
" Bro." Panggil Dio pada Irsyad
" Kamu Dio yang ingusan dulu kan." Ucap Irsyad yang melangkah mendekati Dio sambil mengejek nya
" Gila kamu, itu dulu ya, lihat sekarang aku seperti apa, kita bisa sama kan, aku sudah buktikan ke kamu kan kalau aku bisa berdiri di kaki aku sendiri." Ucap Dio sambil mengeluarkan sombong nya, sejak kecil Dio selalu pamer, berkata kalau Dio bisa sukses seperti Irsyad saat dewasa nanti dan itu sudah terbukti
" Aku percaya kalau kamu selalu bisa bro, aku yakin itu." Jawan Irsyad
" Selamat ya atas pernikahan kalian, jaga Sindi, bahagiain Sindi bro, kalau kamu tidak bisa bahagiakan Sindi, biar aku saja yang bahagiakan Sindi, tapi aku yakin kalau kamu pasti bisa." Ucap Dio
...🌷🌷🌷...
Setelah Dio pamit Irsyad mengajak Sindi untuk pulang saja, karena Irsyad yakin suasana hati Sindi sudah tidak baik
" Kita pulang ya Sin." Ajak Irsyad kepada Sindi
" Iya bang." Jawab Sindi
__ADS_1
Setiba di rumah Sindi langsung masuk kamar tanpa menyapa semua orang di sana
" Syad, Sindi kenapa?." Tanya papa Angga
" Sebentar ya pa, nanti Irsyad ceritakan, Irsyad ke kamar dulu mau lihat Sindi." Jawab Sindi dan papa Angga menganggukkan kepala nya, menandakan kalau Sindi lebih membutuhkan Irsyad dan papa Angga akan menunggu penjelasan dari menantu nya nanti
Setelah Irsyad pergi ke kamar mama Citra menghampiri papa Angga
" Lho pa, mana Sindi dan Irsyad, tadi mama dengar Irsyad ucap salam." Tanya mama Citra pada papa Angga
" Irsyad sama Sindi lagi di kamar, papa juga tidak tahu ada apa dengan mereka berdua ma, kita tunggu cerita dari mereka saja ya, papa pesan mama jangan tanya-tanya sama mereka kalau mereka belum cerita." papa Angga memberikan ultimatum pada istri nya, papa ingin istri nya tidak ikut campur lagi dengan urusan rumah tangga anak nya, bagaimana pun juga Sindi sudah mempunyai suami jadi tidak semua permasalahan Sindi istri nya berhak tahu
Sedangkan di dalam kamar Sindi
Ceklek
Pintu terbuka, Irsyad masuk ke dalam kamar Sindi, Irsyad melihat Sindi duduk di tepi tempat tidur, Sindi tidak menangis tapi di lihat dari raut wajah nya, Sindi terlihat sangat sedih, Irsyad langsung menghampiri Sindi dan duduk di samping nya
__ADS_1
" Sin." Panggil Irsyad pada Sindi
Sindi langsung tersadar dari lamunan nya
" I..iya bang, bang Sindi minta maaf ya, tadi Sindi sudah membuat acara jalan-jalan kita menjadi buruk, dan Sindi juga meninggalkan abang begitu saja, maafkan Sindi." Ucap Sindi dengan meneteskan air mata nya
Irsyad langsung menghapus air mata Sindi di pipi nya dan membawa Sindi ke dalam pelukan nya
" Abang tidak marah sama Sindi, kalau kamu ingin menangis, menangis lah Sin, abang akan selalu ada di samping kamu, puaskan lah kalau kamu mau menangis, keluarkan isi hati yang membuat dada kamu sesak, setelah itu kamu harus janji sama abang kalau kamu akan tersenyum lagi, tidak ada tangisan lagi," Ucap Irsyad yang membelai kepala Sindi yang tertutup hijab
Sindi yang mendengar ucapan suami nya, Sindi malah menangis tersedu-sedu cukup lama, hingga kaos Irsyad basah karena tangisan Sindi, beberapa saat tangisan Sindi sudah mereda, Irsyad melonggarkan pelukan nya dan memegang kedua bahu Sindi
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...