
" Siapa yang membuatnya bang?." Tanya Ais yang baru saja tiba di meja
" Tadi pelayan Villa yang membawakannya kesini, mungkin karena mereka melihat kita ada disini, jadi membawakan ini untuk kita, kuenya enak loh sayang," Ucap Juna sambil menunjukkan kue yang dipegangnya.
" Oya? ternyata para pelayan disini cukup perhatian ya dengan kita bang, tanpa diminta pun tetap melayani kita," Ucap Ais yang kagum dengan para pelayan di Villa
" Hmmmm," Juna menganggukkan kepalanya
" Jangan lupa dicoba kuenya, pasti adik suka," Sambung Juna
" Ya," Jawab Ais
Ditengah-tengah pembahasan mereka tentang kue tradisional yang dimakannya, tiba-tiba saja Pram datang menghampiri mereka, kini Pram sudah berdiri di samping Juna sambil melemparkan senyum hangatnya.
" Gimana Tuan, apa Bos dan Nyonya Aisyah nyaman berada di tempat ini?." Tanya Pram
" Lumayan," Jawab Juna
" Wah, kelihatannya Tuan dan Nyonya sangat menikmati kue tradisonal khas kota tersebut." Pram memperhatikan ke arah meja yang ada di samping Juna.
" Ya, tadi pelayan yang membawakannya kesini, kamu tahu Pram, kue ini enak banget sekali, Aku dan Ais menyukianya, Ucap Juna
" Syukurlah jika Tuan dan Nyonya menyukainya," Pram terlihat lega.
" Oiya, apa Tuan dan Nyonya mau berkeliling di kota ini nanti sore?," Tanya Pram
" Bagaimana sayang, Adik udah enakan?," Tanya Juna, namun sorot matanya syarat akan makna. Senyumnya tiba-tiba saja terlihat aneh menurut Ais.
" Bang, bisakah jangan memulainya didepan Pram." Guman Ais dalam hati
" Ais udah mendingan kok, Jadi Ais setuju untuk jalan-jalan sore ini,' Jawab Ais
" Nyonya Ais sedang sakit? kenapa tidak bilang? saya tau klinik terdekat sini loh," Ucap Pram
__ADS_1
" Ais sakit karena kemauannya, jadi tidak perlu ke klinik, nanti akan baikan sendiri." Jawab Juna
" Haha, sya mengerti, Ya sudah, silahkan Tuan dan Nyonya melanjutkan bersenang-senang selama disini, saya pamit keluar dulu, nanti sore selesai sholat Ashar kita berkumpul diteras depan," Ucap Pram, Pram seolah-olah mengerti dengan maksud dari kata-kata Juna tadi, sehingga membuatnya tertawa saat membayangkannya. Kini Pram pun pamit pergi agar Juna dan Ais bisa dengan bebas menikmati waktunya.
πΉπΉπΉ
Sore hari sesuai dengan apa yang dijanjikan, setelah melaksanakan sholat Ashar, Ais dan Juna kini bersiap-siap untuk pergi mengitari tempat-tempat yang romatis, setelah bersiap-siap kini mereka turun bersama-sama, Sore ini Ais memakai gamis berwarna Pink dipadu padankan dengan hijab abu-abu miliknya, Hati Juna dibuat tak karuan olehnya, didalam hatinya Juna tak henti-hentinya bersyukur karena di anugerahi wanita secantik seperti Aisyah.
Setibanya di teras depan Villa, disana Pram tampak sedang menunggu mereka, Pram terlihat sangat tampak saat itu dengan kemeja warna garis abu-abu yang dikenakannya.
" Wah Pram! sore ini kamu tampan sekali," Puji Ais, sehingga membuat Pram tersipu karenannya
" Nyonya bisa saja." SAhutnya, Pram merasa tersanjung saat ini, Namun tidak dengan seseorang yang ada disana, sepertinya dia tidak senang saat mendengar Ais memuji Pram.
