Pocong Tampan

Pocong Tampan
Bye-bye Jess...


__ADS_3

Hari kedua acara family gathering berjalan dengan baik tanpa ada kejadian aneh dan hal - hal yang tak diinginkan. Semuanya lancar, aman dan terkendali. Dita dan Anita mendapat hadiah ucapan terima kasih dari panitia berisi kaos, mug dan buku agenda.


Malam harinya Anita tak lagi menginap di rumah Dita.


"Haaaaahhh akhirnya bisa istirahat juga.." Dita merebahkan tubuhnya diatas ranjangnya.


"Mau dipinjet gak?" ucap Anan yang sudah menyentuk kaki Dita memijitnya.


"Jangan modus deh."


"Enggak kok, cuma lagi pengen manjain kamu aja kan kamu udah capek seharian."


"Udah ah lepas, bukan mijitin ini mah geli akunya." Dita mendorong tangan Anan agar lepas dari kakinya.


"Awwwww aduh sialan Lo Ndri."


Andri menarik ikatan kepala Anan.


"Modus aja luh lontong kisut."


"Sembarangan gue kan cuma mau manjain pacar gue doang."


"Eh kapan elo jadiannya?"


"Kemaren pas elo sama Jessie ngintipin gue cium Dita ya kan??"


"Hahahaha lucu banget sih Lo Nan, begitu doang jadian wkwkwkkwkw." Andri menertawakan Anan dengan girangnya.


"Tanya aja sama Dita emang dia nolak gue, enggak kan ya Ta?" Anan melirik kearah Dita.


"Mana Dita nya diem aja kok."


"Eh gue tuh bisa denger isi hatinya, dia gak bisa nolah gue, dia juga suka sama gue, ya kan Ta?"


"Apaan sih, kocak ah pede...!!"


"Udah lah kamu gak bisa boong dari aku."


"Gak tau ah ngantuk mau tidur." Dita membenamkan wajahnya pada kasur dan menutup kepalanya dengan bantal padahal ada senyum senang tersungging di bibirnya.


"Udah hayo keluar dari sini, kesempatan benget loh." Andri menarik tangan Anan menjauh dari kamar Dita.


***


Ke esokan harinya Dita berjanji menemani Jessie untuk melihat hasil ujiannya dan ternyata Jessie lulus. Dita memeluk Jessie sambil berjingkrak-jingkrak. Orang - orang disekitarnya melihat Dita heran.


"Hehehe maaf saya lagi girang aja, permisi." Dita berlalu menutup wajahnya dengan majalah karena malu dari pandangan orang-orang itu.


***


"Jessie pamit ya kak, aku seneng banget bisa kenal kak Dita, kak Andri apalagi kak Anan." Jessie memeluk mereka satu-satu.


Jessie melirik ke arah Tania di sudut dapur sana depan pintu kamar mandi.


"Yuk aku temenin." ajak Dita menggandeng tangan Jessie menuju Tania.

__ADS_1


"Hei nyonya besar si kecil ini mau pamit, makasih ya udah kasih tumpangan rumah buat dia." ucap Dita mengulurkan tangan Jessie kearah Tania namun dia hanya diam saja.


"Huh dasar... peluk aja Jess, udah jinak." ucap Dita.


Jessie memeluk Tania dengan terpaksa.


"Makasih ya kak Tania." ucap Jessie agak takut namun Tania diam saja tak menolak pelukan Jessie.


Dita tersenyum melihat Tania, namun Tania menoleh membuang muka tak mau memandang Dita.


Huh dasar gengsi banget sih ngaku sayang aja juga.


"Yuk Jess jangan lama-lama entar berubah pikiran lagi dia hihihi."


Jessie melepas pelukan Tania lalu beralih keruang tamu.


"Jadi aku beneran pamit nih yak dadah semuanya." ucap Jessie lalu menghilang.


"Jess tunggu..." Dita terlambat bertanya karena Jessie sudah menghilang dan tenang menuju alamnya.


"Kenapa kamu Ta?" tanya Andri.


"Kok gampang banget dia pergi, dulu Aldo aja harus bawa tumbal pengganti dulu, ya kan Nan?"


