
Dear pembaca tercinta yang selalu setia menunggu Pocong Tampan up. Vie mohon dong, mohon banget, jangan bosen buat VOTE ya... pokoknya vote vote vote...
Di like juga tiap babnya, terus komen, terus kasih vote deh.
Happy Reading...
******
Pagi itu, saat Anan, Dita, Anta, Tante Dewi, Tasya dan Jerry bersama - sama berada di meja makan, mereka tampak akrab saling bercerita satu sama lain.
"Mark kemana, ya?" tanya Anan.
"Sepertinya semalam tidak pulang," jawab Tante Dewi.
"Lho, bukankah Mark juga pergi ke reuni sekolah yang sama denganmu dan Logan?" tanya Dita menoleh pada Tasya.
"Semalam sih iya, aku ketemu sama dia terus dia pergi gitu aja, mencurigakan aja gitu," sahut Tasya.
"Kira-kira kemana ya?" gumam Tante Dewi seraya mengolesi roti tawar gandum di tangannya dengan selai strawberry.
"Tante, aku mau." Anta menggeser piringnya menuju ke hadapan Tante Dewi.
"Baik, Anta cantik..." Tante Dewi meraih roti gandum di piring Anta lalu mengolesinya dengan selai strawberry sama seperti roti miliknya.
"Iya dong aku cantik," sahut Anta.
"Eh semuanya dengarkan berita ini deh, ini semalam viral lho di sosial media," ucap Jerry buka suara dan menekan tombol volume pada remote tv di dapur tersebut agar suaranya lebih kencang.
"Kecelakaan tragis kembali terjadi di wilayah Villa Gunung Hijau. Sebuah mobil SUV putih, keluaran 2018, terjun ke jurang hingga menewaskan satu orang dan satunya kritis. Ironisnya, mobil itu ditumpangi oleh sepasang pria dan wanita yang bukan suami istri. Menurut kawan-kawannya harusnya dua pasangan ini telah pulang bersama rombongan dua hari lalu tapi memisahkan diri di tengah perjalanan. Rekan-rekannya menduga pasangan ini adalah pasangan selingkuh. Kabar soal kecelakaan pasangan selingkuh itu menjadi viral di media sosial bersamaan dengan kecelakaan tersebut."
Suara seorang wanita pembaca berita di layar tv itu jelas terdengar di ruang makan yang menyatu dengan dapur itu.
"Apa kamu tau korbannya, Ry?" tanya Dita pada Jerry.
"Aku belum tau sih, coba bentar aku cari di sosmed," sahut Jerry.
"Kok tau mereka selingkuh, sih?" tanya Tasya.
"Bentar nih," Jerry mengamati layar ponselnya dan menunjukkannya pada Tasya, "di sini dibilang sama rekannya, kalau pria itu udah beristri, dan perempuan yang kritis ini mantan pacar pria itu waktu kuliah, jadi kemungkinan mereka pisah dari rombongan reuninya ya pasti mau selingkuh, ya gak?"
"Belum tentu, kali aja cuma pulang bareng," sahut Anan.
"Tante kok diem aja, biasanya paling greget sama berita perselingkuhan kayak gini?" tanya Dita yang sebenarnya menggoda wanita itu agar ia tau reaksi Tante Dewi seperti apa mendengar berita tentang perselingkuhan.
"Gak tau ya, kok tiba-tiba perasaan Tante gak enak, ya? lagi gak mau komen soal berita tadi," sahutnya.
"Bentar deh sebenarnya kalian para orang dewasa pada bahas apa sih? Anta kok gak ngerti ya?" celetuk Anta.
"Anta, bunda kasih tau ya, kalau orang dewasa sedang berbincang-bincang ria apalagi bergosip dan Anta belum mengerti sebaiknya jangan ngomong apa-apa, jangan sok nyahut, gak sopan tau!" ucap Dita memberi tahu Anta.
__ADS_1
"Tapi, bunda..."
"Anta, dengerin ucapan bunda!" pinta Anan.
"Oke Bunda, oke Yanda," sahut Anta menyerah pada keingintahuannya yang selalu besar.
Tasya menepuk punggung Anta dengan lembut seraya tersenyum padanya.
"Gimana jadi minggu besok kempingnya?" tanya Anan.
"Jadi, kan Tante Tasya mau jadi pendamping Anta," sahut Anta.
"Inget ya Anta kalau ketemu hantu biasa aja jangan di ajak ngobrol, jangan diajak main juga, juga jangan di bawa pulang," ucap Dita memberi perintah.
