CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 167


__ADS_3

" .......selalu merasa cukup dari semua usaha yang sudah dilakukan serta menjauhkan diri dari rasa yang tidak puas’.



Membangun Sikap Toleransi



Paling penting, yang perlu difahami dan dilakukan bahwasa hidup dengan orang lain adalah dapat menjaga diri yaitu sikap toleransi (akhlaq); baik dengan suami atau istri, mertua, kakak-adik ipar, tetangga, dan lain sebagainya yang jelas-jelas memiliki karakter berbeda-beda.


Maka, hal ini harus bisa dilakukan oleh semua pihak untuk menjaga toleransi, bukan hanya dilakukan oleh pengantin (menantu) saja. Ketika seorang tidak dapat menjaga toleransi ini maka ibarat bumi yang lebar terasa sempit. Seperti dalam lirik yang dibawakan oleh Nisa Sabyan dengan judul Deen Assalam;


كَلَّ هَذِى الاَرْضِ مَاتَكْفِيْ مَسَاحَةْ ¤ لَوْ نَعِيْشِ بِلَاسَمَاحَةْ


وَانْ تَعَا يَشْنَا بِحَبْ ¤ لَوْ تَضِيْقِ الاَرْضِ نَسْكَنْ كَلَّ قَلْبْ

__ADS_1


***


اَبْتَحِيَةْ وَبْسَلَامْ ¤ اَنْشُرُوْا اَحْلَى الْكَلَامْزَيْنُوْا الدِّنْيَا حْتِرَامْ


اَبْمَحَبَّةْ وَابْتِسَامْ ¤ ااَنْشُرُوْا بَيْنِ الاَنَامْهَذَا هُوْا ديْنَ السَّلَامْ


Maksudnya, bumi ini tidak cukup luas, andai kita hidup tanpa toleransi. Padahal, andai kita hidup dengan toleransi (perasaan cinta), yakni saling menghargai tidak peduli tua dan muda. Meski bumi sempit, maka hidup kita akan terasa luas. Jika buminya luas, tapi kita hidup tidak dipenuhi dengan akhlaq yang baik, maka bumi (rumah) yang luas (megah) itu seperti kita hidup di atas bara api. Sebaliknya, jika kita hidup dipenuhi dengan cinta kasih, menghormat orang lain, walaupun rumah sesempit apapun maka rasanya nikmat, atau seakan bumi luas.




Setiap kali berbicara maka ucapkanlah yang baik. Bagi seorang istri diharapkan berbahasa “jawa-krama” yang halus terhadap suaminya. Sebab, hormatnya seorang istri terhadap suami akan tetap terjaga. Andaikata cekcok mulut antara suami-istri, maka akan dipastikan sulit mencari bahasa yang kasar ketika mamakai bahasa “jawa-krama” (bagi orang jawa). Kenapa perlu berbahasa yang sopan terhadap suami? Syukur-syukur suami juga berbahasa halus dan sopan juga terhadap istrinya.


Dengan demikian, dapat dipastikan anaknya pun akan terbiasa menggunakan bahasa yang halus dan sopan, serta lebih hormat kepada orang-tuanya. Jika hal ini diterapkan dalam suatu keluarga, baik istri terhadap suami, sebaliknya, suami terhadap istri sama-sama saling menghormati. Maka, hadzahu din assalam ‘inilah agama perdamaian’. Selain itu, Suami-istri harus menanamkan rasa cinta dan senyuman.

__ADS_1



Hirarki Penghormatan antara Suami-Istri



Terakhir, dalam aturan agama. Hirarki penghormatan dan ketaatan laki-laki dan perempuan itu berbeda. Bagi perempuan, ketika masih dalam asuhan orang-tuanya, kewajiban taat dan hormatnya kepada orang tua (setelah Allah dan rasul-Nya).


Tetapi, ketika perempuan sudah menikah, ia harus mendahulukan ketaatannya kepada suami; baru kemudian orang-tuanya. Tapi beda dengan laki-laki, meskipun sudah menikah, pertama yang tetap dihormati dan ditaati adalah orang tuanya sendiri, terutama ibu (setelah Allah dan rasul-Nya).


Dengan demikian, orang-tua yang bijak harus bisa mengajarkan hal ini (mendahulukan suami daripada orang-tua) kepada putrinya, terutama ketika putrinya telah menikah.


Terima kasih atas semua waktu yang sudah di berikan kepada saya, dan saya mohon untuk kedua mempelai pengantin baru untuk melaksanakan apa yang di ajurkan oleh Agama dan jauhi apa yang sudah di larang oleh Agama, semoga pernikahan kalian menjadi menjadi keluarga Sakinah, Mawadah dan Warohmah, Amiiin" Ucap Pak Kyai


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...To be continued...


__ADS_2