
"Sindi, surga seorang istri ada pada suami nya, selama suami kamu masih ada di jalan Allah kamu patut untuk patuh terhadap suami kamu, tapi kalau suami kamu sudah keluar dari jalur jalan Allah kamu harus mengingatkan suami kamu untuk kembali ke jalan Allah, berumah tangga tidak seperti orang berpacaran, tidak suka langsung putus dan mencari yang lain, tapi rumah tangga adalah dimana suka dan duka harus di hadapi bersama dan diselesaikan bersama seorang istri tidak boleh keluar rumah saat ada masalah di rumah, selesaikan dulu berdua kalau memang kalian tidak ada jalan keluar baru kami sebagai orang tua akan selalu ada buat anak?anakny." Sindi masih ingat dengan ucapan sang mama
"Sin, kamu kenapa diam?." Tanya Irsyad disaat melihat istri nya hanya diam sambil meneteskan air mata nya
"A...abang." Panggil Sindi pada Irsyad
"Iya Sin, pasti kamu kecewa sama abang, abang minta maaf Sin, tapi abang yakin kalau abang tidak melakukan apa pun pada dia Sin." Lanjut Irsyad untuk meyakinkan hati Sindi
"Abang apa ada yang salah dari Sindi? abang harus jujur sama diri abang sendiri, Sindi tidak mau kalau abang berbohong pada diri abang." Ucap Sindi dan ucapan Sindi membuat Irsyad bingung
"Kalau abang sudah memiliki kekasih hati lebih baik kita akhiri saja pernikahan kita ini bang, Sindi tidak mau kalau Sindi menjadi pihak ke tiga dari hubungan abang sama dia bang, benar Sindi tidak apa-apa kalau abang lebih memilih dia, Sindi tidak mau membuat abang kecewa, Sindi ingin abang bahagia dengan dia, Sindi juga tahu kalau abang kecewa sama Sindi, karena Sindi menikah dengan abang sudah tidak gadis la...." Ucap Sindi terpotong setelah Irsyad menutup bibir Sindi dengan jari Irsyad
__ADS_1
"Sin, kamu bicara apa hmmmm, abang tidak berfikir sampai sana, dan abang juga tidak punya kekasih saat bersama kamu, abang tidak mau kalau rumah tangga kita harus berakhir, yang abang mau kita hadapi ini bersama-sama, apa kamu masih mau menjadi istri abang kalau suatu saat memang abang sudah melakukan itu pada dia?." Tanya Irsyad
Dan Sindi hanya menganggukkan kepala nya tanpa mengeluarkan suara nya
"Apa kamu tidak ingin tahu Sin, siapa perempuan yang abang ceritakan sama kamu." Ucap Irsyad dan Sindi menganggukkan kepala lagi
"Dia Dita." Jawab Irsyad menekankan nama Dita
"A...apa bang." Sindi melototkan mata nya
"Iya bang, abang mau apa?." Tanya balik Sindi
__ADS_1
"Kalau sewaktu-waktu terjadi apa-apa kamu pulang ke rumah mama dan papa ya, jangan sendiri di rumah ini, jangan bercertia ke siapa pun tentang abang ke mama dan papa, tanpa terkecuali dengan keluarga abang, abang tidak ingin menambah beban buat mereka semua, Insya Allah abang akan baik-baik saja." Ucap Irsyad
"Memang atas dasar apa abang berbicara seperti itu." Tanya Sindi
"Tadi Siang saat jam istirahat Dita dan mama nya mendatangi RS, mereka mengajak ketemuan di Cafe dan mau tidak mau abang mengikuti apa yang mereka bilang, tanpa basa-basi abang langsung bertanya pada mereka, apa yang mereka mau pada abang dan mereka berdua berkata kalau mereka.....
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...