CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
+ Tak Sesuai Realita


__ADS_3

Setelah berhasil memaksa untuk menukar bekal miliknya dengan bekal milik lia, jevin langsung berjalan pergi dari kantin, dan menuju ke mobilnya yang sudah ada sammy di dalamnya.


"Bagaimana sukses ngasih bekalnya?. " Tanya sammy saat jevin sudah masuk ke dalam mobil.


Jevin tersenyum tipis. "Sukses dong, nih lihat! Ini bekal milik lia. Tadi saya meminta lia untuk menukarnya dengan milik saya." Jawab jevin sembari menunjukkan kotak bekal yang ada di tangannya.


Sammy mengangkat sebelah alisnya tanda dia tidak mempercayai perkataan jevin. "Meminta atau memaksa?." Tanya sammy dengan penuh penekanan.


Jevin terkekeh kecil dan mengaruk dahinya yang tidak gatal. "Hehe.. Saya memaksanya. Kalau tidak di paksa dia tidak akan mau memberikannya."


Sammy memutar bola matanya malas. "Cihh, tipikal jevin. Kamu kok bisa-bisanya jadi occ kayak gini sih vin, biasanya kamu deketin pelan-pelan tidak agresif seperti ini." Ucap sammy yang heran dengan tingkah jevin yang occ parah.


"Bagaimana ya. Saya sendiri juga heran dengan diri saya sendiri. Saya mencoba untuk mendekatinya pelan-pelan, tapi ujung-ujungnya malah agresif. Huftt.. Dia semakin terlihat cantik kalau sedang kesal seperti itu, jadi ya saya agresif saja." Ucap jevin, dia memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya.


'Dia benar-benar berbeda, dia membuatku menjadi seperti ini.' Batin jevin.


Sammy hanya bisa menghela nafasnya saat mendengar jawaban aneh dari jevin. Dia sendiri tidak tahu harus berekasi atau berekspresi seperti apa dengan tingkah jevin yang aneh seperti ini.


"Jalan pak!." Sammy memerintahkan sopir untuk segera melajukan mobilnya.


"Siap pak." Jawab sopir tersebut.


"Pak saya ingin ke apartemen saja ya. Tapi berhenti dulu di restoran agar sammy bisa makan di restoran." Perintah jevin.


"Baik pak." Jawab sopir tersebut.


"Kamu tidak apa-apa bukan saya tinggal ke apartemen." Lanjut jevin.


"Tidak apa-apa. Nanti saya bisa balik ke pabrik pakai taxi kok. Lagi pula saya tahu kamu pasti hanya ingin menikmati makanan milik lia tanpa ganguan bukan." Jawab sammy.


Jevin membuka matanya dan tersenyum tipis. "Kamu memang sahabatku sam, you right. Saya ingin menikmati bekal milik lia. Saya tahu jika ini dia sendiri yang memasaknya. Jadi saya ingin menikmatinya sendiri." Jawab jevin.

__ADS_1


"Jevin.. Jevin, sekarang saya tidak tahu ini kamu atau tidak. Dia memberikan perubahan yang sangat signifikan kepadamu." Ucap sammy.


"Sejak pertama kali saya melihatnya saat itu, saya sudah merasakan perubahan itu. Saya tidak tahu perubahan apa lagi yang akan terjadi kepada saya jika saya semakin dekat dengannya." Jevin menerawang bagaimana saat itu dia sangat terkesima dengan senyum milik lia. Jantungnya langsung berdetak dengan kencang saat itu juga.


"Hati-hati boss, jangan sampai anda menjadi bucin." Ucap sammy dengan formal menandakan jika dirinya serius.


Jevin menatap sammy dengan datar. "Bukankah saya sudah mengatakan kepadamu jika saya selalu berdoa di setiap sujud saya untuknya. Saya berdoa agar allah selalu menjaganya untuk saya, saya akan sabar menunggunya saat itu tiba. Saya akan mendekatinya agar dia luluh, saya sudah bilang bukan jika restu allah adalah yang paling utama." Ucap jevin dengan penuh penekanan.


Sammy menatap jevin dengan serius. "Bagaimana dengan restu dari om reihan dan tante valerie?." Tanya sammy serius.


Jevin mengalihkan pandangannya ke luar jendela. "Saya sudah mendapatkan restu dari ayah dan ibu untuk mendekati lia. Bahkan ayah sudah menyelidiki tentang lia, seluruh keluarga saya sudah mengetahuinya. Dan mereka sangat mendukung saya saat ayah memberi tahu bagaimaa sifat dan latar belakang lia. Jadi, saya tinggal menunggu restu dari allah saja." Jawab jevin.


