CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 4


__ADS_3

" Mang Joni, saya minta tolong ya, tolong pulang sekarang dan masuk ke kamar Ikbal, tolong ambilkan amplop berwarna cokelat yang ada di dalam kamar anak saya." Ucap mama


" Baik Nyonya, ada lagi Nyonya?." Tanya mang Joni lagi


" Tidak ada mang, kalau bisa cepat ya mang, tapi tetap hati-hati dalam mengendarai kendaraan." Jawab mama


" Baik Nyonya, kalau begitu saya pamit undur diri dulu Nyonta Tuan." Jawab mang Joni dengan membungkukkan setangah badannya


" Iya mas, hati-hati." Ucap mama dan papa


Mama dan papa masih setia duduk di depan ruang ICU tersebut, mereka saling berpelukan, menyalurkan kekuatan agar mereka bisa tegar dan tabah.


Sekitar 1 jam mang Joni sampai di RS, mang Joni langsung menuju ruangan ICU tersebut


" Nyonya Tuan, ini amplopnya." Ucap mang Joni setelah sampai lalu memberikan amplop yang di tugaskan oleh majikannya


" Terima kasih ya mang." Ucap mama


" Sama-sama Nyonya, apa ada yang ingin Tuan dan Nyonya mau, biar saya carikan." Tanya mang Joni


" Tidak mang, mang Joni kembali saja, nanti kalau kita ada yang perlu nanti mang Joni akan kami telp." Ucap papa

__ADS_1


" Baik Tuan, kalau begitu saya pamit dulu."


Mang Joni kembali di tempat parkiran


" Ma kemana Irsyad ya? kita harus segara mencari Irsyad karena tadi Ikbal meminta ingin bertemu dengan Irsyad." Ucap papa


" Iya pa, mama telp Irsyad dulu."


" Hallo Assalamualaikum, iya tante." Ucap Irsyad setelah menerima telp dari mama Ikbal


" Wa'alaikumsalam nak, nak kamu dimana? tadi Ikbal mencari kamu, katanya ingin bertemu dengan kamu nak!!!." Tanya mama Ikbal


" Saya ada di ruangan tante, ini saya lagi membahas kondisi Ikbal dengan semua dokter yang menangani Ikbal."


" Sebentar lagi ya tante, setelah selesai saya akan langsung ke sana." Jawab Irsyad


" Iya nak, kalau begitu terima kasih, Assalamualaikum."


" Wa'alaikumsalam." Jawab Irsyad setelah itu menutup telp dari mama sahabatnya


Setelah mendengar cerita dari kedua orang tua Ikbal, Irsyad memutuskan untuk tetap tinggal di RS, rasa capek hilang begitu saja setelah melihat kalau sahabatnya sudah sadar dan keluarganya bisa tersenyum kembali

__ADS_1


Irsyad masuk ke ruangan Ikbal dan tidak lupa Irsyad juga menggunakan baju steril, setelah mama keluar dari ruangan Ikbal untuk memberikan amplop cokelat kepada putranya


Setelah masuk Irsyad langsung menghampiri Ikbal


" Cepetan sembuh loe, betah banget loe di ruangan ini, apa gara-gara lihat para suster yang cantik-cantik hm." Ucap Irsyad setelag duduk


Sejak dulu cara bicara mereka sudah seperti saudara kandung bukan lagi seperti sekedar sahabat


Ikbal tersenyum kecik mendengar candaan dari Irsyad


" Syad ada satu hal yang ingin gue sampaein ke loe." Ucap Ikbal dengan suara pelannya


" Iya setelah loe sembuh, buruan sembuh deh, nanti loe bisa curhat semua yang ada di dalam hati loe ke gue, sekarang loe istirahat ya biar cepet sembuh." Ucap Irsyad


" Bukan Syad, rasanya sakit gue yang sekarang akan sembuh." Ucap Ikbal


" Hussttt... janhan mendahului kehendak Allah, pamali tau." Ucap Irsyad, sebenarnya fikirannya sudah tidak karuan,


Di dalam fikiran Irsyad sudah dipenuhi hal-hal yang tidak di kehendaki, tadi di saat di ruangannya semua dokter yang menangani....


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...To be continued ❤️...


__ADS_2