CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 271


__ADS_3

Sandi dan Lian mengerti apa yang di ucap oleh Juna, Daddy dan Oppa adalah sosok orang yang berdarah dingin, mereka tidak mau orang-orang yang di sayangi di ganggu oleh siapa pun


Sandi, Lian dan Juan berkata kepada istri mereka masing-masing kalau tidak bisa pulang cepat di karenakan ada pertemuan dengan klien mereka dan untung saja istri mereka tidak ada yang menaruh curiga


...🌹🌹🌹...


" Selamat malam pak Sigit Wibowo." Sandi dan Lian sudah sampai di restoran Juna, sedangkan Juna masih berada di dalam perjalanan, tapi Juna sudah mereservasi tempat di restorannya


" Selamat malam pak, silahkan duduk."

__ADS_1


Mereka berbicara hal-hal bisnis, tapi di balik itu semua Pak Sigit masih takut karena wajah Sandi dan Lian tidak ada senyum sama sekali,


" Selamat malam, maaf saya datang terlambat."


" Tidak pak, saya juga baru saja datang." Jawab Sigit secara basa basi


" Baik, maaf untuk apa pak Sigit mengundang kami bertiga malam ini pak."


" Baik pak, to the point saja, saya disini selaku abang dari 2 adik saya ini, saya merasa kalau kami bertiga tersinggung atas ucapan istri bapak, dimana istri bapak sudah menjatuhkan harga diri keluarga kami, sebenarnya ini tidak ada hubungannya dengan keluarga Wijaya, tapi berhubung adik saya sudah menikah dengan keluaraga Wijaya, mau tidak mau pak Sandi juga ikut turun tangan, dan ternyata setelah saya bertanya langsung kepada adik saya Sandi, Sandi berbicara ternyata putri bapak pernah menjalin hubungan dengan adik saya Sandi, saya tidak mau berbasa basi lagi, tolong lihat vidio ini, dan tanpa bertanya lagi kenapa kami bertiga menarik saham di perusahan, pak Sigit pasti sudah tahu jawabannya," Juna menyerahkan ponsel yang berisi rekaman apa saja yang telah di perbuat oleh istri dari pak Sigit Wibowo

__ADS_1


Pak Sigit yang sudah melihat isi rekaman itu, dadanya merasakan sakit, tapi dia masih bisa menahannya, dia berfikir kenapa dia bisa mempunyai istri dan anak tiri yang mempunyai sifat yang sama, padahal selama ini dia merasa kalau selama ini dia sudah mendidik istri dan anaknya dengan baik, tapi setiap hari kan anaknya lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan ibu nya, sedangkan dia bertemu disaat malam hari dan hari libur saja


" Pak, saya selaku suami, saya meminta maaf atas semua perakuan istri saya kepada adik pak Lian dan pak Juna, serta pak Sandi selaku suami dari bu Kayla, tapi ada yang saya mau tanyakan kepada pak Sandi, kenapa dulu pak Sandi menutup akses putri saya, padahal putri saya sangat mencintai pak Sandi."


" Maaf pak Sigit." Sandi mulai menceritakan semua perbuatan Karin kepada Cio


Sigit berkali-kali kaget atas semua perbuatan sang istri dan putrinya, mangkanya sekarang keluarga Pamungkas serta Wijaya menarik sahamnya, tanpa bertanya lagi pak Sigit sudah tahu, malu malu malu malu itulah yang di rasa oleh pak Sigit sekarang, dunia serasa runtuh begitu saja, apa yang harus dia pertahankan sekarang.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...**To be continued ❤...


__ADS_2