
Ray menggeleng kan kepala nya melihat sang ayah yang begitu bangga nya, tapi Ray tidak percaya begitu saja, karena di lihat seperti nya, ayah nya juga sama dengan nya.
" Belum tahu yah, begitu baby keluar Ray lihat baby nya berlumuran darah, Ray langsung pusing dan akhirnya berada di sini." Ucap Ray.
Dertt...derttt...
Ponsel ayah berbunyi.
" Hallo bu, oh iya ayah dan Ray akan ke sana." jawab ayah setelah itu menutup telepon nya.
"Ada apa yah?." tanya Ray setelah ayah nya menutup telepon nya.
" Ibu bilang Mesya sudah masuk ruangan." Ayah menyebutkan nama ruangan Mesya kepada Ray.
" Ayo yah, Ray tidak sabar melihat anak Ray." Ray dan ayah langsung menuju ke tempat kamar inap Mesya. Dengan tidak sabar, Ray membuka pintu dan melihat Mesya sedang tertawa.
" Akhir nya Abang bangun juga." Ledek Mesya.
" Ray gimana perasaan kamu sekarang, semua nya sekarang tahu dengan kelemahan kamu." Ledek Adit. Ray melototkan ke dua mata nya kepada Adit, tapi Adit hanya menampilkan senyum tanpa dosa.
" Sayang, mana anak kita?." Tanya Ray lalu duduk di sisi ranjang istri nya.
" Abang ini, putri nya lahir malah pingsan." Ucap Mesya dengan bibir manyun nya.
__ADS_1
" Abang tidak kira, kalau baby nya berlumuran darah, mangka nya saat lahir si kembar Abang minta di tutupin kain dobel, high...!" Ray Bergidik ngeri membayangkan apa yang di lihat nya tadi.
" Putri!!!! Anak kita putri sayang." Ucap Ray gembira, karena Ray sangat mengharapkan kalau yang di lahir kan saat ini adalah perempuan.
" Iya Ray, anak mu perempuan, kamu malah pingsan, tadi perawat menyuruh kamu untuk ke tempat perawatan baby." Kata ibu Ray.
" Ngapain Bu?." Tanya Ray.
" Perawat tidak bilang." Kata ibu.
" Pergi sana cepat." Titah ayah Rio.
" Awas Ray jangan pingsan lagi." Ledek Adit terus terusan.
" Tidak ada bang, kak Adit jangan ganggu Abang lagi kak." Ucap Mesya
Ray ingin keluar, tetapi pintu terbuka, dari luar, Ray melihat kedatangan ke empat jagoan nya.
" Bunda!!!." Teriak ke empat nya, begitu melihat bunda nya tidur di atas ranjang.
" Anak anak bunda." Mesya merentangkan ke dua tangan nya dan memeluk ke empat nya secara bergantian.
" Bunda, kenapa perut mommy?." Tanya Ran, karena melihat perut bunda nya kecil.
__ADS_1
" Hei boys, adik kalian sudah lahir." Kata Ray dan kembali lagi duduk di sebelah Mesya karena kedatangan ke empat putra nya.
" Adik mana adik?. Apa seperti adik teman teman kita di sekolah?." Tanya Arka.
" Iya seperti adik teman teman kalian di sekolah sayang, kalian juga harus sayang ya sama adik kalian." kata Ray kepada ke empat nya.
" Arion akan kasih hewan Arion pada adik, Arion akan beri ular kecil pada adik." Ucap Arion.
" Jangan Arion, adik masih kecil belum bisa bermain dengan hewan peliharaan Arion." Ucap Mava
" Kelinci boleh?." Arion kekeh ingin memberikan hewan nya untuk adik kecil nya.
" Tunggu adik besar ya." Kata Ray.
" Kalian disini dulu ya, ayah ingin melihat adik kecil." Kata Ray.
" Ikut." Kata Arion.
" Tidak boleh, nanti kita tunggu adik." kata Ray menatap Arion
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...