" Ekhm....JIka di bandingkan dengan abang menurut adik siapa yang lebih tampan? Tanya Juna, saat ini Juna menatap Ais dengan tatapan tajam, sehingga membuat Ais bingung karenanya
" Ada apa dengan abang? kenapa abang menatapku seperti itu, Apa abang marah padaku, tapi karena apa, mungkinkah abang cemburu." Ais menebak-nebak didalam hati
"Jika dibandingkan dengan Abang siapa yang lebih tampang." Ucap Juna, namun kali ini tatapannya berubah mematikan
" Tuh kan bener, abang cemburu." Ais berbicara lagi dalam hatinya sambil memegang tangan Juna
" Jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain, karena bagi Ais di dunia ini abang adalah laki-laki tertampan nomor dua di hati Ais," Ucap Ais
" Apa????? kenapa no dua ???? terus siapa yang nomor satu?." Juna terdengar protes
" Abang yakin ingin tahu?." Tanya Ais dengan tersenyum
" Ya." JAwab Juna dengan singkat karena sudah kesal sama Ais
" Laki-laki tertampan no satu adalah bapak Ais, hahahaha." Ais tertawa dan terlihat sangat puas karena bisa melihat wajal kesal suaminya, sedangkan Pram memilih menghindar tak ingin terlibat lebih jauh dengan perdebatan antara sepasang suami istri tersebut.
Setelah smapai ditempat tujuan, Ais dan Juna disugukan suasana pedesaan yang sangat indah, mereka berdua menikmati suasana indah tersebut, setelah lelah berkeliling mereka berdua akhirnya memutuskan untuk pulang karena waktu juga sudah mau larut malam.
__ADS_1
πΉπΉπΉ
setelah sampai dirumah mereka langsung istirahat karena besok siang mereka akan segera pulang dari Honeymoonnya
πΉπΉπΉ
Ais dan Juna sudah sampai dirumah Pamungkas pada sore hari. disana sudah disambut oleh keluarga besarnya, Ais mengeluarkan semua oleh-oleh untuk keluarganya, Ais yang sibuk membagikan oleh-olehnya, Daddy mendekati Juna
" Bang, gimana sukses?." Tanya Daddy dengan Ambigu
Juna yang mendengar pertanyaan Daddy yang ambigu mengerutkan dahinya
" Ampuhkan yang diberikan oleh Daddy?." Tanya Daddy lagi
Juna yang paham maksud Daddynya langsung menjawab
" Abang tidak mau pakai itu Dad, Abang bisa usaha sendiri, tanpa itu abang bisa membobol gawangnya Dad, meskipun harus bercucuran keringat karean terlalu sempit," JAwab Juna blak-blakan pada Daddy
" Haahhahahaha, Siiip itu baru jagoan Daddy, Daddy dulu juga kesulitan, sampai sekarang pun masih sempit meskipun sudah melahirkan adik-adik abang, Abang sudah mengambil mahkota seorang perempuan, pesan Daddy apapun situasi dan kondisi abang jangan pernah meninggalkan dan membuat Ais menangis, karena Ais sudah memberikan sesuatu yang berharga pada dirinya, ingat ya Boy." Ucap Daddy
" Siap Dad, Abang akan selalu mengingat semua pesan-pesan yang di sampaikan untuk Abang, dengan sekuat tenaga Insya Allah abang akan menjaga Ais sampai maut memisahkan kita Dad." JAwab Juna
" Bagus bang. itu juga janji Daddy pada mommy, Mommy tidak tahu ini, janji ini Daddy tanamkan pada hati, jantung dan fikiran Daddy, di luar sana pasti akan banyak sekali godaan bang, jadi tanamkan janji abang untuk Ais pada hati, jatung dan fikiran abang, Insya Allah, Allah akan selalu menjaga Kita di jalan Allah bang."
" Iya Dad, terima kasih atas nasehat Daddy."
Setelah selesai berbicara, semuanya masuk ke kamar karena sudah malam sedangkan Juna dan Ais pulang kerumah untuk menyiapkan semua kebutuhan Juna yang akan dibawa esok hari
Setelah sampai rumah, Ais langsung masuk kedalam kamarnya untuk memberiskan diri dan mengganti piyama tidurnya. setelah itu Ais menyiapkan semua kebutuhan Juna di dalam koper dan diletakkan di tepi almari agar besok Juna tidak lupa untuk membawa keluar kamar. Ais dan Juna istirahat dengan berpelukan erat, Juna mencium semua wajah istrinya tanpa terlewatkan, begitu juga dengan Ais melakukan hal sama pada Juna
π·π·π·
Dukung terus ya kak, cerita saya, jangan lupa untuk Like,Vote, Rate, Favorite dan Tipa ya kanβ€π
__ADS_1