
Ray bangun dan menuntun istri nya untuk mengambil air wudhu, lalu Ray menyiapkan keperluan mereka untuk sholat.
Ray tidak mengijinkan Mesya melakukan apa pun, cukup duduk di tempat tidur saja.
Mereka berdua menjalankan sholat tahajud di lanjut dengan mengaji sambil menunggu adzan subuh berkumandang.
Tepat pukul 06.00 pagi Ray dan Mesya turun ke bawah, lalu menuju ke meja makan, Mesya begitu lahap memakan semua menu yang tersedia di sana, Ray yang melihat istri begitu lahap merasa sangat senang, tapi tidak untuk Ray sendiri, Ray sekarang lebih memilih milih makanan, ia juga tidak tahu padahal dulu ia tidak seperti ini, bahkan Ray juga tidak suka dengan bau sabun yang ia pakai, Ray lebih suka bau sabun yang istri nya punya.
Setelah makan Ray menelopon sabahat nya yang sudah datang dari dinas luar kota beberapa bulan yang lalu.
" Hai bro, tumben nih jam segini telp gue, ada perlu apa loe telp gue pagi pagi gini." ucap Ardan yang terus berbicara dan tidak memberi kesempatan Ray untuk berbicara.
" Mau gue tutul RS loe." ucap Ray
__ADS_1
" Eits dah, pagi pagi dah sewot, soryy deh bro, jangan tutup RS ya, nanti gue kerja dimana, masak loe tega sama gue ini bro." ucap Ardan dengan suara sedikit memelas padahal di balik telp nya Ardan menahan ketawa nya, ia tahu kalau sahabat nya itu tidak akan menutup RS begitu saja.
" Gue mau minta tolong, tolong daftar kan istri gue ke poli kandungan ya, oh iya gue lupa, dokter nya harus perempuan ya, jangan laki laki, kalau sampai laki laki gue tendang keluar dari RS." ucap Ray
" Buset dah, loe itu minta tolong apa ngancam, dimana mana tuh kalau orang minta tolong pasti nya itu lembut gitu bicara nah ini boro2 lembut malah kebalik nya, eh eh tunggu ke poli kandungan? istri loe hamil?." tanya Ardan
" Iya." Jawab Ray dengan suara seperti anak kecil yang dapat mainan baru
Setelah menutup telp nya, Ray meminta sang istri untuk siap siap karena ia akan mengajak Mesya untuk periksa kandungan.
30 menit kemudian.
Mereka berdua sampai di RS, Ardan menyambut kedatangan mereka berdua di lobby RS.
__ADS_1
" Assalamualaikum." Ardan mengucap salam pada Ray dan Mesy.
" Waalaikumsalam, no berapa bro istri gue." jawab Ray
" Dapat no 2, barusan poli nya sudah buka juga kok, nanti kalau nama istri loe di panggil langsung masuk saja, tapi maaf ya Ray, Sya, gue tidak bisa temenin kalian, karena waktu nya gue visit ke pasien gue, oh iya mama nya Wildan gimana? saat gue tahu kalau masuk RS gue langsung minta obat dari temen gue yang berada di Singapura." ucap Ardan yang berbicara sambil berjalan untuk mengantarkan Ray dan Mesya ke poli kandungan.
" Alhamdulilah dah membaik kok bro, ya semoga saja tetap begitu kondisi mama nya Wildan, jangan sampai jiwa nya terganggu lagi dengan ulah suami nya." jawab Ray, Ardan yang sudah tahu kondisi keluarga kedua orang tua sahabat nya juga kaget, tapi Adit, Ray dan Ardan akan selalu ada untuk Wildan.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1