
Jevin dan Sammy saat ini tengah berada di Restoran Grand Palace. Jevin dan Sammy duduk berhadapan dengan dua orang satu perempuan dan satu laki-laki. Tampak perempuan yang di perkirakan berusia 23 tahun tersebut mengenakan pakaian yang cukup minim dengan kemeja dua kacing teratas sengaja tidak di kancingkan di padu dengan rok mini. Dan laki-laki paruh baya yang berada di sampingnya mengenakan kemeja berwarna hitam.
"Jadi apa maksud anda dengan anda yang tidak mempercayai jika saya yang menolak proposal yang anda ajukan." Ucap Jevin serius, dia menatap mereka berdua dengan tatapan datarnya.
Laki-laki paruh baya yang ada di depan Jevin menegakkan pungungnya dan berdehem. "Ehemm.. Sudah lebih dari 20 tahun keluarga anda dan keluarga saya menjalin hubungan. Saya tidak percaya anda akan mencederai hubungan keluarga kita dengan menolak proposal yang perusahaan saya ajukan." Ucap pria tersebut percaya diri.
Jevin mengangkat sebelah alisnya, menatap pria yang ada di depannya dengan tatapan tidak percaya.
'Percaya diri sekali anda, sudah tua tapi menyusahkan diri sendiri.' Gerutu Jevin dalam hati.
"Tuan Satya Bhakti, memang benar Keluarga Purnomo dan Keluarga Bhakti sudah menjalin hubungan sudah sangat lama. Tapi anda jangan lupa, jika ini adalah bisnis. Bisnis is bisnis right, jadi tidak ada istilahnya hubungan keluarga dan hubungan bisnis di campur menjadi satu. Itu sangat tidak profesional tuan. Apa lagi point yang anda ajukan di proposal tersebut sangat amat merugikan perusahaan saya. Anda pikir hubungan keluarga kita jauh lebih penting dari perusahaan saya, tidak sama sekali." Ucap Jevin tajam.
Pria yang bernama Satya Bhakti tersebut sontak saja terkejut. Dia tidak menyangka akan mendapat jawaban yang sangat menohok dari seseorang yang bahkan jauh lebih muda darinya. Satya mengepalkan tangannya berusaha menahan amarah yang bergejolak di hatinya. Dia merasa sangat terhina dengan apa yang di katakan oleh Jevin.
'Sialan, rupanya dia tidak mudah di bodohi. Anak ingusan saja gayanya sudah selangit.' Umpat Satya.
Satya berusaha tetap tenang dan tersenyum meski tengah menahan amarah yang membumbung tinggi. "Bukan seperti itu nak Jevin, mungkin ada kesalahan di proposal yang anda terima. Saya tidak mungkin mengajukan kerja sama yang justru akan merugikan anda." Ucap Satya dengan wajah tegangnya.
Jevin menatap Satya dengan tatapan dinginnya. "Sammy, berikan berkasnya proposal yang di ajukan oleh PT Amathyz." Ucap Jevin dingin.
Sammy langsung memberikan propisal yang di ajukan oleh PT Amathyz kepada Jevin. "Ini tuan."
Jevin menerima proposal tersebut dan meletakannya di depan satya. "Baca! Lihat apakah itu akan membuat saya rugi atau untung." Ucap Jevin dingin, memerintahkan Satya agar dia segera membacanya untuk menganalisisnya.
Satya mengambil berkas di depannya dan membacanya. Kemudian dia menengok ke arah perempuan yang ada di sampingnya, mereka berdua saling menganguk dan menatap Jevin.
__ADS_1
"Maaf tuan, ini memang proposal yang di ajukan oleh perusahaan saya. Tapi isinya tidak sesuai dengan apa yang sudah saya perintahkan. Mungkin staf saya yang tidak terlalu teliti hingga membuat kesalahan seperti ini." Ucap Satya sembari meletakkan berkas tersebut ke meja.
"Sangat ceroboh, apa anda tidak membacanya dengan teliti sebelum menandatanganinya." Ucap Jevin degan tajam.
'Ckk.. Anda pikir saya tidak tahu kelicikan anda pak tua.' Batin Jevin geram dengan tingkah Satya.
Satya langsung tersentak saat mendengar perkataan tajam dari Jevin. Lagi-lagi dia di buat terperangah dengan Jevin yang sangat kritis dalam menyikapi. Dia tidak menyangka jika Jevin yang sering dia lihat slengean akan sangat sekritis ini. Dia bukan lawan yang mudah di bohongi dan di manipulasi.
'Sialan, lagi-lagi dia menanyakan pertanyaan yang sangat menohok. Rupanya saya terlalu meremehkannya.' Batin Satya geram dengan Jevin yang selalu saja mampu menemukan celah dari kelicikannya.
"Jadwal saya sangat padat sekali. Jadi mungkin saat itu saya sangat terburu-buru hingga saya langsung menandatanganinya tanpa membacanya terlebih dahulu." Ucap Satya,berusaha tetap tenang.
