CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
÷ Bodoh


__ADS_3

"Iya bener juga sih, seorang jevin ternyata ada juga yang nolak. Bukan cuma nolak tapi malah di kira gila.. Parah sih ini." Sahut kakak Jevin yang laki laki yang bernama kevin.


Dia adalah putra pertama dari keluarga utomo dan revina adalah satu satunya anak perempuan yang di miliki oleh reihan serta istrinya valerie jessielyn xnox. Jevin sendiri adalah anak bungsu mereka dan calon pewaris dari seluruh perusahaan yang di miliki oleh keluarga utomo.


Sedangkan kevin sendiri yang anak sulung lebih memilih untuk mengembangkan bisnis yang sudah di rintisnya sejak dia duduk di bangku smp. Dan revina sendiri juga lebih memilih untuk mengembangkan butiknya. Sehingga jevin terpaksa mau tidak mau harus memegang seluruh bisnis dari keluarga utomo.


"Emangnya kamu ngak persiapan dulu? Sampai di tolak seperti itu." Tanya seorang wanita yang tengah menyuapi anak perempuannya makan.


"Tidak kak. Aku langsung melamarnya, aku sudah merasa sangat serius. Maka dari itu aku melamarnya, memangnya ada yang salah?." Jawab jevin dengan enteng.


"Tidak ada perkenalan atau pendekatan gitu?."


Jevin langsung duduk dengan tegak dan menatap wanita tersebut dengan serius. "Bukannya dulu kak putri sama kak kevin ta'aruf kenal langsung menikah. Kak revina dan kak rendy pun juga sama. Jadi aku juga ingin seperti itu, entah kenapa saat aku melihatnya jantungku langsung berdetak dengan kencang. Tidak seperti yang lainnya." Jawab jevin.


Mereka semua yang mendengar jawaban dari jevin pun langaung menghela nafas dan menatap jevin datar.


"Gadis yang kamu lamar itu hanya mengenal kamu sebatas sebagai direktur saja. Kamu tidak mengenalkan diri dengannya secara pribadi gitu?." Tanya rendy dengan serius.


"Iya, aku langsung datang kepadanya dan melamarnya." Jawab jevin.


"Pantesan dia langsung nolak." Ucap mereka semua serempak.


Jevin langsung terkejut saat mendengar perkataan kompak keluarganya. "Kompak amat."


"Ya kamu ini aneh. Pantas saja gadis itu langsung nolak. Tidak pakek tedeng aling aling kamu langsung melamarnya. Bisnis aja pintar, playboy julukannya. Tapi sekali nemu yang serius langsung jadi bodoh." Ucap bu valerie dengan gemasnya. Dia heran bagaimana bisa putranya yang cerdas bisa langsung bodoh seperti itu.


"Bukannya begitu bu, aku hanya tidak ingin di dahului oleh orang lain. Secara dia cantik dan menggemaskan jadi sudah pasti banyak yang mengincarnya." Kilah jevin, tak mau di katai bodoh. Padahal dia sendiri juga merasa bodoh.


"Duhh.. Secantik apa sih gadisnya sampai bikin adik ipar kakak yang paling cerdas ini jadi bodoh begini." Ucap kak putri meledek jevin.


"Iya nih sayang.. Hebat juga gadis itu, bisa bikin seorang jevin langsung bodoh." Sahut kevin menimpali perkataan istrinya tersebut.


Muka jevin langsung berubah masam saat mendengar ledekan dari kakak kakaknya tersebut.


"Ishh, kalian ini bukannya bantuin adiknya untuk mendekati dia. Tapi malah meledek." Sungut jevin.


"Memangnya kamu sudah sangat serius?." Tanya rendy.


"Ya iyalah. Sangat amat serius malah, entah kenapa tidak ada setitik keraguan pun di dalam hatiku saat melamarnya tadi." Jawab jevin dengan serius.

__ADS_1


"Kamu bisa mendekatinya. Tapi ayah rasa kamu akan butuh waktu yang sedikit extra untuk bisa meluluhkan hatinya." Sahut reihan.


