
Selamat Sore kakak-kakak semua, cuma mau ingatin aja, jangan lupa dengan Giveway yang pertama ya, karena akan saya umumin pada tanggal 03 Januari 2021, semangat kak untuk mendapatkannya, karena akan mendapatkan hadiah bagi yang beruntung
🌹🌹🌹
" Siap nanti abang mau pakai gaya apa?." Tanya Ais dengan polosnya
" Adik tidak perlu tahu mau pakai gaya apa, yang terpenting adalah adik siapkan kesehatan aja oke,,,,." Ucap Juna
" Untuk sekarang abang cuma mau ini," Juna memiringkan kepalanya dan menarik tengkuk Ais, Juna ******* bibir tipr istrinya dengan sangat lembut, Ais yang awalnya hanya diam akhirnya mengikuti alur permainan Juna, mereka beruda saling *******, didalam kamar hanya terdengar suara decapan, hisapan dari bibr mereka berdua, mereka beruda berciuman dengan cukup lama, sampai mereka merasa kalau mulai kehabisan nafas. mereka berdua melepas ciumannya lalu menyatukan kening mereka.
" Sayang selama abang tidak ada di sisi adik, adik janji ya, jaga diri adik baik-baik, jaga hati adik untuk abang, jaga segalanya buat abang ya sayang, kalau dengan orang lain adik jangan senyum, senyuman adik hanya buat abang seorang." Ucap Juna dengan posesifnya
" Abang juga begitu ya, jaga diri abang baik-baik, jangan lupa makan dan itirahat yang teratur, jaga hati abang buat adik, adik tidak mau ada wanita lain yang genit sama abang, hanya adik saja yang boleh genit sama abang." Jawab Ais
" Iya sayang, kita saling menjaga ya,." Ucap Juna sambil mencium leher Ais dengan meninggalkan Jejak dileher Ais, padahal jejak sebelumnya masih ada, leher Ais sudah tidak putih lagi, melainkan seperti macan tutul. belang-belang tidak bersela, itu semua akibat dari suaminya, siapa lagi kalau bukan suaminya yang mempunyai hasrat yang begitu tinggi
Mereka sudah berada di bandara tapi belum masuk, Pram yang sudah menunggu dari tadi, sudah capek melihat ke arah pintu masuk, beberapa menit kemudian Pram melihat Juna masuk dengan istrinya,
" Tuan, Nyonya." Pram menyapa sambil menundukkan kepalanya,
" Iya," Jawab Ais sedangkan Juna membalas dengan anggukan kecil saja, Ais tahu kalau suaminya itu akan dingin, datar, cuek pada semua orang, Suaminya akan berubah disaat berada di dalam keluarga, apalagi kalau hanya berdua sama istrinya, tingkat kemesumannya meningkat sangat drastis,
Panggilan untuk tujuan Juan sudah memberi informasi
" Sayang, abang berangkat dulu ya, adik langsung pulang saja. kalau dirumah takut datang aja kerumah Mommy ya. kan bapak masih ada di Malang sayang, jangan lupa sama semua pesan abang oke." Ucap Juna sambil memeluk istrinya dan mencium kening Ais
" Iya bang. Abang hati-hati ya, kalau sudah sampai kabarin adik oke."
Juna menjawab dengan menganggukan kepalanya,
" Permisi Nyonya, kami berangkat dulu,." Pamit Pram
__ADS_1
" Iya hati-hati tolong jagain abang saya ya." Ucap Ais tegas dan mengultimatum Pram untuk patuh atas perintah Ais untuk menjaga suamianya
" Baa...baik Nyonya." JAwab Pram dengan menelan savilanya dengan susah
" Kita bernagkat ya sayang, Assalamualaikum." Ucap Juna
" Iya bang, Wa'alaikumsalam." Jawab Ais
Juna dan Pram masuk ke pesawat yang akan di tumpangi sambil melambaikan tangan pada Ais, ais juga membalas lambaian tangan suaminya dengan meneteskan air matanya.
