CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 176


__ADS_3

Setelah mengganti seprri, Lian juga masuk ke kamar mandi, Ica kaget setengah mati, karena tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, siapa lagi kalau bukan suaminya, Lian yang memeluk istrinya dari belakang, merasakan ketegangan lagi setelah melihat tubuh istrinya yang sangat mulus itu, Ica yang sedang enak-enaknya merasakan tubuhnya berendam, merasakan ada sesuatu yang aneh di balik punggungnya, Ica langsung memegangnya, ternyata dan ternyata,


" Ahhhhhhhhhhhh." Lian mendesah dengan sangat lirih dan itu membuat Ica bingung, setelah mendengar suami mendesah Ica melihat apa yang dia pegang, Ica sangat kaget setelah melihat yang di pegangganya itu, ternyata Ica memegang tongkat ajaib milik sang suami


" Sayang," Ucap Lian dengan berat


" Abang kenapa tongkat abang bangun." Ucap Ica


" Gak tahu dek, tapi setelah berdekatan dengan adik, tiba-tiba bangun sayang, dek." Ucap Lian dengan suara beratnya, yang ingin segera menyalurkannya


" Iya bang, silahkan,." Jawab Ica kepada Lian, Ica memberikan ijin pada Lian untuk segera menyalurkan, meskipun masih sakit tapi melihat tatapan penuh harap dari suaminya, Ica tidak bisa membiarkannya


Lian yang mendapat ijin dari istrinya sangat senang." Tapi sayang kan katanya masih sakit, sudah tidak apa-apa, abang bisa menahan kok sayang." Jawab Lian

__ADS_1


" Lakukan bang, adik adalah ladang pahala yang sah milik abang." Ucap Ica


Tanpa fikir panjang Lian mulai menyingkar rambut-rambut Ica dan mulai mencium telingan Ica terhebih dahulu, dari telinga turun ke bawah, tangan Lian sudah tidak bisa di kondisikan lagi, Lian mulai meraba apa yang ada di depannya, mulai meremas bukit kembar Ica dan meinkan puncak bukit, Ica yang mendapat sentuhan seperti langsung menegang,


" Bang, Ahhhh." Kata pertama yang keluar dari bibir Ica


" Iya sayang, keluarkan saja dek, abang suka." Ucap Lian langsung di telinga Ica sambil menjilatnya dan terus-menerus memberi sentuhan pada istrinya semakin dalam


" Bang, adik." Ucap Ica


" Ica dah gak tahan bang." Jawab Ica


" Keluarkan sayang,." Ucap Lian yang merubah posisi Ica yang sebelumnya membelakangi Lian sekarang Ica menghadap Lian. Lian yang merasa ladang pahalanya sudah siap dan sedikit basah, Lian langsung mengancang-ancang ingin memasukkan tombanknya

__ADS_1


" Ahhhhhh." Teriak Ica


" Tahan ya sayang, punya adik kok masih sempit banget sih,." Ucap Lian yang masih belum bisa masuk secara sempurna


" Bang, bang bang." Panggil Ica, Lian merasakan ada lahar panas yang keluar dari ladang Ica menandakan kalau Ica sudah siap


" Tidak apa-apa sayang, keluarkan, sebentar lagi abang juga dah siap kok


" ehhhhh." Ucap Lian setelah berhasil masuk ke ladangnya, Lian menaik turunkan senjatanya, pertama sangat pelan, semakin lama kenikmatannya semakin menjadi, ritme yang awalnya pelan, semakin menjadi, teriakan dua insan yang saling jatuh cinta, mengagumi itu menggema di kamar hotel berbintang 5 yang sudah di siapkan oleh Arjuna untuk adik dan adik iparnya memadu kasih, tidak ada yang mau mengalah, mereka berdua beradu untuk saling memuaskan pasangannya, hampir 1 jam keringat mereka saling memenuhi tubuh mereka, kasur yang sudah tertata rapi sekarang sudah menjadi tidak karuan lagi bentuknya,


" Ahhhhhhh." teriak mereka berdua,


Setelah selesai pelepasan Lian menggendong Ica ke kamar mandi untuk mandi karena waktu untuk sholat subuh sudah mepet,......

__ADS_1


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


__ADS_2