Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Anta Bertemu Ratu Sanca


__ADS_3

Dear pembaca tercinta yang selalu setia menunggu Pocong Tampan up... Vie mohon dong, mohon banget... jangan bosen buat VOTE ya... pokoknya vote vote vote...


Di like juga tiap babnya, terus komen, terus kasih vote deh...


Happy Reading...


******


"Bunda...." Anta langsung menghampiri Dita yang datang bersama Anan.


"Hai anak bunda, hmmm bau acem!" ucap Dita seraya menggendong Anta.


"Kebetulan ada Dita, bisa bantu aku?" tanya Lily.


"Baru pulang Li, mau rebahan dulu," sahut Dita.


"Tau ih tante Lily kenapa sih?" tanya Anta.


"Tante?" Dita menoleh pada Anta.


"Iya kan aku di suruh panggil tante," sahut Anta.


Dita menahan tawanya.


"Udah ah masuk dulu yuk!" ajak Dita.


"Aku belanja ya ke supermarket sama Jerry, bahan makanan mulai habis," ucap Tasya.


"Oke, kalian hati-hati ya," sahut Dita.


"Jadi gimana, apa kalian mau menerima penawaran Tina untuk tinggal di rumah Tuan Jhon?" tanya Tante Dewi.


"Tante kan sama Om Kevin udah di sini, terus juga ada Mark, ada Jerry juga. Jadi, aku sama Anan sama Anta pindah aja. Kalau Tasya terserah dia mau tinggal di sini apa di seberang sana," ucap Dita.


"Kalau Tasya sih paling ikut kamu, tapi rumah ini jadi sepi Ta, ribet tau bolak- balik ke sana. Kenapa sih gak di sewain aja tuh rumah depan buat tambah-tambah pemasukan?" tanya Tante Dewi seraya memberi ide.


"Boleh juga sih, sampai kita ada pemasukan dari restoran bunda, kita tetap tinggal di sini." sahut Anan.


"Ya udah kalau yanda maunya gitu, tapi aku ingin keluarga nyonya Kate dulu, yuk kita kesana buat mendoakan sekalian aku mau tengok kebun mawarnya," ajak Dita.


"Baiklah nanti kita ke sana," sahut Anan.


***


Seminggu setelah kejadian di panti asuhan Ceria, Dita sibuk membantu Anan mengurus persiapan pembukaan Restoran milik Anan.


Tasya yang menjemput Anta di sekolah tiba bersama Logan ke restoran milik Anan.


"Bunda, Yanda, Anta sudah pulang dari sekolah," sapa Anta sambil berjingkrak-jingkrak memasuki restoran itu.


"Halo anak bunda yang cantik..." Dita menggendong Anta sambil menciumnya.


"Itu siapa?" tanya Anan saat melihat Logan datang bersama Tasya masuk ke dalam restoran miliknya.


"Oh iya ini perkenalkan guru di sekolah Anta, dan dia anak pemilik pizza yang terkenal itu," ucap Tasya sambil memalingkan wajahnya dengan tanda mual.


"Yang pizzanya banyak cacingnya bunda," bisik Anta ke telinga Dita.


"Ih... kok kamu tahu?" bisik Dita.


"Kemarin pak guru ajak Anta kesana, udah gitu bunda ada cacing gede banget, ada kakinya tapi gemes kaya squshy, lucu deh!" ucap Anta dengan suara lirih.

__ADS_1


"Halo apa kabar kalian semua, perkenalkan nama saya Logan Worm." Logan menyapa dan mengulurkan tangannya ke arah Anan dan Dita.


"Halo, kabar kami baik, namaku Anan." Anan membalas uluran tangan Logan dan menjabatnya.


"Aku Dita," ucap Dita.


"Wah pantas saja Anta sangat cantik, rupanya ia memiliki ibu yang cantik ya," Logan terpesona saat melihat Dita sampai memujinya.


"Ehm Ehm... maaf ya jaga ucapan anda," protes Anan.


"Maafkan saya Tuan, saya kan hanya memuji harusnya kau bangga punya istri sepertinya." ucap Logan seraya tertawa menepuk bahu Anan tapi tak ada respon dari Anan yang malah semakin tajam menatap Logan.


"Oh... maafkan aku," ucap Logan.


"Yanda... Udah sih jangan posesif gitu, aku ke lantai atas ya, yuk Tasya, bantu aku di lantai atas!" Dita mengajak Tasya dan menggandeng tangan Anta menaiki tangga menuju lantai atas.


"Kalian mau buat restoran seperti apa di sini? bukan restoran yang sama seperti ayahku kan?" tanya Logan.


"Hah, tak akan pernah ku tiru pizza macam seperti itu," sahut Anan dengan wajah sinisnya.


"Maksud anda?" tanya Logan.


"Tak ada maksud apa-apa, tenang saja aku tak akan meniru restoran ayahmu. Di sini aku akan membuat berbagai masakan khas daging sapi, ayam, ikan, aneka sayur juga ada semacam warteg."


