CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 78


__ADS_3

Langit berhenti menumpahkan sumber airnya ketika sang matahari bersiap-siap untuk berganti tugas dengan sang bulan, kunjungannya waktu sore tadi, masih menyisahkan jejak basah di setiap penjuru taah yang ada disampingnya


Hawa sejuk yang tercipta, memadukan dua tubuh yangvkini bergelung dalam satu selimut saling mendesakkan diri dan berusaha menyerap kehangatan diri dan berusaha menyerap kehangatan satu sama lain.


Ais merasakan tubuhnya merinding karena udara dingin yang menyapa permukaan kulitnya yang terbuka, ia menarik selimut dan menutupkan hingga ke leher lalu makin merapatkan dirinya ke dumber hawa panas menyenangkan yang berada di belakang punggungnya.


Ais merasakan ada yang mendekap tubuh telanjangnya dengan erat, Ais mengintip ke dalam selimut dan itu adalah lengan kokoh Juna sang suami yang memeluk tubuhnya dengan posesif, Ais sedikit terkesiap, menolehkan kepalanya dan matabta langsung disuguhi pemandangan ketampanan seorang Arjuna Pamungkas,


Potongan-potongan kejadian semalam terpampang jelas di benaknya, wajahnya merah merona, rasa malu meliputinya, bagaimana pun juga, ia yang sudah membangunkan singa yang telah lapar,


Ais menatap wajah suaminya tanpa berkedip, sejak Ais menatap wajah Juna, Juna sudah terbangun karena hembusan nafas Ais terasa di wajah Juna, Juna terbangun lalu menatap balik wajah istrinya


" Tataplah sepuasmu sayang, aku adalah milikmu sayang." Juna mengecup kening Ais


Ais kembali merasakan desiran di seluruh aliran darahnya ketika Juna mencium keningnya tadi, ia menyembunyikan wajahnya yang makin memerah dan bertanya-tanya dalam hatinya, Jadi begini rasanya rindu yang terobati.


Laki-laki itu melirik jam dinding dan waktu sudah menunjukkan semakin sore. Juna mengajak Ais untuk segera mandi dan makan.


" Sayang mandi yuk," Ucap Juna sambil mengelus pipi Ais


" ehhmmm , Jam berapa bang?


" Mau magrib sayang, bangun yuk mandi gih."


" Iya bang,." Ais bangun tapi masih duduk,


Sedangkan Juna tanpa menunggu Ais turun dari tempat tidur langsung turun dan menggendong Ais, mereka berdua berjalan tanpa memekai apapun


" Bang,."


" Apa sayang.?"


" Kenapa abang tidak memakai baju. ini adik juga kenapa tidak kasih waktu untuk pakai baju." Tanya Ais


" Sudahlah tidak apa-apa sayang, kan abang juga sudah tahu semuanya, apa yang tidak tahu di tubuh adik." Jawab Juna dengan enteng dan sukses membuat Ais malu, sampai membuat Ais membenamkan wajahnya ke dada bidang suaminya


Mereka berdua mandi bersama lalu menuaikan sholat Magrib berjamaah, Setelah itu Juna memesan makanan untuk ia dan Ais.


Beberapa saat kemudian pesanan sudah datang dan sudah berada di meja dekat tempat tidur


Juna tertawa dengan renyahnya, kemudian meraup wajah Ais yang masih terbungkus selimut lagi setelah melaksanakan sholat tadi


" Eh... tunggu, abang mau ngapain?." Tanya Ais


" Diamlah sayang, abang ingin menyuapimu."


" Tapi aku tidak sakit."


