Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Kekejaman Suku Ro


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...


Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊


*****


"Kamu tau saya?" tanya Pak Herdi pada sosok anak itu yang ternyata Arga anak Sahid.


"Iya kan om yang hantu di bungkus itu kan kayak permen, kok bisa ada di sini, dan kenapa om gak di bungkus?" tanya Arga.


"Om sekarang sudah menjadi manusia, bisa tolong buka ikatan om?" pinta Pak Herdi.


Akan tetapi Arga ketakutan saat melihat sosok anak perempuan yang kepalanya tiba-tiba terlepas dan menggelinding ke arah Arga sementara tubuhnya masih ada di belakang Pak Herdi. Tubuhnya berongga di bagian perut menunjukkan semua organ tubuh di dalam perutnya menghilang.


"O-om i-itu..." Arga menunjuk belakang tubuh Pak Herdi perlahan.


Pria itu menoleh ke belakang seketika ingin tahu ada apa di belakangnya.


"Ngapain ada disitu? udah sana hush hush sesama anak kecil jangan suka nakut-nakutin, kasian tuh bocah syok lihat kamu," ucap Pak Herdi.


Hantu itu makin mendekat ke arah Arga karena tak berhasil menakuti Pak Herdi. Namun, karena ia tak bisa melihat tanpa mata di kepalanya, hantu itu menginjak perut Pak Herdi yang berbaring.


"Aduh sakit tau... sialan banget nih hantu, kalau gak punya kepala udah diem aja gak usah pake jalan-jalan!" pekik Pak Herdi saking kesalnya.


Karena terlanjur kesal, kaki pak Herdi mencoba menendang hantu tersebut sampai terjatuh berserakan. Iya hantu itu berserakan tangan dan kakinya terpisah dari badannya.


"Waaaaaaa....!!!" Arga berteriak ketakutan lalu pindah di belakang Pak Herdi yang sudah dengan posisi duduk.


"Udah deh pergi jangan macem-macem, nanti di cariin mamanya sana, kumpulin tuh badannya jangan sampe ketuker!" ucap Pak Herdi.


Tiba-tiba muncul sosok hantu perempuan yang menjinjing kepalanya sendiri di tangan kanannya menghampiri anak itu. Hantu itu menaruh kepalanya di atas meja lalu membantu hantu anak kecil itu merapikan tubuhnya kembali bagai mainan boneka yang tangan dan kakinya bisa di bongkar pasang.


"Nah lho ketuker kan tuh tangan jadi kaki, kaki jadi tangan bingung dah tuh, makanya kepalanya pasang dulu bu," ucap Pak Herdi sambil menahan tawanya.


Hantu wanita itu tampak kesal dan memberikan tangan kanan si anak pada Pak Herdi untuk membantu memasangkannya.


"Saya gak doyan tangan, buat kamu aja," ucap Pak Herdi.

__ADS_1


Hantu itu menunjuk ke tubuh anaknya.


"Om... min-minta di pasangin kali," ucap Arga masih d ketakutan.


"Oh gitu, minta di pasangin?" tanya Pak Herdi.


Hantu itu sebenarnya mengangguk, tetapi karena kepalanya tidak ada hanya lehernya yang terlihat berkedut dengan tubuh mau membungkuk.


"Kamu namanya siapa?" tanya Pak Herdi pada Arga.


"A-ar-arga om," jawab Arga dengan nada masih ketakutan di sana.


"Tolong bukain ikatan Saya!" pinta Pak Herdi.


Arga membuka ikatan tangan Pak Herdi sekuat tenaga yang di punya bocah 7 tahun itu. Setelah ikatan tangannya berhasil di buka, Pak Herdi membuka ikatan di kakinya.


"Coba sini tangannya, kenapa gak pada ngomong sih?" Pak Herdi meraih potongan tangan kanan dari hantu wanita itu.


Kepala hantu wanita itu membuka mulutnya, terlihat jelas kalau dia sudah tak mempunyai lidah.


"Jadi kalian hantu penunggu sini?" hantu anak kecil itu mengangguk setelah semuanya terpasang sesuai tempat di tubuhnya.


"Apa ada hantu lainnya?" tanya Pak Herdi.


Hantu itu menunjuk ke arah Jembatan besar yang terlihat dari jendela ruangan gudang tempat Pak Herdi di sekap.


