
Sampai pagi datang, mereka sama sekali belum beranjak dari tempat itu, entah salah satu dari mereka sudah ada yang terbangun atau justru tidak tidur sepanjang malam, tidak ada yang tahu, posisi mereka bahkan sejak malam sama sekali tidak bergerak apa lagu berpindah.
Pagi inu jadwal Sindi mengunjungi Dokter kandungan, untuk memeriksakan kandungan nya yang sudah menginjak minggu ke 34, meski kedua nya sedang tidak bertegur sapa, tapi tidak menjadi manusia yang tidak berperasaan meski hati nya masih di liputu rasa cemburu, tetap saja Irsyad mengantarkan Sindi menuju RS karena usia kandungan saat inu dokter menyarankan agar Sindi rutin memeriksakan kandungan nya.
Setiba nya di RS, Irsyad dan Sindi jalab beriringan melewati koridor RS yang cukup panjang untuk mencapai ruangan pemeriksaan kangdungan saat ini.
Setiba nya di sebuah ruangan, tanpa harus menunggu antrian, Irsyad sudah berhasik membawa Sindi menemui dokter yang memeriksa nya, seperti biasa dokter yang memeriksa kondisi Sindi juga bayi nya, dan betapa beruntung nya Sindi hari ini, saat di lakukan USG Sindi busa mengetahui bahwa calon bayi nya berjenis laki-laki. terlihat mata Sindi mulai berkaca-kaca, melihat bayi nya tumbuh dengan sehat, dan posisi nya sudah sesuai dengan jalan lahir nya.
Setelah menyelesaikan pemeriksaan Irsyad terlebih dahuku mengantarkan Sindu, sebelum diri nya kembali ke RS untuk bekerja, dalam perjalanan pulang Sindi mencoba mencairkab suasana dengan terlihat perbincangan kecil bersama suami nya.
"Bang..."Panggil Sindi pada suami ntaya, tapi Irsyad hanya menyahuti dengan berguman saja
__ADS_1
"Hemmm." Jawab Irsyad
"Apa abang masih marah dengan kejadian kemarin.?." Tanya Sindi
"Tidak aku sudah tidak marag, itu untuk peringatan agar kamu tidak melakukan nya lagi, kamu tahu kamu adalag istri ku, tanggung jawab ku besar terhadap kamu, bukan hanya untuk menafkahi kamu tapi juga menjaga dan melindungi mua, dan kamu sebagai istru sudah seharus nya melindungi kehormatan suami kamu." Ucap Irsyad panjang lebar
"Aku salah bang, aku minta maaf, tapi sungguh aku tidak bermaksud untuk menghianati abang." Ucap Sindi pasrah karena seperti nya Irsyad belun mengiklaskan kejadian kemarin.
"Lagi puka kejadian kemarin tidak seperti yang abang lihat, saat itu aku sedang mencari abang lalu aku melihat anak kecil itu seorang diri di taman, aku sebagai seorang yang melihat hanya bermaksud untuk melindungi nya saja, aku takut jika ia sampai bertemu dengan orang jahat yang biasa saja melukai nya, dia masig sangat kecil." Lanjut Sindi
"Sudah sampai turun lah, aku akan kembali ke RS sekarang." Ucap Irsyad dengan stay cool
__ADS_1
"Baik bang, terima kasih sudah mengantarkan aku." Ucap Sindi
"Hem..." Kemudian Sindi turun dan menyaksikan Irsyad meninggalkan nya dengan mobil nya, Sindi berjalan menuju rumah nya.
Saat malam hari Irsyad baru kembali ke rumah, dengan langkah panjang, Irsyad memasuki kamar nya, rasa nya sangat lelah karena ia mengerjakan begitu banyak pekerjaan yang sempat di tinggal nya kemarin, Irsyad segera merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur tanpa sadar ia ketiduran sebelum sempat membersihkan diri, Sindi yang melihat suami nya merasa kasihan, Ia.....
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...