CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Myesa


__ADS_3

" Iya bang, terserah abang saja." Jawab Mesya dengan tersenyum.


" Kita pulang sekarang ya bang, nanti ibu nyariin kita, ini juga hampir mau magrib juga bang." Ajak Mesya.


" Ya sudah yuk kita pulang." Ajak Ray langsung mengenggam tangn Mesya menuju luar halaman. Mereka berdua pun pulang kerumah setelah Menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit, Ray dan Mesya sampai di rumah, ternyata di dalam rumah sudah ada ke dua kakak ipar nya.


Kepindahan mereka ternyata lebih di percepat lagi, karena surat surat mereka sudah lengkap.


" Assalamualaikum." Ucap salam Ray dan Mesya saat masuk ke dalam rumah.


" Waalaikumsalam." Jawab semua orang yang ada di dalam rumah.


" Dek aku kangen." Ucap kakak perempuan Ray yang berlari menghampiri Mesya.


" Ehhhh kak, jangan lari kamu lagi hamil." Ucap ibu yang was was melihat putri pertama nya berlari.

__ADS_1


" Kakak hamil?." Tanya Mesya dan mendapat anggukan kepala dari kakak ipar nya.


" Masya Allah kak, selamat ya." Ucap Mesya sambil membelai perut kakak ipar nya itu.


" Iya bu, kakak lupa kalau sedang hamil." Jawab nya.


" Iya sayang hati hati dari tadi ia sudah gelisah Ray, nunggu Mesya, tumben jam segini baru pulang Ray." Sapa kakak ipar pada Ray.


" Iya kak, tadi sepulang dari kantor jemput Syasya lalu kita pergi ke rumah yang akan di tempati oleh kita berdua." Jawab Ray.


" Alhamdulilah sudah, mangka nya ngajakin Syasya kesana, rencana nya Ray mau ngisi rumah jadi minta tolong Syasya untuk cek rumah dulu baru beli perabotan, biasa nya kalau rumah dapat sentuhan tangan dari perempuan, pasti nya akan hidup." Ucap Ray.


" Oh gitu." Jawab mereka semua yang ada di sana.


" Sudah berapa bulan kak?." Tanya Mesya.

__ADS_1


" Alhamdulilah sudah masuk bulan ke 3, kakak juga tidak tahu dek kalau akan di beri amanah lagi, kakak sibuk dengan kerjaan sampai lupa kapan terakhir tamu bulanan datang, apalagi suami kakak pompa terus." Jawab nya.


" Sayang." Ucap kakak ipar Ray yang malu dengan ucapan vulgar dari istri nya.


" Mas ngapain malu sih, mereka berdua pasti nya tidak akan kalah dari kita, adik sangat yakin kalau mereka pasti nya membuat keponakan kita itu pagi siang dan malam, ah aku tidak yakin kalau hanya 3x, bisa bisa ada waktu senggang sedikit pasti pompa terus, benar tidak Ray?." Tanya nya lagi tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.


" Ah kakak memang benar deh, aku di kubu kakak sekarang. Ucap Ray dengan santai nya,


Padahal di sana Mesya sedang menahan rasa malu nya terhadap keluarga dari suami nya, sedangkan suamu dari kakak ipar nya pusing, kenapa dari dulu istri nya itu kalau berbicara tidak ada filter nya sama sekali, dan semamin kesini tingkat mesum nta juga semakin bertambah, apa gara gara sekarang lagi hamil, kata orang kalau seorang wanita hamil itu, tingkat hubungan ranjang nya semakin kuat, akhir nya ia hanya bisa membuang nafas berat nya saja.


" Kalian itu apa tidak bisa bicara nya pakai rem, kasihan pasangan kalian, kalau kalian berdua di ajak ke acara penting terus bicara nya tidak di filter mau di taruh dimana muka pasangan kalian, pasti nya sangat malu." ucap ibu.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2