" Benarkah? apakah bagian yang itu juga sudah tidak sakit? Kalau begitu, bagaimana kalau kita mengulanginya lagi," Ucap Juna berbisik sambil menaik turunkan alisnya dan disusul hembusan nafas hangatnya yang nyaris panas dengan sengaja ditiupkan ke telinga Ais. Kalimat yang di ucapkan Juna dan aa yang dilakukannya sukses membuat wajah Ais itu merah merona seperti tomat


" Bukan begitu maksud adik bang, apa masih kurang bang, semalam sudah banyak gaya yang kita lakukan, punya adik masih perih." Jelas Ais

__ADS_1


" Tapi ya dek, kita sudah sering melakukanya tapi kenapa punya adik kok masih sulit banget dimasukin." Keluh Juna karena setiap mau memasukkab JJ nya pasti berkali-kali dulu baru bisa masuk


" Punya abang yang kebesaran bang, sampai adik gimana gitu rasanya, tembus sampai ke ubun-ubun." Jelas Ais dengan polosnya


" Tapi Adik suka kan?. puas kan?. nikmat kan?." Ucap Juna sambil menaik turunkan alisnya


" Ih abang ini, mesum terus pada istrinya,"


" Iya kan sama istri sendiri dek, jadi itu bukan masalah, sekarang lebih baik adik makan dulu ya."


Juna membelai lembut puncak kepala Ais kemudian mengambil sendok dan mulai menyuapinya, mau tak mau Ais membuka mulutnya, lagi puka memang benar, saat ini cacing-cacing di dalam oerutnya sudah menari-nari meminta jatahnya, ditambah menu yang dihidangkan sungguh sangat menggoda.


Di atas meja tersaji sup daging rempah yang masih mengepulkan uap panasnya, mash potato yang ditaburi oregano, nasi hangat demgan lelehan butter margarib lezat, serta omelet telur keju dan dua gelas susu coklat panas, pertama Juna menyendokkan sup daging rempah untuk Ais, lalu sendok berikutnya


" Adik mau yanga mana lagi. mash potato atau nasi butter?." Tanya Juna pada Ais


" Sepertinya kedua-duanya enak, bolehkah adik makan keduanya?." Pinta Ais dengan polosnya, sambil menelan ludahnys karena sudah tak tahan ingin melahap makanan yanga da di depannya.


Juna tertawa merekah menampakkan deretan rapi gigi putihnya." Badan adik kutus tapi selera makan adik ternyata besar juga ya. tentu saja boleh, jika ini masih kurang adik boleh memesan lagi, jadi mau makan yang mana dulu?."


" Mmmm. mash potato!" sahut Ais malu-malu


Sesuai dengan permintaan Ais, Juna menyendokkan menu yang diinginkannya, denga telaten Juna menyuapai Ais hingga tak terasa semua hidangahyang tadi tersaji penuh diatas meja hampir habis tak tersisa dan hanya meyisakkan satu potong roti isi.


Setelah makan Juna mengambil baju untuk Ais di dalan kopernya


" Sayang, ini baju, adik pakai ya?." Ucap Juna


" Iya bang."


" Assalamualaikuk, selamat malam semuanya pasti semua tadi sudah beristirahat kan, nah ini yang saya oegang adalah amplop dimana sudah ada nama juara 1 sampai 3 jadi di mohon untu ketiga peserta apa sudah ada didalam semuanya?." Tanya Host


Ketiga peserta itu menjawab kalau sudah ada di dalam semua


" Baiklah dari pada menunggu lama-lama mari saya umumkan siapa pemenangnya ya


Untuk juara 3 adalah Diva putri celendia, selamat dan silahkan untuk maju ke atas panggung, begitu juga dengan ke dua peserta silahkan naik ke atas panggung."


Tangan Ais begitu dingin, Juna yang melihat kalau Ais gugup lansung menggenggam tangan istrinya


" Janga takut sayang, adik pasti bisa, abang yakin." Juna memberi semangat agar lebih tenang lagi


" Iya bang."


Ais menunju ke atas panggung


" Untuk juara pertama adalah.... hayo siapa? coba tebak."


para penonton hampir semuanya berkata kalau Ais yang mebjadi juaranya.


" Oke, pemenangnya adalah Aisyah Humairah Pamungkas. dan pastinya untuk juara ke 2 adalah Cahaya sinta."