Mereka semua yang mendengar perkataan reihan pun langsung menatapnya dengan serius, terutama jevin.


"Kenapa bisa begitu?." Tanya jevin bingung.


"Gadis yang kamu cintai itu bukannya yang bernama amelia cahya geni bukan?." Tanya reihan dengan serius.


"Kok ayah bisa tahu sih?." Tanya jevin semakin bingung, bagaimana bisa ayahnya tahu dengan begitu mudahnya.


"Bukannya kemarin saat ayah memperkenalkan kamu kepada seluruh karyawan ayah sudah mengatakan jika ada yang menarik perhatian kamu. Ayah sudah tahu siapa yang menarik perhatian kamu itu." Jawab reihan.


Jevin yang mendengar jawaban dari ayahnya pun matanya berbinar binar dan langsung duduk di samping ayahnya. "Benarkah, ayah tahu mengenai dia. Beritahu dong." Ucap jevin dengan antusias layaknya anak kecil yang ingin di beri es krim.


"Siapa yang tidak mengenal dia. Orang yang kamu cintai itu merupakan kesayangan seluruh karyawan pabrik. Banyak yang menjulukinya beby sister karena meski dia masih sangat muda, tapi dia sudah memiliki pemikiran yang sangat dewasa. Selain itu, dia juga sangat pekerja keras." Ucap reihan dengan serius.


"Yang benar yah, wah tumben putra ibu yang paling badung ini bener cari calon istri. Biasanya mah salah ngak ada yang benar." Ucap bu valerie dengan senang sekaligus menyindir jevin. Dia sangat senang saat mendengar informasi dari suaminya itu mengenai gadis yang di cintai putranya. Karena kali ini gadis yang dia cintai merupakan gadis yang baik dan pekerja keras.


"Ibu mau memuji atau menyindir sih." Protes jevin saat mendengar sindiran dari ibunya tersebut.


Bu valerie pun langsung melotot ke arah jevin dan menatapnya dengan tajam. "Apa, memangnya ada yang salah dengan perkataan ibu? Memangnya gadis yang kamu bawa kemarin kemarin itu sifatnya bener hah?." Omel bu valerie.


'Tapi kali ini aku sangat yakin dengan feelingku, ini tidak akan sama dengan yang sebelum sebelunya.' Batin jevin dengan yakin.


Reihan yang melihat hal tersebut pun langsung memegang tangan istrinya dan mengelus elus tangannya. "Sudah sayang.. Kasian dia kalau kamu cecar seperti itu. Lihat mukanya langsung kusut begitu, mungkin itu cara tuhan untuk membuat jevin agar lebih mengerti dan peka dengan orang lain serta dirinya sendiri." Ucap reihan menenangkan istrinya.


"Habisnya ibu gemes sih sama dia, sudah berkali kali salah." Ucap bu valerie dengan kesalnya.


"Ayah, memangnya dia seperti apa sih? Kok kayaknya ayah sudah sangat mengenalnya." Tanya revina yang semakin penasaran dengan gadis yang di cintai oleh adiknya tersebut.


"Amelia cahya geni, ayah hanya mengetahui mengenai dia sedikit sih. Tapi ayah sudah sangat kagum dengannya meski itu hanya sebagian dari kisah hidupnya. Dia sudah kerja di pabrik selama satu tahun, saat ini dia tengah kuliah di salah satu kampus yang paling bergensi di sini. Meski dia hanya kejar paket tapi dia bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi beasiswa hingga dia lolos dan mendapat beasiswa penuh di kampus tempatnya belajar. Dia juga menjual makanan di kampusnya." Jelas reihan mengenai lia.


"Wow.. Dia tidak mengemban pendidikan di bangku sma dan hanya ikut kejar paket tapi dia bisa mendapatkan beasiswa. Itu sangat luar biasa." Ucap putri dengan kagum.


"Kamu benar, kali ini pilihan jevin tidak salah. Aku jadi ingin melihat gadis itu secara langsung." Sahut revina yang juga kagum dengan sosok gadis yang di cintai oleh adiknya. Meski dia hanya mendengar tentang dia dari ayahnya.