'Dasar belut beludak, sekali berkelit akan selalu berkelit.' Batin Jevin kesal.
Jevin menyeringai tipis. "Waktu tidak akan lari tuan. Hati-hati! Jangan terlalu terburu-buru atau nanti hal tersebut akan sangat merugikan anda. Sangat penting bagi kita untuk membaca setiap berkas yang datang kepada kita dengan teliti. Jangan sampai berkas yang anda tanda tangani adalah berkas pengalihan perusahaan." Ucap Jevin dengan tajam.
'Benar-benar sangat kritis, dia sangat menarik.' Batin wanita tersebut kagum dengan Jevin.
"Maaf tuan, saya janji lain kali saya tidak akan seceroboh ini. Lain kali saya akan jauh lebih teliti dan tenang agar tidak terjadi kesalahan sefatal ini." Ucap Satya, terpaksa dia berpura-pura bersalah dan meminta maaf.
"Saya sudah membaca file proposal yang saya ajukan ke perusahaan anda untuk melihat apa yang membuat anda langsung menolak propisal yang perusahaan saya ajukan. Dan ternyata benar jika staf yang saya tunjuk untuk membuat proposal memang melakukan kesalahan, saya sudah menegur staf tersebut. Saya juga sudah memintanya untuk merevisi proposal tersebut, maka dari itu saya meminta bertemu dengan anda untuk membahas kerja sama sekaligus meluruskan kesalahan yang sudah terjadi, langsung dengan anda pak." Ucap Satya dengan tenang.
'Rencana yang sempurna tua bangka, tapi sayang. Saya tidak mempercayai apa yang anda katakan. Terlau banyak celah dan sangat kentara sekali jika anda sengaja melakukannya. Baik, saya akan mengikuti permainanan anda.' Batin Jevin, semakin geram dengan tingkah Satya.
"Baiklah jika memang seperti itu. Berikan berkas proposalnya kepada saya! Saya ingin membacanya " Ucap Jevin.
__ADS_1
Satya tersenyum tipis, dia melirik wanita yang ada di sebelahnya dan menyuruhnya untuk memberikan berkas tersebut kepada Jevin.
"Cassie, berikan berkasnya kepada Pak Jevin!." Ucap Satya, menyuruh wanita yang benama Cassie, yang juga merupakan putrinya tersebut, untuk memberikan berkasnya kepada Jevin.
"Baik pak." Cassie berdiri membungkuk sengaja memperlihatkan belahan dadanya saat memberikan berkas tersebut kepada Jevin, dia juga dengan sengaja mengelus tangan Jevin sekilas, saat akan mengangkat tangannya setelah meletakkan berkas di hadapan Jevin, seolah-olah itu bukan hal yang di sengaja. Dia mengerlingkan matanya kepada Jevin, berharap Jevin tergoda dengan dirinya.
Sedangkan Jevin yang di goda pun hanya memperlihatkan wajah datarnya. Tidak perduli dengan tingkah Cassie yang terang-terangan berusaha menggodanya. begitu pula dengan Sammy yang hanya memasang wajah datarnya, tidak perduli dengan tingkah Cassie. Baginya selagi tidak menyulut amarah dari Jevin, hal tersebut tidak akan dia perdulikan.
Cassie yang melihat Jevin yang hanya memasang wajah datar dan tidak tergoda pun menjadi kesal. Dia merasa terhina dan terabaikan, selama ini tidak ada yang pernah bisa menolak pesonanya hingga membuatnya sangat yakin jika dia akan mampu menaklukan Jevin dengan mudah.
Dia tidak percaya untuk pertama kalinya ada yang menolaknya dengan cara yang sangat menghina seperti Jevin. Jevin bahkan tidak meliriknya sama sekali, dia justru lebih memilih untuk membaca berkas yang di berikannya.
Kekesalannya semakin menjadi saat melihat respon Sammy, sekertaris sekaligus tangan kanan Jevin yang bersikap sama dengan Jevin
'Sialan, dia punya masalah mata atau apa sih. Sampai seorang Cassie yang mempesona dan sexy dia abaikan.Ini juga asisten sialannya yang juga sama saja. Tapi tidak apa-apa, cepat atau lambat kalian akan jatuh ke pesona yang aku miliki. Dan saat kalian sudah jatuh ke pesonaku aku akan membuat kalian saling bermusuhan karena memperebutkan ku.' Batin Cassie, kesal dengan tingkah mereka berdua.
Cassie duduk dengan muka merah padam menahan kekesalan kepada Sammy dan Jevin yang tidak melirik kepadanya sama sekali. Seakan-akan dirinya tidak ada.
Satya yang melihat kekesalan dari putrinya pun menatapnya seakan menenangkannya.
"Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja. Lain kali dia pasti akan luluh." Ucap Satya tanpa suara.
Cassie menganggukan kepalanya, berusaha memendam rasa kesal dan marah yang menyelimutinya akibat di abaikan oleh dua orang sekaligus.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya teman-teman 😘😘