__ADS_1


Semua riuh tepuk tangan memenuhi gedung hotel tersebut


Semua para panitia dan juri memberi selamat untuk ke tiga peserta, sedangkan Nitta langsung berlari tidak mau kalah dengan yang lainnya dan alasan lainnya adalah agar bisa masuk Tv, sedangkan Bram hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkah istrinya itu, Bram berjalan bersamaan dengan Juna dan Pram


" Dek, selamat ya." Ucap Nitta dengan memeluk Ais


" Iya mbak terima kasih ya." Ucap Ais


" Mbak Ais untuk pemenang apa ada sepatah dua kata untuk di sampaikan?." Tanya Host


" Ada kak."


Ais memegang Mikrofon lalu berkata


" Assalamualaikum, pertama-tama saya ucapkan puji syukur kepada Allah SWT karena atas ridhonya saya bisa mendapatkan juara di dalan kompetisi ini, dan kedua saya ucapka untuk Oppa, Omma, Momny, Daddy, bapak, Mbak Nitta dan Mas Bram karena atas dukunganya saya bisa meraih ini, untuk suami saya, abang terima kasih selalu mendukung adik selalu menuruti semua kemauan adik, adik sangat beryukur mempunyai suami seperti abang, sekali lagi terima kasih ya bang atas semuanya, Love you abang."


Setelah menerima piagam dan hadiah Ais beserta rombongan pulang menuju rumah masing-masing,


Setelah sampai dirumah karena kecapekan akhrinya tidur dengan saling berpelukan,


🌹🌹🌹


Keesokan harinya Juna berangkat kerja tapi sebelum ke hotelnya Juna mampir kerumah keluarga Pamungkas untuk bertemu dengan Oppanya sekaian memberitahukan kondisi perusahan yang kemarin didatangi oleh Juna dan Pram,


" Assalamualaikum Oppa." Salam Juna


" Wa'alaikumsalam nak, masuk." jawab Oppa


" Oppa ini Juna memberitahukan perkembangan situasi yang didatangi oleh Juna kemarin Oppa,." Jelas Juna


Oppa yang menerima map berwarna merah itu langsung membukanya lalu melihat serta memahaminya


" Bagus nak, kamu memang bisa di andalkan, orang kepercayaan kakek disana juga bangga sama kamu, dia sangat terkejut atas kecerdasan yang kamu miliki,"


" Terima kasih Oppa, kalau begitu Juna akan berangkaf kerja ya Oppa, sekali lagi terima kasih, Assalamualaikum." Ucap Juna sambil mencium tangan Oppanya


" Wa'alaikumsalam, iya nak, hati-hati ya di jalan, sampaikan salam oppa buat istri kamu."


" Baik Oppa,"


Juna keluar dari rumah Oppanya menuju kantornya sendiri, dan melihat perkembangan hotel dan restonya setelah beberapa hari ditinggal oleh Juna


Disaat Juna berjalan dari parkir mobil menuju lobby hotel ada yang mengikutinya dan memanggil Juna


" Juna." Panggil seseorang wanita yang cukup keras dan itu membuat para orang yang berada disana menatap pada wanita ifu.


Juna menghentikan langkah kakinya, dan mencari sosok yang telah memanggil Juna dengan suara keras, setelah bertemu .......


🌷🌷🌷


**Selamat malam kak, maaf ya kalau ceritanya ada yang tulisannya masih salah, kalau ada saran tolong beritahu ya kak, agar ceritaku lebih menarik lagi, untuk kakak bisa membaca ceritaku yang lainnya berjudul First Love Strory, cerita itu menceritakan dimana penikahan dini, mereka menjalani pernikahan di usia dini, biasanya mereka aka diliputi adu mulut karena sama-sama bersifat labil tapi disini mereka saling menerima pernikahannya, meskipun di awal tidak ada cinta di antara mereka, tapi lambat laun cinta itu tumbuh, mereka setiap hari saling melengkapi dan menjalani dengan rasa syukur. jadi jangan lupa untuk mampir ya kak,

__ADS_1


Saya tidak bosan-bosan untuk mengingatkan kakak lagi untuk mengikuti Giveway ya kak**


__ADS_2