"Itu beneran yah ngak bohongkan." Tanya bu valerie untuk lebih meyakinkan jika apa yang di katakan oleh suaminya itu benar dan tidak salah sama sekali.


"Benar, ayah tidak bohong. Semuanya terlihat di cv yang dia cantumkan bersama dengan berkas lamarannya. Saat itu saat ayah melihat jika jevin tertarik dengannya ayah langsung menyuruh orang kepercayaan ayah untuk menyelidikinya. Ayah tidak mau memiliki menantu yang salah, atitude itu nomor satu." Jelas reihan dengan seriusnya.

__ADS_1


Jevin sendiri langsung terperangah tak percaya saat mendengar perkataan dari ayahnya tersebut.


'Ternyata ayah satu langkah lebih maju dari ku.' Batin jevin.


"Ayah sampai sudah menyelidiki mengenai dia." Ucap jevin spechless.


"Iya, kamu adalah anak ayah. Ayah hanya ingin yang terbaik untuk kamu. Karena kamu kalau sudah suka dengan seorang gadis kamu akan jadi bucin dan buta. Coba kamu pikirkan akan jadi seperti apa kamu nanti jika ayah merestui hubungan kamu dengan mantan mantan kamu yang sebelumnya tanpa menyelidiki seperti apa tabiat mereka." Jelas reihan.


Jevin tersenyum tipis dan menatap kedua orang tuanya dengan haru. "Terimakasih.. Ayah ibu, kalian selalu ada untukku. Aku tidak tahu akan seperti apa hidupku nanti jika saja aku tidak mendengar perkataan kalian berdua."


"Sebagai orang tua kita hanya ingin yang terbaik bagi anak anaknya." Ucap bu valerie dengan lembut.


"Jadi aku dapat restu dari kalian semua untuk mendekatinya dan menjadikannya istri aku." Tanya jevin dengan serius. Dia menatap wajah seluruh keluarganya dengan penuh harap.


Mereka semua tersenyum tipis dan mengangguk. "Setelah mendengar perkataan dari ayah kamu, ibu sudah sangat yakin dengan pilihan kamu kali ini. Perjuangkan dia." Jawab bu valerie dengan lembut.


"Ayah juga merestui.Tapi kamu harus mendekatinya dengan pelan pelan, jangan membuatnya tidak nyaman. Dari hasil penyelidikan dari orang kepercayaan ayah dia tidak pernah berpacaran, selain itu dia juga sudah lama berkonsultasi ke psikiater." Ucap reihan dengan serius.


"Psikiater, apa dia punya mental illness." Tanya revina.


"Mungkin saja. Ayah juga tidak tahu, kamu tahu sendiri jika itu adalah hal yang rahasia yang tidak mungkin di bocorkan oleh psikolog mengenai kondisi pasiennya, ada kode etik bukan." Jawab reihan.


"Mungkin kali ini memang akan banyak perjuagan jevin." Ucap kevin.


Jevin menatap kakaknya sekilas. "Ya, kakak benar. Dia berbeda, dia bahkan bertanya apakah saya sehat atau tidak saat aku tiba tiba langsung datang dan melamarnya."


"Ya iyalah. Kamu sih aneh, kenal secara pribadi saja belum tapi malah langsung melamar. Ibu harap kamu jangan langsung ngejudge dia. Ibu mau kamu pelan pelan mendekati dia."


"Iya bu, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuatnya luluh dan menjadikannya istriku." Ucap jevin dengan mantap.


"Tapi kerjaan jangan di tingalin." Celetuk kevin.


"Iya kak iya, aku akan fokus berkerja dan mengejar calon istriku." Jawab jevin jengah dengan kelakuan kakaknya itu.


"Awas saja jika sampai kamu meninggalkan pekerjaan kamu, nihh." Ucap revina sembari menunjukkan kepalan tangannya kepada jevin.


Jevin hanya memutar kedua bola matanya dengan malas saat melihat kelakuan aneh dari kedua kakaknya itu.


***

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya teman teman😘


__ADS_2