CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
CDD 121


__ADS_3

" keluar sekarang dan ingat jangan membawa apapun dari sini, karena semua ini punyaku, pakaian yang kamu pakai pun itu membeli pakai uangku


" iya pasti aku akan melepas semua yang ada ditubuhku, aku akan memakai baju punya Art disini


" hahahahahahahhaha itu sangat cocok buat kamu


" silahkan kamu menilai aku bagaimana yang terpenting adalah sekarang aku sudah bebas dari perempuan seperti kamu


papa pergi dari rumah besar yang sangat menyiksa dirinya selama ini dan pergi menemui Arman dengan berbekal uang 50 ribu yang tadi sempat di kasih mang ujang, (tukang kebun dirumah istananya itu), papa menaiki angkutan umum untuk menuju ke RS, sekalian melihat kondisi menantunya itu, sesampainya di RS, papa langsung mendatangi ruangan dimana menatunya di rawat


ceklek


pintu terbuka

__ADS_1


Arman yang mendengar pintu terbuka langsung melihatnya


" papa


" iya nak ini papa


" papa kesini sama siapa?


" papa sendirian. gimana kondisi istri kamu?


papa yang melihat kondisi menantunya itu merasa prahatin dan kekecewaan terhada istrinya semakin besar, Vika selama ini tergolong menantu yang bisa segalanya, hanya saja 1 kekurangannya adalah belum bisa memberikan keturuan dalam keluarga, tapi papa yakin kalau anak dan menantunya itu bisa mendapatkan keturunan meskipun entah itu kapan


Arman melihat pakaian papanya yang tidak seperti biasanya merasa curiga

__ADS_1


" pa, kenapa papa kesini tidak mengubungi Arman, Arman kan bisa jemput papa, terus kenapa pakaian papa seperti ini, bukannya ini pakaian yang biasanya di pakai sama mang ujang


" tidak apa-apa nak, masak sih, mungkin modelnya saja yang mirip seperti bajunya mang ujang,,, (papa tidak mau menceritakan kepada anaknya kalau papa sudah keluar dari istana megah yang menyiksa dirinya selama ini)


waktu sudah menunjukkan malam dan papa akan pamit pulang


" nak papa pulang dulu ya, besok papa kesini lagi untuk menjenguk istri kamu, kamu yang sabar ya dan selalu beri semangat istri kamu biar lekas sembuh, (papa menyentuh bahu Arman)


" iya pa


papa beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangan itu, tapi beliau bingung mau kemana dan tidur dimana, papa melihat uang yang dikasih mang ujang tersisa 30 ribu saja, karena yang 20 tadi habis di buat naik angkot, untung saja tadi Arman memberikan makan, papa melihat ada tempat duduk yang kosong di lorong RS, berhubung ini sudah malam mungkin tidak apa-apa kalau tidur di tempat duduk itu, papa merebahkan tubuhnya di atas tempat duduk itu, bayangan ketakutan papa yang alami selama ini terjadi juga, dulu papa takut akan hidup sengsara kalau pergi meninggalkan istrinya, setelah beberapa tahun papa mulai jengah dengan sifat istrinya, gara-gara ada sebuah janji yang harus ditepati papa pada mendiang mertua dan kedua orang tuangnya, papa merelakan hidup dalam belenggu seperti burung dalan sangkar emas, tapi sekarang papa sudah bebas karena papa sudah menuruti apa kemauan orang tua dan mertua jadi papa sudah bisa melepas istrinya dan hidup bebas,


" ayah, ibu, papa dan mama, aku sudah melaksakan semua amanat kalian tapi Dilla masih tetap dengan sifat angkuhnya, jadi maafkan aku kalau aku pergi meninggalkan Dilla, sudah cukup sabar aku menghadapinya, semoga Dilla segera mendapatkan hidayah, Amin (guman papa)

__ADS_1


--------------


stay terus ya kak,,,, jangan lupa Like, Vote, Faforit, Rate


__ADS_2