"Hehehehe... Kalau hantunya lucu bolehlah bunda Anta bawa pulang," sahut Anta.
"Astaga, Mbak Dita waktu hamilnya Anta ngidam apa sih? sampe-sampe hantu dibilang lucu, hadeh..." celetuk Jerry sambil menepuk dahinya sendiri.
"Iya bunda, waktu hamilnya Anta ngidam apa sih?" Anan ikut-ikutan bertanya.
"Nah tuh, sekarang Anta bingung, ngidam apa sih?" celetuk Anta yang mulutnya langsung di bekap oleh Tasya.
"Fuah... Tante Tasya tangannya bau ih..." celetuk Anta.
"Masa sih?" Tasya mencium tangannya sendiri.
"Iya lah bau kena mulut Anta, orang Anta belum gosok gigi hehehe..."
"ANTA...!!!"
Sorakan semua orang yang ada di sekitar Anta kompak terucap bersamaan. Tasya langsung membawa Anta ke kamar mandi untuk membuatnya melakukan gosok gigi dsngan segera.
Tiba-tiba ponsel Tante Dewi yang berada di atas meja makan di samping piring rotinya bergetar.
"Nomor siapa ya ini?" gumamnya.
"Sini, aku angkat kalau gak berani." Anan meraih ponsel Tante Dewi.
"Halo, siapa ini?" tanya Anan.
"Selamat pagi, apa benar ini nomornya Ibu Dewi Maharani?" tanya seorang pria dari seberang sana.
"Iya benar, maaf anda siapa ya?" tanya Anan.
Semua pasang mata di ruangan itu tertuju pada Anan kini.
"Saya dari kantor polisi di wilayah Villa Gunung Hijau, maaf bisa saya bicara dengan Ibu Dewi?" tanyanya.
"Tante, ini dari kantor polisi katanya mau ngomong langsung sama Tante," ucap Anan menyerahkan ponsel itu ke tangan Tante Dewi.
__ADS_1
"Halo, ini saya Dewi, ada apa ya pak?" tanya Tante Dewi yang mendekatkan ponsel itu ke lubang telinga kanannya.
"APA...?!"
Bruk!
Tante Dewi langsung terjatuh dari kursi makannya ke lantai, ia tak sadarkan diri kemudian.
Dita dan Anan langsung menghampiri Tante Dewi dan membopong tubuhnya ke sofa. Dita meraih ponsel Tante Dewi dan meneruskan pembicaraannya dengan pihak kepolisian dari seberang sana.
"Ada apa, Ta?" tanya Tasya yang baru tiba bersama Anta dari kamar mandi untuk menggosok gigi Anta.
"Berita perselingkuhan tadi yang viral itu, yang tadi Jerry katakan...," ucapan Dita terhenti seiring air matanya yang langsung menetes dari kelopak mata lentiknya itu.
"Kenapa, mbak Dita?" tanya Jerry makin penasaran dan semakin ingin tahu.
Di tangannya sudah menggenggam minyak angin untuk diberikan pada Tante Dewi agar menyadarkannya dari pingsannya.
"Kenapa sih, Ta? kok malah tambah nangis gini?" tanya Tasya mengusap bahu Dita.
"Ternyata, hiks hiks... kecelakaan mobil yang katanya pasangan selingkuh yang viral di sosial media tadi itu, si prianya itu ternyata Om Kevin, hu...hu...hu...," ucap Dita sambil sesenggukan, ia tak bisa lagi menahan kesedihannya bertubi-tubi.
Di samping ia sedih karena kematian Om Kevin, tapi Dita juga sangat merasa sedih karena berita perselingkuhan itu pasti malah tambah sangat menyakiti hati perasaan Tante Dewi.
Dita berusaha menyadarkan Tante Dewi bersama Anan di sampingnya.
"Tante... bangun Tante, ayolah kumohon... pinta Dita."
******
Bersambung...
Mohon maaf sekarang jadwal UP Pocong Tampan tak tentu yang penting tungguin aja upnya ya dengan tekan tanda love buat jadiin favorit.
Oh iya 9 Lives update lagi, cusss ditengok ya, dan mohon dukungannya di sana.
Mampir juga ke :
- Diculik Cinta
- With Ghost
- 9 Lives
- Gue Bukan Player
- Kakakku Cinta Pertamaku
Vie Love You All... 😘😘😘
__ADS_1