CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 232


__ADS_3

Dengan menggunakan WO ternama Irsyad mendekor Hotel abang ipar nya dengan banyak warna putih, sedangkan untuk pakaian Irsyad dan Sindi sudah di siapkan oleh kakak perempuan nya, siapa lagi kalau bukan Kayla.


Suasana di sore hari yang cerah pernikahan kedua kali nya di langsungkan, nampak para tamu yang hadir begitu menikmati dekorasi yang di dominasi warna putih tersebut.


Tidak lupa Sindi juga mengundang bibi yang dulu bertugas membantu nya saat Irsyad mendapatkan tugas luar kota yang di Malang, Sindi berjalan di apit oleh mommy dan mama.


Terlihat di sebuah panggung kecil Irsyad sedang duduk berhadapan dengan para saksi pernikahan nya, papa Angga kembali menikahkan putri sulung nya untuk ke dua kali nya dengan laki laki yang sama, dengan sekali tarikan nafas Irsyad berhasil meminang Sindi untuk ke dua kali nya.


Sorak dan tepuk tangan hadirin Memeriahkan acara sore itu, Sindi merasa sangat beruntung bisa di pertemukan dengan laki laki yang menjadi suami nya saat ini. Acara pernikahan itu berlanjut sampai malam hari, dengan pesta berbeque dan kembang api membuat suasana malam ini terasa hangat karena tamu undangan nya hanya untuk keluarga dekat saja, suasana nya begitu akrab. Mungkin karena lelah dan terabaikan Omar menangis sejak tadi, Sindi bahkan sudah Kebingungan untuk menenangkan bayi nya itu, dengan sigap Irsyad mengambil Omar dari pangkuan Sindi dan menggendong nya, dan ternyata Omar terdiam begitu saja dalam pelukan papi nya. "Omar saja tahu kalau pelukan papi nya selalu membuat nya nyaman, tapi kok aku heran ya mami nya Omar belum mau di peluk sama papi nya Omar." Irsyad menggoda istri nya. "Abang ini bicara apa sih bang." Sindi merasa malu karena Irsyad berkata sangat terbuka sekarang. "Kata mami, tunggu Omar bobok dulu baru mami mau di peluk sama papi ya sayang, mangka nya Omar cepat bobok ya." Irsyad kembali menggoda dan lihat saja, Sindi sudah tersenyum merona hanya dengan kata kata yang di ucapkan oleh suami nya. Sudah tengah malam tapi Omar justru terus terjaga, seolah olah Omar mengerti kalau mami papi nya menanti nya tertidur.

__ADS_1


Tiga bulan berikut nya


Setelah tiga bulan pernikahan kedua nya, akhir akhir ini Sindi merasakan tubuh nya sangat lah lemah, beberapa kali ia merasakan pusing di saat pagi hari terkadang ia juga merasakan mual yang amat menyiksa nya.


Saat ini usia Omar baru menginjak 6 bulan, dia sudah mulai cerewet beberapa kata sudah bisa di ucapkan nya seperti memanggil Sindi dengan sebutan mami, Sindi merasa sangat bahagia, kini kehidupan keluarga kecil nya sudah sempurna seperti impian nya.


Dari kejauhan Irsyad melihat Sindi sedang menggendong Omar menuju ke arah nya, "Betapa bahagia nya Ia, kalian adalah anugerah untuk abang yang Allah berikan." Ucap Irsyad dalam hati nya.


Dengan merenggangkan tangan nya Irsyad menyambut jagoan kecil nya, terdengar suara tawa Omar saat berhasil mendarat dengan sempurna di pangkuan papi nya,

__ADS_1


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...

__ADS_1


__ADS_2