
" Citra tahu kok pa, memang sejak sekolah hanya Tika yang selalu memahami segalanya, Citra dan Vika iti tidak bisa hidup kalau tidak ada Tika saat itu, bagi kita berdua Tika adalah segalanya, susah senang kita bertiga selalu bersama-sama,." Jawab Citra membenarkan ucapan dari papanya, contohnya saja dengan masalah Sindi ini, kalau bukan dari dorongan Tika untuk memberitahukan kepada suaminya, pasti sampai sekarang masalah ini belum selesai dan kemungkinan suaminya tahu dari orang lain
" Baiklah, hari sabtu besok bagaimana rencananya?." Tanya mama
" Begini ma, dari pihak Irsyad kita menikahkan hanya akad nikah saja, karena posisi Sindi sedang hamil dan di dalam Agama tidak memperbolehkan menikahi perempuan yang sedang hamil, tujuan dari menikah ini adalah agar anak yang di kandung Sindi tidak ada yang mencemooh pa ma, jadi nanti setelah menikah Sindi dan Irsyad akan menikah ulang sekaligus resepsinya pa." Jawab Angga
" Ok, mama dan papa paham maksud dari keluarga Pamungkas, papa dan mama yakin kalau mereka tidak akan membiarkan Sindi sedih." Ucap mama
" Iya ma, begitu pun kami, Angga dan Citra juga yakin kalau mereka tidak akan menelantarkan Sindi dan anaknya." Jawab Angga
...🌷🌷🌷...
Beda dengan kedua orang tuanya, sejak kepulangan keluarga Pamungkas, Sindi kembali ke dalam kamar hanya bingung atas jawaban yang telah ia berikan kepada keluarga pamungkas, bisakan dia menjadi kriteria menantu dari keluarga Pamungkas, karena dia sendiri bukan sosok wanita yang seperti keluarga Pamungkas yang berpenampilan tertutup, dia adalah perempuan bebas, maksudnya adalah bukan perempuan yang berhijab dan berteman dengan laki-laki juga, ke esokan harinya, Sindi seharian ini hanya diam di kamar sampai menjelang sore hari dan dia kepikiran dengan sahabatnya itu, Sindi langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Naya, Sindi meminta agar sahabatnya itu ke rumahnya karena lagi kangen,
" Hallo ada apa Sin?." Tanya Naya To the point
__ADS_1
" Nay, kamu bisa kerumah ku, aku kangen kamu Nay." Ucap Sindi yang menyembunyikan kegundahan hatinya tentang lamaran Bang Irsyad padanya
" Ok Sin, tapi habis Magrib saja ya, ini aku baru saja sampai di rumah." Jawab Naya
" Iya Nay, tidak apa-apa, maaf ya kalau sudah ganggu kamu."
" Ah tidak kok, ya sudah aku tutup ya telpnya."
Mereka berdua menutup telpnya, Sindi bwrlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera menjalankan sholat Magrib, karena suara Adzan Magrib sudah berkumandang.
1 jam kemudian Naya dan Fikri sudah berada di rumah Sindi
" Iya mas, kenapa kaget ya."
" Iya Sayang, mas kaget, mangkanya waktu siang tadi Irsyad telp juga kaget kok, aku yakin keluarga Ikbal pasti akan syok berat, bisa-bisa jantungan setelah tahu siapa Sindi sebenarnya." ucap Fikri
__ADS_1
" Sudah jangan gosip saja, buruan masuk, sindi sudah menunggu kita." Ajak Naya pada Fikri
Naya dan Fikri terbengong mendapati rumah Sindi sedang di dekorasi, tapi ada acara apa di rumah Sindi, di saat mereka sampai di halaman rumah Sindi, halamanya sudah di dekorasi, mereka terhayut dalam fikiran mereka masing-masing.
" Lho kenapa bengong Naya Fikri." Ucap mama Citra pada mereka berdua
" Eh tante, maaf kami berdua bengong tan, ini mau ada acara ya tante?." Tanya Naya
" Masuklah nak, Sindi ada di taman belakang, biar Sindi sendiri saja yang menjelaskannya ya." Jawab mama Citra
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, untuk GiveWay akan saya umumin akhir bulan ya kak, Semangat ...
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karyaku...