
" Ternyata ini semua gara-gara Irsyad, andaikan Irsyad tidak menikah dengan wanita muraha itu, sudah pasti Irsyad akan menikah dengan Dita, awas saja, akan aku balas rasa sakit anak-anakku pada kamu wanita murahan." Ucap Mama Ikbal menggebu-gebu dengan hati yang di penuhi rasa dendam yang teramat dalam di di hatinya
Ceklek
Pintu terbuka
" Tidak sayang..." Mama Ikbal berteriak dan langsung berlari untuk memeluk putrinya
" Jangan bicara seperti itu lagi, mama sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain kamu." Mama Ikbal menangis sambil memeluk putrinya
" Aku tidak mau kehilangan anak ku lagi, aku harus lakukan sesuatu sekarang, aku tidak mau kejadian seperti Ikbal ter ulang lagi, aku tidak mau, tidak mau kehilangan anak-anak ku lagi." Ucap Mama Ikbal di dalam hati
...🌷🌷🌷...
Sedangkan Sindi dan Irsyad di dalam perjalanan menuju ke rumah dinasnya, mereka berbicara tentang kehidupan mereka masing-masing saat sebelum menikah.
Sesampai di rumah mereka mengganti baju setelah itu mereka duduk di ruang tengah,
" Sin." Panggil Irsyad
__ADS_1
" Iya bang." jawab Sindi
" Sin, tadi abang dapat info dari RS kalau abang akan di tugas kan luar kota 2 hari lagi, menurut kamu gimana Sin?." Tanya Irsyad sambil melihat ekspresi istrinya dulu
" Sindi sih tidak apa bang, lagian itu kan memang sudah menjadi kewajiban abang sebagai dokter untuk mengabdi pada masyarakat." Jawan Sindi
" Apa kamu tidak keberatan?." Tanya Irsyadagi
" Sindi kan sudah bilang bang, Sindi tidak apa-apa kok." Jawab Sindi lagi
" Ya sudah kalau memang kamu tidak keberatan, mulai besok kamu siapkan semua keperluan kamu ya, kalau ada yang kurang kasih tahu abang, akan abang belikan, kamu jangan pergi sendiri, kamu harus mengemasi barang-barang yang akan kamu butuhkan selama kita di sana." Ucap Irsyad
" Abang akan mengajak kamu bersama abang, bukan kah kita sepasang suami istri kan? di sana tempat nya agak jauh dari kota, jadi akan sulit mendapatkan barang-barang yang akan kamu butuhkan selama di sana, karena kita akan tinggal di desa sana sekitar dua bulan, bagaimana apa kamu keberatan????." Irsyad ingin memastikan lagi bahwa istrinya akan setuju dengan perjalanan nya kali ini
" Memang kita akan pergi daerah mana bang?." Tanya Sindi
" Puncak, ke kota Malang, di sana pemandangan nya sangatvindah, juga lebih sedikit polusi udara, itu sangat bagus untuk kesehatan kamu dan baby, mangkanya abang mengajak kamu ke sana, anggap saja kita ber bulan madu di sana, bagaimana?." Ucap Irsyad
Deg
__ADS_1
Jantung Sindi berdetak begitu cepat, mendengar kata bulan madu, apa yang akan mereka lakukan selama ber bulan madu
" Apa bang Irsyad akan meminta haknya sata di sana, apa lagi tadi dokter mengatakan kalau masa kehamilan tetap boleh melakukan hubungan suami istri." Memikirkan itu wajah Sindi langsung memerah
Irsyad yang melihat wajah Sindi memerah juga nampak kecemasan di sorot mata Sindi.
" Sin, apa kamu baik-baik saja?." Irsyad langsung memegang kening istrinya tapi tidak demam lalu kenapa wajah Sindi memerah
Sindi yang mendapat perlakuan secara tiba-tiba oleh suaminya detak jantungnya langsung berdetak tidak karuan, Sindi langsung segera menepis tangan suaminya
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, untuk Giveaway akan saya umumkan akhir bulan ya kak, Semangat...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1