
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak ... apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget yak... thank u so much... love u all... 😘😍😊
***
"Anita... kamu dimana?" Dita mencari Anita di dalam apartemen dokter Dewi.
"Aku di sini Ta.." jawab Anita lemah.
"Kamu kenapa Ta? aku khawatir banget sama kamu pas menghilang di rumah Anan." Dita memeluk Anita.
"Aku kelempar Ta terus di tolongin sama pocong cari alamat itu terus aku lemes banget aku kesini deh maaf ya gak kasih kabar." ucap Anita.
"Ya udah yang penting kamu gak papa aku takut kamu menghilang gitu aja."
"Kamu dari mana Ta?"
"Ceritanya panjang Nit, yang jelas Adelia udah ketemu neneknya terus neneknya ternyata udah meninggal di bunuh bapak tirinya yang bejat, terus aku hampir aja di perkosa."
"Wah ******* itu bapaknya perlu aku habisi juga nih bales dendam."
"Gak usah Ta, habis dia di pukuli Andri dan Anan."
"Mampus gak tuh orang?" Anita terlihat geram.
"Enggak, sudah di amankan pihak berwajib."
"Yaaaahh masih hidup ternyata, gemes aku Ta."
"Aku juga gemes tapi serahkan semua sama pihak yang berwajib semoga dia dapat hukuman minimal seumur hidup, aku mandi dulu ya Nit." Dita masuk kedalam kamarnya dan keluar lagi menuju kamar mandi di samping dapur.
Anita masih terbaring lemah kehilangan banyak tenaga melawan hantu nyai di rumah Anan tempo hari.
***
Ting Tong... bel pintu apartemen dokter Dewi berbunyi.
"Hai..." Sapa Anan saat Dita membuka pintu.
"Kamu ngapain ke sini, nanti diomelin Tante Dewi lho.." ucap Dita.
"Aku mau jagain kamu kok." ucap Anan manja.
"Kamu gak boleh masuk!"
"Tapi Andri boleh masuk tuh."
"Dia kan gak keliatan Nan."
"Tapi aku gak mau dia ada disana deket-deket sama kamu." Anan terlihat kesal melirik Andri yang menertawakan nya.
"Gak boleh... oke... nanti Andri juga aku usir kok." sahut Dita.
"Bentar aja kok, nanti aku balik kerumah ku deh." Anan menahan pintu apartemen itu.
"Anan...!!! Kamu ngapain di depan rumah tante ?" Tante Dewi datang dari ujung koridor lorong lantai apartemen miliknya.
"Eh Tante, Anan cuma main kok." sahut Anan menggaruk kepalanya.
"Modus aja deketin Dita yak?"
__ADS_1
"Aku gak rela aja Tante kalo Dita ada yang gangguin, tuh salah satunya Andri." tunjuk Anan.
"APA...?? iya Ta ada Andri dirumahmu?" tanya Tante Dewi.
"Iya Tante, Ndri pulang gih!" ucap Dita.
"Tolong ya yang namanya Andri jangan pernah datang ke rumahku lagi!" Tante Dewi bertolak pinggang mencoba berbicara pada Andri yang sudah berada di hadapannya.
"Yaelah masih judes aja sih Bi..." Andri menyentuh dagu Tante Dewi.
"Apaan nih barusan?" Tante Dewi menyeka bekas sentuhan di dagunya.
Andri makin menggoda Tante Dewi dengan membelai kepala Tante Dewi.
Anan mencoba menghampiri Andri , dia terlihat kesal ingin memukul Andri namun Dita menahannya. Dita menyukai adegan romantis yang dipersembahkan Andri kepada Tante Dewi.
"Minggir Ta.." rengek Anan.
"Huss diem dulu apa." Dita menggenggam lengan Anan yang terkejut lalu melirik Dita, dan Anan tersenyum menyukai perlakuan Dita itu.
"Kangen banget aku Bi sama kamu." ucap Andri.
"Maafin aku ya Bi."
Tante Dewi mematung merasakan sentuhan Andri yang mencium keningnya lalu mencubit hidung mancungnya. Tante Dewi hapal betul perlakuan Andri yang selalu seperti ini saat bersama nya.
"Ta... Andri udah pergi belum?" tanyanya menoleh ke Dita.
"Udah." Dita melirik ke Anan mengedip-ngedipkan matanya memberi kode untuk meng iyakan kebohongan yang ia lakukan barusan.
