
Lagi-lagi Irsyad melihat Ikbal menahan rasa sakitnya, tapi saja Ikbal banyak bicara, membuat Irsyad semakin khawatir
" Syad gue minta loe, tolong nikahin Sindi, dan jaga anak gue ya." Pinta Ikbal
" Gue mohon sama loe Syad..." Ikbal menggenggam tangan sahabatnya, air matanya mulai mengalir, Ikbal tidak dapat berkata dengan baik lagi
" Nikahin Sindi, jaga mereka untuk gue, gue yakin loe bisa buat mereka bahagia Syad, gue yakin 100% loe bisa bahagiain mereka, anggaplah anakku juga anak loe ya, gue tau loe belum kekasih kan." Ucap Ikbal dengan nafas tersengal-sengal
" Gue mohon ke loe Syad..... please Syad." ucap Ikbal
Perasaan Irsyad sangat kacau, dia bingung harus menjawab apa, sedangkan dia tidak mengenal Sindi, Irsyad hanya mengetahui namanya saja dari Ikbal cerita selama ini, tapi melihat kondisi sahabatnya dia tidak tega untuk menolak permintaan tersebut.
" Gue percaya sama lo Syad, gue titip mereka." Ikbal tidak sadarkan diri, Irstad langsung memencet tombol darurat serta berteriak memanggil rekan kerjanya, para dokter berbondong-bondong masuk ke ruangan ICuU dimana Ikbal berada, para dokter mempersiapkan alat-alat untuk pertolongan pasien
__ADS_1
Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit........
Suara layar monitor detak jantung Ikbal berbunyi nyaring dan sangat jelas di telinga Irsyad, Irsyad terduduk lemas di samping pintu ICU dengan memeluk amplop cokelat di dadanya, air matanya mengalir tanpa ada perintah, Irsyad kecewa karena tadi dia belum sempat menjawab permintaan sahabat karibnya itu, penyesalan ya hanya penyesalan yang Irsyad rasakan sekarang dan mungkin saja itu akan sampai entah sampai kapan
Di luar ruangan mama dan papa bingung, karena banyak dokter yang masuk ke ruangan putranya, dada mama serasa sesak, fikiran yang tidak-tidak mulai muncul, papa juga merasakan apa yang di rasakan oleh istrinya
Mama dan papa yang sangat penasaran langsung masuk begitu saja tanpa memakai baju steril yang biasanya mereka pakai saat bertemu dengan putranya
" Maaf kan kami pak bu, kami sudah melakukan dengan semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkehendak lain, kami para dokter dan perawat turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, yang sabar ya pak bu, kami mohon undur diri." Para dokter keluar setelah mengucapkan rasa bela sungkawanya terhadap keluarga pasien yang di tinggalkan
Jeritan mama Ikbal yang langsung menggema di ruangan putranya setelah mendengar suara nyaring monitor serta ucapan para dokter dan perawat
Perawat yang masih berada di dalam langsung melepas alat bantu yang berada di tubuh pasien, Mama langsung mencegah tangan para perawat
__ADS_1
" Sus, jangan di lepas, putra saya masih hidup." Ucap mama
" Maaf bu, pasien sudah meninggal." Ucap salah satu perawat
" Tidak sus, saya yakin kalau putra saya masih hidup, tolong sus jangan di lepas ya, saya mohon, sekali ini saja sus, sayang bangun nak, jangan tinggalin mama dan papa, mama dan papa memberi izin kok untuk kamu menikah dengan kekasih kamu, bangun ya sayang, kalau kamu bangun mama janji setelah kamu keluar dari RS kamu langsung menikah sama kekasih kamu, bangun nak, jangan tinggalin mama dan papa, kami masih sangat butuh kehadiran kamu nak,, ayo sayang, mana yang sakit biar mama bilang sama dokter, agar dokter segera memeriksa kamu nak." Ucap mama dengan derai air matanya sambil menggoyang-goyang tubuh Ikbal
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...
...🌷🌷🌷...
...To be continued ❤️...
__ADS_1