lansung menghabisi bibir Kay dan keduanya pun saling memeluk.
Sandi membalikkan tubuh Kay dengan posisi Kay berada di atas tubuh Sandi dengan bibir masih saling menyatu.
Dengan hasrat yang kian membara, keduanya saling memandang," Dasar genit." Ucap Kay sambil tertawa melihat Sandi yang begitu ganas sedang mengincar sebagai mangsa empuk.
" Adik lebih genit tau, Mas sudah tidak tahan sayang, mas sudah menahannya selama ini, setiap hari adik selalu menggoda mas, mas terus menahannya sampai adik halal buat mas, sekarang adik sudah jadi milik mas sepenuhnya, jadi tidak ada yang perlu di tahan lagi,
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1