" Ais gak boleh nangis, Ais gak boleh cengeng, harus kuat, ingat pesen abang." Ucap Ais lirih
Begitu suaminya sudah tidak terlihat Ais langsung pulang menuju rumahnya dulu untuk mengambil baju baru kerumah Mommy.
Setelah sampai dirumah Mommy Ais langsung masuk ke dalam kamar suaminya yang dulu ditempati saat suaminya belum menikah, Ais membuka laci terdapat banyak album foto, Ais mengambil salah satu album foto dan melihatnya, di dalam album dan memandang foto Juna waktu Juna masih Tk, Sd, SMP, SMA dan Kuliah, setelah membukan album foto Ais mengambil ponselnya lalu mefoto saat pose Juna yang lucu-lucu untuk menjahili suaminya saat nanati suaminya sudah pulang
Ais yang membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur memikirkan suaminya kok sampai jam segini belum memberi kabar sama sekali, saat Ais melamun suara ponsel Ais berbunyi, Ais yang mengambil ponselnya dengan malas langsung semangat saat melihat nama orang yang menelpon ponsel Ais, Abang Cogan
" Salam dulu dek,!" Ucap Juna
" Hehheehe, Assalamulaiakum abang."
" Wa'alaikumsalam sayang, lagi apa?." Tanya Juna
" Lagi mikirin abang," Jawab Ais jujur dan polosnya
Yang disana Juna tertawa mendengar jawabnan istrinya
" Abang kenapa senyum, apa adik nggak boleh mikiran abang?." Tanya Ais dengan cemberut
Juna yang mendengar pertanyaan istrinya langsung menghentikan tawanya
__ADS_1
" Abang suka sayang, abang tertawa karena senang mendengar kalau adik lagi mikirin abang, abang juga lagi mikirin adik," Jawab Juna
" Abang kenapa baru telp adik jam segini? tadi abang nyampek jam berapa? abang sudah makan? abang sudah mandi? abang sudah sholat?." Ais bertanya secara bertubi-tubi
" Sayang kalau tanya satu-satu dong, abang bingung mau jawab yang mana." Jelas Juna
" Hehehehe, maaf bang."
" Iya gak papa sayang, abang bahagia banget mendengar kekawatiran adik pada abang, maaf ya abang abru kasih kabar adik jam segini, tadi setelah keluar dari bandara, perusahaan menelpon Pram bertanya apa sudah sampai apa belu, ternyata Klien ada yang meminta mengajukan jam pertemuannya karena akan kembali ke negara asalnya pada waktu sore hari, setelah selesai meeting abang ke perusahaan untuk mengadakan rapat dan meneliti apa kendala yang diamali oelh perusahaan, abang sudah makan, tapi abang belum mandi dan belum sholat isya' juga karena setelah abang sampai di kamar hotel abang langsung telp istri abang yang genit, centil, cerewet, cantik dan menggoda ini agar tidak kawatir sama abang," jelas Juna panjang lebar
Ais yang mendengar kalau suaminya mengatai dia, Ais langsung protes
" Meskipun apa yang abang katakan tadi bener, tapi abang suka kan sama sifat adik?." Tanya Ais
" Iya abang suka sayang, malah abang bahagia karena abang menikahi seorang bidadari yang sangat sempurna buat abang,"
Ais yang mendemngar langsung menundukkan kepalanya karena malu
' Sayang abang tutup dulu ya telpnya, abang mau mandi dan sholat dulu, badan abang sudah gatal-gatal."
" TApi bang adik masih kangen!." Ucap ais dengan manja
" Iya sayang, abang juga kangen, tapi abang harus mandi dan absen pada sang maha pencipta, agar abang selalu diberi kesehatan untuk membahagikan istri abang yang cantik ini."
Ais mendadak tersipu malu," BAik bang, ya udah abang juga istirahat ya, bye abang, muaaaaah, Assalamualaikum." Ais menutup telpnya
" Iya sayang, muaaaah Wa'alaikumsalam." JAwab Juna
🌷🌷🌷
Jangan luoa Like, Vote, Rate, Favorite, dan tips ya
__ADS_1