"Astaga... Apa itu benar? kenapa banyak tulang manusia berada di fondasi jembatan itu ya? gumam Pak Herdi.


Di atas jembatan itu juga banyak hantu berkeliaran dengan kondisi badan yang tak utuh. Orang awam mungkin tak dapat melihat apapun di sana hanya jembatan besar yang sunyi tanpa ada kepadatan kendaraan berlalu lalang di atasnya. Hanya satu atau dua kendaraan yang melintas.


Tubuh Arga tiba-tiba kejang dan bergerak tak beraturan. Arga berteriak sekuat tenaga dia. Pak Herdi segera memeluk Arga agar tidak kejang. Cahaya yang terang datang menghampiri semuanya.


***


Suasana gudang tempat Pak Herdi di sekap berubah menjadi sebuah perkampungan yang padat dengan penduduk.


"Mina, ayo cepat masuk!" ucap Ibunya Mina si hantu tanpa kepala yang tadi bersama Pak Herdi.

__ADS_1


"Ada apa bu?" tanya Mina.


"Sudah mau malam nak, nanti kamu di culik," ucap Ibunya Mina.


Baru saja ia memperingatkan Mina, tiba-tiba sebuah mobil van hitam datang ke depan rumah Mina. Ibunya langsung menutup pintu dan bersembunyi di balik pintu. Sesekali ia beranikan diri untuk mengintip.


Dua orang laki-laki menaruh jasad balita berumur delapan bulan di halaman rumah tetangga Mina, lalu pergi. Setelah memastikan mobil van hitam itu pergi, Ibunya Mina mengetuk rumah tetangganya dan memberitahu perihal jasad anaknya yang kemarin di culik. Anak tersebut tewas dengan bagian perutnya berongga, semua organ dalam tubuhnya hilang. Namun, yang mengagetkan lagi di dalam rongga perut itu di letakkan sejumlah uang.


Ibu anak itu menangis sejadi-jadinya melihat kondisi si anak. Malam itu sudah anak ke lima yang di culik dan di curi semua organ tubuh dalamnya serta di tinggalkan uang di dalam rongga perutnya. Sampai akhirnya Mina di culik sepulang sekolah oleh sekelompok orang yang mengatas namakan suku Ro.


Suku ini memiliki paham yang aneh, setiap bangunan yang ia bangun harus terbuat dari organ tubuh dalam manusia terutama para balita. Dan mereka juga memburu anak-anak berusia sampai 10 tahun untuk di ambil beberapa bagian yang cocok sebagai bahan fondasi. Suku Ro percaya jika memakai bahan tersebut hidup mereka akan aman dari bencana dan bangunan yang mereka buat juga kuat.


Ibu Mina berusaha mencari anaknya sampai ke hutan dekat dengan tempat suku Ro. Dia mengintip dari kejauhan mengamati kebiadaban yang terjadi di sana. Apa daya dia terlambat, anaknya sudah tewas dengan kondisi tubuh Mina sudah terpisah tak utuh lagi. Sungguh pembantaian yang mengerikan.


Ibunya Mina berhasil pergi dari dalam hutan dengan hati sangat hancur dan ketakutan. Ia beritahukan apa yang ia lihat pada kepala desa di kampungnya. Warga yang mendengar sangat marah dan terlanjur memendam dendam sehingga mereka beramai-ramai membantai suku Ro dengan memenggal kepala mereka. Beberapa di antaranya berhasil kabur.


Salah satu yang kabur itu tau kalau yang membocorkan tindakan suku Ro adalah ibunya Mina sehingga ia membalas dendam pada wanita itu dengan cara memotong lidahnya dan kepalanya.


Suku Ro yang tersisa masih berpindah tempat dan membuat koloninya lebih banyak. Berapa di antaranya menjadi pengusaha dalam bidang konstruksi bangunan demi memajukan ke kesejahteraan para anggota suku Ro. Ada juga yang menjadi dokter demi mendapatkan organ tubuh para anak-anak.


Bangunan kuil suci pengabul permintaan bagi yang bisa memberikan tumbal dan air mancur penukar jiwa pun tercipta karena kerjasamanya dengan iblis kegelapan Ro yang sangat menyukai daging anak-anak.


****


Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.


- WITH GHOST


-          Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)


-          9 Lives (END)


-          Gue Bukan Player


Vie Love You All 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2