Sammy sangat tercengang saat mendengan jawaban dari jevin. "Benarkah?." Tanya sammy yang masih tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh jevin.


'Dia benar-benar sangat serius, aku pikir hanya main-main saja.' Batin sammy.


"Kamu sudah bersahabat dengan saya sangat lama sammy. Harusnya kamu tahu seperti apa saat saya serius dan seperti apa saat saya hanya main-main saja." Ucap jevin seakan mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh sahabat sekaligus tangan kanannya itu.


Jevin terkekeh saat mendengar perkataan sammy. "Hahaha.. Jangankan kamu, saya saja juga speechless. Tidak pernah terpikirkan di dalam pikiran saya, saya akan menemukan sosok yang seperti lia. Saya saja terkadang tidak percaya jika saya jadi seperti ini karena lia. Dia benar-benar sangat istimewa, membuat orang lain dengan mudahnya jatuh hati kepadanya. Termasuk orang tua saya dan kakak-kakak saya."


"Mungkin dia adalah jawaban dari penantian panjang kamu selama ini." Ucap sammy.


"Mungkin saja." Ucap jevin.


"Sudah sampai pak." Ucap sopir, menyela percakapan mereka berdua.


"Ohh sudah sampai.. Terima kasih pak."


"Sama-sama pak sammy." Jawab sopir tersebut.


"Ya sudah saya tinggal ya." Sammy turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam restoran.

__ADS_1


"Hmm.." Jawab jevin.


Setelah sammy turun dari mobil, sopir tersebut melajukan mobilnya ke apartemen milik jevin. Hingga tak lama kemudian mereka telah sampai di apartemen. Jevin langsung turun dari mobil dan berjalan ke aprtemennya.


Jevin masuk ke dalam apartemennya dan duduk di ruang makan yang terdapat di apartemennya.


"Sambel, sup dan nasi. Simple juga ya.." Gumam jevin saat melihat isi dari kotak bekal milik lia.


Kemudian jevin mencampur seluruh isi dalam kotak tersebut menjadi satu dan memakannya. "Uhh.. Astaga pedashh.. Kenapa lia membuat sambal sepedas ini ashhh.." Jevin yang kepedasan pun langsung mengambil susu yang ada di dalam kulkas dan meminumnya.


"Ahh.. Leganya.."


"Jevin bodoh, bagaimana bisa kamu tanpa pikir panjang main langsung mencampur semuanya menjadi satu." Gumam jevin merutuki bebodohan dirinya sendiri.


Jevin kembali duduk dan memandang makanan yang ada di meja dengan intens. Dia merasa bimbang apakah dia harus menghabiskan makanannya atau tidak.


"Kenapa kamu membuatku menjadi seperti ini. Lia, bagaimana bisa kamu memakan makanan yang pedas seperti ini. Apakah kamu tahu jika aku akan memaksa kamu untuk menukar bekal kamu hingga kamu membuat sambal yang sangat pedas ini. Untuk membuatku kapok agar aku tidak memaksa kamu menukar bekal lagi." Omel jevin sambil memakan makanan milik lia. Sesekali dia akan meminum susu agar menetralisir rasa pedas yang di rasakannya.


"Lihat aku tetap menghabiskannya, walau rasanya sangat pedas. Aku tidak tega membuang makanan buatan kamu." Gumam jevin.


'Huh.. Kalau begini sih bukan hanya menikmati rasa pedas tapi juga rasa tersiksa. Hah.. Ekspektasi tidak sesuai dengan realita ya seperti ini.' Batin jevin.


Kemudian jevin mencuci kotak bekal tersebut dan mengeringkannya. Dia membawa kotak tersebut ke dalam kamarnya.


"Aku akan menyelipkan sesuatu ke dalam kotak ini, agar lia selalu mengingatku saat melihat apa yang aku selipkan ini." Gumam jevin.


Jevin mengambil kotak musik berukuran mini dan menulis sesuatu di sebuah kertas berwarna putih dan membentuknya menjadi angsa. Kemudian dia memasukan kotak musik dan kertas origami buatannya ke dalam kotak bekal milik lia.


"Mungkin aku tidak bisa bersikap manis saat di depanmu. Tapi aku bisa memberikan hal manis melalui hal-hal kecil kepadamu. Jadi, jangan ilfill kepadaku. Aku harap kamu akan luluh lewat hal-hal kecil ini." Gumam jevin sembari melihat kotak bekal yang ada di tangannya.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa dukungnnya teman-teman 😘😘


__ADS_2