Tante Dewi duduk di sofa nya di samping Anita yang terkejut dan terbangun tiba-tiba. Tante Dewi terlihat menangis menutup wajahnya.
Sementara Anan sudah menahan Andri untuk tidak ikut maju menghampiri Tante Dewinya itu.
"Tante... jawab Dita... kok Tante nangis?" tanya Dita.
"Tante hiks hiks... Tante tuh... Tante kangen dia Ta." tangis Tante Dewi makin pecah.
"Dia siapa Tante?"
"Andri lah siapa lagi."
Deg... hati Andri berbunga-bunga sambil berjingkrak - jingkrak tertawa saking senangnya mendengar pernyataan Tante Dewi itu.
"Jadi... bener kan ada sesuatu antara Tante Dewi sama dia?" tanya Dita.
Tante Dewi mengangguk sambil menangis kembali.
"Aaahhhh Tante...." Dita memeluk Tante Dewi.
"Aaahhh bapeerrr..." pekik Anita ikut memeluk Dita dan dokter Dewi.
Andri juga ingin menghampiri dan memeluk Dita dan Tante Dewi namun Anan sudah menghalanginya seperti biasa mereka kembali berguling ria di lantai menarik rambut, menggigit tubuh, mencakar satu sama lain.
"Anan kenapa Ta? jangan bilang dia berantem sama Andri?" tanya dokter Dewi.
"Hehehe maaf Tante, dari tadi Andri belum pergi."
"Ditaaaaaa.... aku kan malu..." Tante Dewi langsung berlari masuk ke dalam kamarnya.
"Anan stop Andri lepas gak!" Dita melerai keduanya.
__ADS_1
"Tau nih lontong kisut udah sana pulang udah malem tuh." sahut Andri
"Eh tempe angus terus elo mau ngapain disini? ayo pergi kerumah gue!"
"Idih ogah gue pergi nemenin elo jauh-jauh kerumah elo nganterin mending di sini gue jagain mereka."
"Yeee siapa bilang jauh tuh depan situ rumah gue." tunjuk Anan.
"Eh bentar, apa Nan rumah kamu depan situ?" tanya Dita.
"Iya hehehe tadi aku tanya pemiliknya udah satu Minggu gak perpanjang sewa terus kebetulan banget kan jadi aku sewa deh, biar aku deket sama kamu terus." Anan memeluk Dita dari belakang.
"Ih apaan sih lepas gak!"
Anita tertawa terkekeh-kekeh melihatnya.
"Kamu kan disuru pulang ngapain sih kamu malah buang-buang uang nyewa apartemen itu?"
"Apa sih Ta yang gak buat kamu." Anan mencium kepala Dita yang masih dalam pelukannya.
"Huuuuu.... bucin norak...!" sahut Andri.
"Tau nih lepas gak..!!" Dita berhasil kali ini lepas dari Anan.
"Oke lah, ayo Ndri ikut gue! elo tidurnya di rumah gue jangan disini." ajak Anan.
"Tunggu aku mau Andri cerita tentang Tante Dewi sekarang...! kalo gak mau cerita juga nih liatin aja aku gak mau bantu kamu lagi." ancam Dita.
"Lah bisa gitu..." ucap Andri.
"Bisa... aku hitung sampai tiga kalo gak cerita aku marah yak..."
"Aku serius Ndri, satu dua..."
"Oke aku cerita." Sahut Andri cepat.
"Asik nih, Ta ada cemilan gak buat nemenin dengerin cerita Andri?" tanya Anita.
"Di lemari atas kitchen set ada Chiki bawa kemari Nit." ucap Dita.
"Oke." Anita menuju dapur.
"Udah ah ayo Ndri pulang makin lama lagi disini kasian Tante Dewi entar marah." Anan menarik tangan Andri namun Dita malah menarik tangan Anan satunya lagi dan menyuruhnya untuk duduk.
Dita memeluk pinggang Anan kali ini menahannya agar jangan membawa Andri pergi, merebahkan kepalanya di pundak Anan.
"Kalo gini sih aku ya mau." gumam Anan.
"Oke siap nih cemilannya, ayo Ndri kita nyimak nih." sahut Anita yang sekarang sudah ikut duduk mengitari Andri.
"Oke jadi ceritanya..."
****
To be continued...
Happy Reading.... 😘😘😘
Please dong di Vote yak biar semangat aku buat lanjutnya dan sempetin mampir ke Novel baru aku yak "9 Lives"
Makasih banyak sobatku 😘😘😘
__ADS_1