
Sandi selalu menuruti apapun keinginan istrinya, jika Kayla tidak mengizinkannya untuk pergi ke kantor dia tidak akan pergi dan Riko yang akan menanggung pekerjaab yang lebih karena bosnya tidak ke kantor, untung Riko orangnya cekatan dan bisa di andalkan jadi pekerjaan Sandi selalu beres jika di tangan dirinya
Sandi juga tidak segan-segan memberi bonus lebih kepada Riko, walau pun kadang harus sering kena semprot Sandi
Hari demi hari di lalui oleh mereka berdua dengan sangat bahagia
Kayla semenjak mau tidur sudah merasakan kontraksi di perutnya, usia kandungannya sudah masuk delapan bulan, mommy pernah bilang kalau mengandung kembar perasalinannya lebih cepat dengan di bandingkan dengan persalinan bayi satu, dokter pun berkata sama seperti mommynya
Kayla sering mendapat cerita dari mommy dan mama mertuanya soal melahirkan yang di butuhkan adalah ketenangan dan keyakinan jika kita bisa melahirkan anak-anak kita dengan selamat dan sehat, yang sedikit bawel adalah mommynya yang selalu memberikan ilmu-ilmunya saat akan mendekati kelahiran, karena mommy bilang kalau mommy sangat cemas, mengingat seperti dirinya dulu saat mengandung ke 4 anaknya, Mommy dan mama akan menemaninya saat melahirkan nanti
Sandi sangat khawatir dengan keadaan Kayla, kontraksinya terjadi setiap setengah jam sekalu." Sayang kita ke RS sekarang ya." Pinta Sandi
" Nanti saja mas, ini belum waktunya melahirkan memang kata dokter ini akan sering terjadi setelah mendekati waktu melahirkan." Jawab Kayla sambil menahan sakit, tapi Kayla berbicara dengan senyum manisnya agar suaminya tidak terlalu khawatir dan semuanya akan baik-baik saja
" Tapi ini sudah sering banger sayang, mas khawatir sama adik sayang."
" Mas, Kayla baik-baik saja, aduhhh." Kayla merasakan kontraksi kembali setelah setengah jam berikutnya
__ADS_1
" Sayang.....sayang..... mas tidak tenang sayang."
" Maaaasss..... huhhhhhh." Kayla mengatur nafasnya
" Sakit sayang..." Sandi mengusap punggung Kayla dengan sangat pelan
" Sudah hilang mas, Kayla mau senderan mas." Pinta Kayla
" Sini sayang." Sandi menjadikan dirinya untuk sandaran Kayla, di usapnya perut Kayla dan di bacakan sholawat oleh Sandi membuat Kayla tenang dan rasa sakitnya mulai hilang
" Iya mas, Kayla tiduran biasa saja ya mas, Kasihan mas nanti pasti sakit semua badannya."
" Tidak apa-apa sayang, ini si dedek diam kan kalau di usap sama mas, mereka kangen sayang sama ayahnya."
" Iya mas, sudah dua hari mas pulangnya terlambat." memang sudah dua hari ini Sandi selalu pulang terlmbat, semalam saja sekitar pukul 10 malam baru sampai rumah dan saat itu Kayla sudah pasti terlelap
" Maafin mas ya sayang, karena ada meeting penting."
__ADS_1
" Iya mas, yang marah bukan bundanya tapi dedeknya di dalam kangen sama ayahnya."
" Tidur sayang, mas usap-usap lagi ya."
Kayla mulai merasakan ngantuk di matanya, lama semakin lama dia pun terlelap dengan tubuh masih bersandar pada dada Sandi, baru sekitar 15 menit Kayla terbangun kembali karena merasakan kontraksi
" Aduh.... mas kok semakin kenceng ya?."
" Sakit lagi ya sayang, kita ke RS sekarang ya."
" Mas,...aduh.... sakit mas." Kayla memegang perutnya bagian bawah dan Sandi meraih ponselnya untuk menghubungi mamanya serta mommynya, Karena Sandi masih di buat sandaran oleh Kayla
Sandi menutup telp dari mamanya dan sekarang dia menelpon mommynya
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1