"Warteg? apa itu?" tanya Logan tak mengerti.


"Nanti juga kau tahu, ku jamin kau akan ketagihan masakan asal negara ayahku," ucap Anan.


"Oh...Okay let's see, I hope you're restaurant will be success."


(Oh oke mari kita lihat, aku harap restoran kamu akan menjadi sukses.)


"Bisa kau bantu aku?" pinta Anan menoleh pada Logan.


"oh sure..." sahut Logan.


Padahal di dalam hati Logan berat sekali rasanya membantu Anan. Selain restoran ini akan menjadi saingan restoran pizza milik ayahnya, Logan saja tak pernah membantu ayahnya saat membangun restoran itu untuk pertama kali.


Sementara itu di lantai atas di dalam restoran baru milik Anan, Ratu Sanca terbangun dari tidurnya.


"Aaaaaaa...!!!" Anta berteriak saat melihat penampakan Ratu Sanca, si ular besar bersisik hijau dan berkepala perempuan itu.


"Wah... kau membawa anak kecil ya, ini pasti menyenangkan karena dia takut padaku," ucap Ratu Sanca sambil tertawa menyeringai.


"Aku percaya diri sekali dia akan takut padamu hihihi," ucap Dita.


"Maksud anda...?"


"Lihat saja nanti," ucap Dita.


"Wah bunda lucu banget sih cacingnya besar banget," ucap Anta bersorak kegirangan.


"Aku bukan cacing!" ucap Ratu Sanca menggeram.


"Lalu ini apa bunda namanya? ulat ya?" tanya Anta dengan wajah datarnya.


"Ini namanya ular, ular sanca," ucap Dita seraya membersihkan debu di lantai tersebut dengan vacum cleaner yang ia baru beli tadi di mall bersama Anan.


"Oh ular sanca, Anta mau naik ya," ucap Anta yang bergegas menghampiri ratu sanca.


"Tunggu dulu, apa kau tak takut kepadaku?" tanya Ratu Sanca.

__ADS_1


"Enggak! udah ya Anta naik."


Tanpa menunggu persetujuan Ratu Sanca lagi, Anta langsung menaiki tubuh ular tersebut sambil melonjak-lonjak.


"Astagfirullah, Anta minggir...!!" ucap Tasya yang terkejut saat melihat Ratu Sanca.


"Ih apaan sih tante Tasya, ini seru tau, main ular-ularan sama tante Sanca," ucap Anta dengan wajah polos dan girangnya.


Dita yang sudah gak tahan tertawa terbahak-bahak sampai menjatuhkan dirinya ke lantai.


"Sumpah ini lucu banget, bukannya main kuda-kudaan malah main ular-ularan hahahaha..." ucap Dita memegangi perutnya yang kesakitan saat tertawa.


"Dita itu serem tau," ucap Tasya gemetaran menghampiri Dita lalu berlindung di sampingnya.


"Enggak apa-apa Sya, kenalin nih Ratu Sanca penunggu gedung ini," ucap Dita memperkenalkan Ratu Sanca pada Tasya.


"Serius Ta, gak berbahaya?" tanya Tasya penuh kecemasan.


"Kalau begini caranya, mana bisa aku membahayakan," sahut Ratu Sanca yang merasa teraniaya oleh perlakuan Anta.


"Tante Sanca ikut Anta pulang ya, nanti main bareng sama Anta, sama Lily sama semuanya," ucap Anta yang makin membuat lemas tubuh Ratu Sanca.


"Apa aku bilang, semua hantu itu tak akan menyeramkan di mata Anta," ucap Dita.


"Ho oh, gak ada harga dirinya dah hantu di mata Anta, " sahut Tasya menimpali.


***


Tina mengetuk rumah Tante Dewi.


"Halo Tina, bagaimana apa sudah ada yang menyewa rumah di seberang itu?" tanya Tante Dewi.


"Sudah, sebentar lagi mereka datang, mereka pasangan suami istri yang baru saja menikah, dan ku dengar kakak perempuan dan anaknya juga ikut serta," ucap Tina menjawab pertanyaan Tante Dewi.


"Wah baguslah kalau begitu."


Tak lama kemudian sebuah mobil sedan bercat abu metalik datang di depan halaman rumah seberang.


Pasangan suami istri tersebut turun dari dalam mobilnya, di ikuti dengan seorang perempuan yang membawa seorang bayi laki-laki berusia enam bulan.


"Lho itu kan..." tunjuk tante Dewi saat melihat laki-laki dan wanita yang menggendong anak tersebut. Wajah mereka tampak tak asing dan memang saja tak asing baginya.


"Ibu Dewi?" sapa wanita yang menggendong anak tersebut dengan senyum sumringah menghampiri tante Dewi.


*****


Masih bersambung ya guys...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.


- WITH GHOST (UP)


- Kakakku Cinta Pertamaku


season 1 END


- 9 Lives (END)


- Gue Bukan Player (END)


Vie Love You All 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2