
Setelah puas melakukan nya Sindi merasakan sakit di tubuh nya, entah sudah berapa kali Irsyad melakukan nya malam ini, membuat Sindi kualahan untuk melayani hasrat sang suami.
"Kenapa kamu menjauh, apa dada abang sudah tidak cukup membuat mu nyaman untuk bersandar di sini???." Tanya Irsyad pada Sindi.
"Bang aku sangat lelah, untuk malam ini jangan lakukan lagi ya." Jawab Sindi dengan memohon.
Irsyad kembali senyum nakal begitu mendengar istri nya mengakui betapa gagah nya diri nya tadi, setelah mengobrol ringan, mereka berdua terlelap dengan posisi saling memeluk, untuk menyambut pagi lebih cerah esok hari nya.
"Bang, aku kurang suka sama cara tante Ajeng, dia membelikan banyak mainan untuk Omar, dan abang tahu mainan yang dia belikan itu harga nya tidak murah bang." Ucap Sindi, yang bercerita pada Ikbal tentang mainan itu.
"Sayang kalau menurut abang itu wajar aja sih, bagaimana juga Omar itu kan cucu nya tante Ajeng juga, jadi wajar dia beli banyak mainan untuk cucu nya." Jawab Irsyad yang memberi pemahaman pada sang istri.
"Tapi bang, harga mainan yang dia kasih untuk Omar itu mahal mahal, hanya untuk mainan kenapa harus mengeluarkan begitu banyak uang." Ucap Sindi yang masih merasa keberatan.
"Memang kamu tahu dari mana harga mainan itu mahal?." Tanya Irsyad.
"Aku sudah mengecek mas, di online mobil mobil nya itu harga nya lima belas juta." Jawab Sindi.
__ADS_1
"Ternyata istri abang ini pintar juga ya, bisa sampai sedetail itu mencari info nya.
"Kok malah ketawa sih bang, nyebelin deh." Sindi memanyunkan bibir nya.
"Bilang saja kamu iri kan sama Omar, karena selama kita menikah abang hampir tidak pernah belikan kamu barang barang dengan harga mahal,,,, maafin abang ya sayang." Ucap Irsyad.
"Bang, bukan begitu maksud aku." Ucap Sindi yang merasa tidak enak pada suami nya.
"Sudah ayo kita harus bersiap siap untuk hadir di pernikahan Dita." Ucap Irsyad lalu mengajak sang istri untuk bersiap siap.
Sindi merasa cemburu membayangkan kembali bagaimana kejadian enam tahun yang lalu, dimana Dita melakukan hal gila terhadap Irsyad.
Irsyad bisa melihat istri nya sedang merajuk karena cemburu, ia juga tidak bisa berlama lama untuk sekedar membujuk istri nya saat ini, ia harus segera meminta tolong pada sang bibi untuk membantu anak anak untuk siap siap.
"Sayang, abang lihat anak anak dulu ya." Ucap Irsyad.
"Bahkan aku marah pun abang tidak peduli, karena sudah sangat ingin bertemu dengan wanita itu, kenapa jadi pecemburu gini sih aku ini." Sindi berguman dalam hati nya.
__ADS_1
Waktu tempuh sekitar 30 menit untuk tiba di hotel berbintang tempat Dita dan Very melangsungkan pernikahan nya. Akad nikah nya sudah di langsungkan pagi tadi dan sekarang adalah acara resepsi nya.
Nampak dari kejauhan sebuah panggung pelaminan yang sangat megah di gelar di sana. Ajeng dan Danu tidak henti henti nya melemparkan senyuman pada pada tamu undangan.
Begitu juga dengan keluarga dari pihak laki laki, yang tampak bahagia menyambut pernikahan itu, tapi tidak dengan mempelai wanita nya.
Selamat malam kakak semua, mungkin cerita ini tidak lama lagi akan selesai, dan pasti kakak semua bertanya tanya, kan Mesya belum masuk ke dalam cerita ini, jadi saya kasih tahu ya kak, cerita dalam doa ini sudah terlalu panjang, mungkin cerita saya ini tergolong cerita yang sangat sangat sangat panjang, saya tidak mau kalau kakak semua bosan, jadi rencana nanti saya akan membuka lagi dengan cerita baru nya, selalu Stay terus ya kak, karena tanpa kakak saya tidak ada berarti, terima kasih
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1