"Iya sih, tapi kamu inget gak dua pekerja itu?"


"Pian sama Asep? terus kenapa?"


"Ya mungkin mereka penggantinya."


"Kalian pada ngomongin apa sih?" tanya Andri penasaran.


"Setiap ada yang mati disini ketika urusan mereka kelar, mereka baru bisa pergi jika sudah mendapatkan tumbal pengganti, yang aku tau gitu dari Aldo." Dita mencoba menjelaskan pada Andri.


"Mungkin Andri penggantinya Ta." ucap Anan menunjuk Andri.


"Andri gak mati disini Nan." sahut Dita.


"Lalu bagaimana dengan dia?" tanya Andri menunjuk ke arah Tania.


"Entahlah dia itu lupa bagaimana dia bisa ada disini sama seperti Anan lupa akan kematian mereka." bisik Dita ke Andri.


"Udah deh aku kan insomnia mana aku inget."


sahut Anan.


"Amnesia lontong kisut, insomnia mah susah tidur."


Sahut Andri menarik ikatan pocong Anan.


"Yah maaf kepeleset bahasa gue tempe angus." Anan mendorong tubuh Andri sampai jatuh kelantai.


"Jangan mulai deh, bantuin mikir nih, aku takutnya bakal ada korban lagi nih." Dita melerai Anan dan Andri yang siap berkelahi.


***

__ADS_1


Dita sudah bersiap-siap dengan seragamnya meski jam dindingnya baru menunjukkan pukul delapan pagi.


"Setengah jam lagi, si Anita mana ya tumben belom dateng." Dita menyeruput teh manis hangat di halaman rumahnya.


"Ah lanjut ke kantor lah."


Dita berjalan kearah ruang kerjanya lalu merapikan meja. Sekilas ia merasa melihat sosok perempuan yang mirip Bu Devi melintas di gerbang masuk wahana.


"Ah perasaan ku aja kali yak." gumam Dita.


"TOLONG... TOLONG...!!!"


Suara Doni di pagi hari itu membuat Dita buru-buru mencari dimana asal suaranya.


Ternyata Doni berada di dekat pusat listrik samping mushola yang terdapat di dalam wahana.


Kang Ujang juga sudah berada disana, di pangkuan Doni terdapat tubuh Aden, sepupu Doni pekerja baru yang baru dua minggu bergabung di wahana kolam renang milik Pak Herdi ini.


"Ke ke kenapa Don?"


"Gak tau Ta, tadi gue liat Aden udah kejang-kejang terus gak nafas gini, kayaknya kesetrum deh."


"Hubungi Pak Herdi neng! neng Dita...!!" kang Ujang meninggikan suaranya menyadarkan Dita.


Dita yang tersentak lalu sadar dan berlari menuju ruang kerjanya sampai menubruk tubuh Anita saking paniknya.


"Kamu kenapa Ta?"


Tanya Anita yang keheranan melihat Dita.


Dita langsung memijit nomer ponsel pak Herdi pada pesawat telponnya.


"Halo kenapa Ta, saya lagi dijalan nih." ucap Pak Herdi dari seberang sana.


"Pak, Aden pak ."


"Kenapa sama Aden?"


"Aden kesetrum pak."


"Kok bisa? kondisinya gimana sekarang?"


"Dia dia meninggal pak." Bibir Dita bergetar saat mengucapkannya dan air matanya menetes perlahan.


Anita membantu Dita menutup pesawat telpon nya dan duduk lemas disamping Dita.


"Yaa Allah baru kemaren aku bercanda sama dia, mana masih bocah banget Ta, lima belas tahun udah ikut Doni kerja." ucap Anita sedih.


"Aku juga gak nyangka Nit."


Akhirnya kejadian juga yang semalem Dita takutkan, bahwa akan ada tumbal baru pengganti keberadaan Jessie, tapi siapa pelakunya siapa yang berperan dibalik kejadian ini...


****


To be continued...

__ADS_1


Happy Reading... semoga suka makin suka yak sama ceritanya... makasih support nya.😘😘


__ADS_2