
Mendengar penuturan polisi membuat Sindi sangat syok, tangan nya bergetar membuka surat yang mereka berikan, tertulis dengan jelas di kertas itu nama laki-laki yang menjaid suami ny, Sindi sudah tidak dapat berkata tapi sudut mata nya sudah mulai berkaca-kaca, kenapa keluarga mas Ikbal begitu kejam dengan suami nya.
Sindi percaya kalau suami nya tidak akan berbuat seperti itu kepada Dita.
Irsyad yang baru selesai bersiap untuk berangkat kerja, keluar dari kamar untuk mencari istri nya, saat Irsyad sudah sampai di ruang tamu, Irsyad sama seperti Sindi, Irsyad sangat Syok, polisi datang sepagi ini untuk mencari nya, Irsyaf sudah tahu ini pasti di lakukan oleh mama nya Ikbal, ibu dari sahabat nya.
Dengan berderai air mata nya Sindi menghampiri suami nya
"Bang mereka hiks...hiks...hiks." Irsyad yang melihat Sindi begitu terpukul dengan kedatangan anggota berseragam polisi itu membuat nya begitu terguncang, Irsyad menarik nafas dalam-dalam, Irsyad mearih tubuh Sindi ke dalam pelukan nya, isak tangis Sindi sudah tidak bisa terbendung lagi saat suami nya memeluk dengan sepenuh hati.
Irsyad melepas pelukan nya dan mengusap air mata Sindi."Sin, ingat ya apa yang abang pesan semalam, kamu harus jaga diri baik-baik dengan baby ya, jangan lupa makan yang sehat kurangi makan makanan instan, tidur tepat waktu, susu nya juga, jangan lupa selalu ajak baby bicara ya, yang kamu harus kamu ingat kalau abang selalu ada di samping kamu agar kamu selalu tepat waktu saat apa pun, habis ini kamu siap-siap ya pulang ke rumah papa Angga dan mama Citra, Ok." Ucap Irsyad sambil berbisik di telinga Sindi dan Sindi menganggukkan kepala nya,
__ADS_1
"Iya bang, abang harus janji juga ya, jaga diri abang baik-baik, kita berdua akan menunggu abang keluar dari sana." Ucap Sindi dan Irsyad juga menganggukkan kepala nya
"Mari pak Irsyad silahkan ikut kami ke kantor polisi karena sudah cukup waktu yang kami berikan untuk bapak berpamitan kepada istri bapak." Ucap Polisi tersebut
"Tunggu sebentar lagi pak." Jawab Irsyad
Irsyad kembali memeluk Sindi tapi pelukan nya ini Irsyad mempunyai tujuan."Sin, ponsel abang ada di meja kamar kita, tolong hubungi pak Tomi dan beritahu kalau abang menunggu beliau di kantor polisi, dia pengacara keluarga Sin, abang akan pergi sekarang jaga diri baik-baik dan jangan menangis lagi, agar abang di sana bisa tenang Sin " Ucap Irsyad yang khawatir dengan kondisi Sindi saat ini, tapi untung saja semalam Irsyad sudah menceritakan semua nya tanpa ada yang di tutupi lagi, jadi saat Irsyad di bawa polisi Irsamyad sudah tenang
Setelah kepergian Irsyad dari rumah, Sindi yang masih berada di luar rumah langsung mendapat cibiran dari para tetangga, tapi Sindi tidak sedikit pun melawan mereka, karena saat ini Sindi harus segera mengeluarkan di suami nya dari sana.
Sampai di dalam rumah Sindi bukan segera menghubungi suami nya malah Sindi mengambil baju yang di pakai suami nya semalam di sertai dengan derai air mata
__ADS_1
"Mas Ikbal kenapa keluarga kamu begitu jahat terhadap kami mas, apa salah......
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1