CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
CDD 119


__ADS_3

" ma, sudah jangan buat kondisi semakin buruk lagi, (sela papa)


" sudah papa diam saja, papa juga sebagai suami tidak ada gunanya, kita punya anak 1 tapi sampai sekarang belum memberi cucu, malah papa tetap membela dia (sambil menujuk Arman), kalau dulu papa tidak merestui mereka pasti Arman sudah menikah dengan Gladis, (gadis pilihan mama),


" maksud mama apa? (tanya papa)


" Gladis itu perempuan yang sangat cocok buat Arman bukan seperti istrinya itu, dari bibit, bobot, dan bebetnya saja perempuan sialan itu tidak ada tandingannya sama Gladis, lihat Gladis itu sederajat sama kita, andaikan dulu Gladis yang menikah sama Arman pasti kita sudah amu menimang cucu, ini apa, malah apa, boro-boro kasih cucu, sopan santun kepada orang tua sudah tidak ada


" cukup ma, sudah selesai mama menghina Vika, bagaimana pun juga sekarang istri Arman adalah Vika bukan Gladis, Arman kesini mau menanyakan apa pernah selama Arman tidak ada dirumah mama menemui Vika, dan mengajak Vika bertemu di luar?


mama kaget mendengar pertanyaan Arman, tapi mama harus bisa menutupi ke gugupanya agar Arman tidak curiga


" tidak


" oh ok, kalau begitu Arman kasih tahu semua perlakuan mama kepada Vika dan papa juga harus tahu apa yang di lakukan oleh istri kesayangannya ini


" maksud kamu apa Arman? (Tanya papa)


" dengar baik-baik pa, Arman tidak akan mengulangi ucapan Arman lagi,


papa mengangguk

__ADS_1


" selama Arman tidak ada di rumah mama selalu mencoba mengubungi Vika untuk bertemu, dan apa papa tahu apa yang di ucapkan oleh mama kepada Vika?


papa menggelengkan kepalanya


" mama menyuruh Vika untuk meninggalkan Arman, dan mama bilang kalau Arman akan menikah sama Gladis, mama bilang kalau Gladis perempuan pilihan mama, mama setiap hari selalu menekan Vika melalu telp atau pesan pa, dan yang lebih parah lagi mama mengancam Vika kalau seminggu lagi masih belum meninggalkan aku, mama akan bunuh diri di hadapan Vika,


papa yang mendengar itu langsung kaget dan mulai ikut emosi dan kecewa terhadap istrinya itu


" sudah nak, mama biar jadi urusan papa, kamu tenang dulu, sekaranga mana Vika, kenapa kamu tidak membawa Vika nak?


" Vika sekarang lagi di RS pa (Arman menjawab dengan suara sangat rendah tapi masih terdengar oleh mama dan papanya,


" Vika sakit pa, Vika menderita tekanan yang luar biasa dari mama, Vika sakit psikis. (Arman berbicara dengan menangis)


papa melihat putra semata wayangnya menangis langsung memeluknya


" sudah nak sekarang kamu ke RS ya, jaga menantu papa, jangan tinggalin dia sedikit oun, kalau ada apa-apa segera hubungi papa, mengenai mama biar nanti jadi urusan papa


" baik pa, Arman percaya sama papa


Arman pergi dari rumah orang tuanya untuk menemani Vika di RS

__ADS_1


setelah kepergian Arman, papa mulai menatap mama


" kenapa papa menatap mama seperti itu?


" apa mama tidak ada yang akan mama jelaskan sama papa?


" apa yang perlu dijelaskan


" ngapain mama datangi Vika, (papa masih mencoba berbicara dengan lembut)


" tidak ada


" baiklah kalau tidak ada, (papa mulai beranjak dari duduknya)


" kalian berdua itu sama saja, papa sama anak sama saja menyukai perempuan rendahan


" hentikan ucapanmu Dilla, (papa berteriak)


-------------


hayo apa yang akan dilakukan papa Arman,,, jangan lupa tinggalin jejak ya kak, terima kasih

__ADS_1


__ADS_2