Pocong Tampan

Pocong Tampan
Bertemu Iwan


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


****


"Tunggu, aku lihat menu dulu, emmmm aku mau paket ayam bakar komplit sama jus jeruk, Sya ada es campur nih ada kentang goreng, ada otak-otak goreng, ada bakso goreng mau gak?" Dita menoleh ke Tasya.


"Mau es campur sama otak-otak aja Ta." sahut Tasya.


"Oke mbak, ayam bakar komplit satu, terus es jeruk satu, es campur satu, otak-otak satu, bakso goreng satu, kentang goreng satu dah itu aja." ucap Dita.


"Baik pesanan segera disiapkan ya, mohon menunggu." mbak pelayan kedai itu pergi menuju ayahnya untuk menyiapkan makanan.


"Itu aja? itu mah banyak Ta, yang mau ngabisin siapa?" tanya Tasya yang selalu heran dengan porsi makan Dita.


"Aku lah hehehe." Dita menunjuk dirinya sendiri.


Seorang pemuda masuk ke dalam kedai tersebut dan duduk di sebrang Dita dan Tasya.


"Sya lihat deh lumayan mirip sama Doni tuh." bisik Dita membuat Tasya langsung menoleh.


"Jangan tengok dulu Tasya, aduh gak bisa di ajak bisik- bisik ngomongin orang nih." Dita menepuk dahinya.


Pemuda tersebut tersenyum ke arah Tasya dan Dita.


"Mirip sih tapi cakepan Doni ah, bibir Doni lebih seksi hehehe." sahut Tasya.


"Waduh coba Doni denger nih seneng banget nih kali nih udah girang jingkrak-jingkrak." Dita menimpuk Tasya dengan sedotan di hadapannya.


"Yah jangan lah entar dia gede rasa lagi huh." sahut Tasya.


"Eh mas Iwan, apa kabar? kamu masih sedih ya?" mbak pelayan kedai tadi menyapa pemuda di seberang meja Dita.


"Iya lah Gita saya masih sedih, lihat jasad istri saya aja gak kesampaian pas saya tiba di kampung ini dia udah di kubur." sahut pemuda yang bernama Iwan itu.


"Ya memang sudah jalannya mbak Nia harus mati seperti itu, sekarang kamu harus fokus mengurus anak kamu kalau perlu bantuan Gita siap kok membantu, jadi ibu pengganti juga mau." Dita mengusap kedua bahu milik Iwan.


"Ah Gita bisa aja, lagi pula kuburan istri say belum kering Git masa saya udah mikir mau cari ibu pengganti buat anak saya." ucap mas Iwan.

__ADS_1


"Emmm ya coba di pikir dulu, saya ambilkan nasi goreng kesukaan mas Iwan ya, tunggu sebentar." ucap Gita lalu meninggalkan Iwan ke dalam dapur.


"Ta kamu denger gak? nama istrinya Nia, jangan-jangan pocong perempuan yang deketin Doni kemarin." ucap Tasya.


"Bisa jadi sih Sya, kalau emang dia suaminya nah kita bisa bantu si Nia buat ketemu." sahut Dita.


"Aku sapa ya, terus aku kasih tau dia." ucap Tasya.


"Eh jangan Sya, masa iya kita mau bilang ketemu pocong istrinya, iya kalau percaya kali dia anggap kita gila gimana hayo nanti dia malah takut, kita amati dulu aja dari sini." ucap Dita menahan tangan Tasya.


"Ummm oke deh aku pasang kuping nih biar peka sama ucapannya nanti." Tasya menarik kedua telinganya sendiri membuat Dita tertawa melihat kelakuan sahabatnya itu.


"Ini semua makanannya sudah siap, silahkan di makan ya." ucap mbak Gita menyerahkan hidangan ke meja Dita.


"Makasih banyak ya mbak, harum banget nih pasti enak." Dita langsung melahap ayam bakar dihadapannya.


"Pelan-pelan Ta makannya, baca doa dulu." ucap Tasya .


"Oh iya lupa hehehe makasih Sya udah ngingetin." Dita langsung membaca doa sebelum makan dan menyantap kembali makanannya.


Gita menghampiri mas Iwan dengan menaruh hidangan nasi goreng dan teh manis di meja mas Iwan.


"Saya mau kerumah Datuk Kosim nih saya mau cari tahu keberadaan di kuyang di pulau ini, siapa tau saya bisa menemukan dan menghabisinya." ucap Iwan sambil makan.


"Kamu yakin Mas, bukankah itu terlalu berbahaya." ucap Gita.


"Tapi kan mbak Nia sudah tenang di alamnya, sudah ikhlasin aja daripada membahayakan nyawa kamu, lagipula kan ada Gita yang siap mengganti kan." ucap Gita dengan nada menggoda mas Iwan.


"Saya belum siap Gita, berbulan-bulan saya berlayar cuma Nia yang saya pikirkan begitu saya mau dapat libur sebulan eh malah dapat kabar dia gak ada huhuhuhu." mas Iwan tiba-tiba menangis mengingat istrinya Nia.


"Tuh Ya berlayar dia seorang pelaut bener kan ini pasti suaminya pocong Nia." bisik Tasya ke Dita.


"Ya udah nanti kita ikuti dia kemana pulangnya biar kita bisa bantuin si Nia ketemu suaminya." bisik Dita.


"Sip bos!"


"Makan dulu nih habisin, duh airnya habis lagi, bilangin ke mbaknya nambah es teh manis dong." pinta Dita.


"Oke sip, mbak, mbak." Tasya memanggil mbak Gita di seberangnya.


"Ya ada yang bisa di bantu?" tanya Gita.


"Mau nambah es teh manis ya satu." ucap Tasya


"Oh boleh, sebentar ya saya ambilkan." sahut Gita lalu berdiri dari kursinya menuju dapur.

__ADS_1


Iwan memperhatikan Tasya sambil tersenyum kala melihat Tasya.


"Ngapain tuh orang ngeliatin saya kaya gitu sih." ucap Tasya menunduk tak mau melihat Iwan.


"Suka kali sama kamu hihihi." sahut Dita.


Setengah jam kemudian semua makanan di atas meja Dita dan Tasya telah disantap habis oleh keduanya. Dita dan Tasya lalu pamit pada Gita si pemilik kedai.


"Kita ngumpet dulu apa gimana nungguin si suaminya Nia?" tanya Tasya.


"Dia bawa kendaraan gak?" Dita melihat sekeliling sambil bertanya pada Tasya.


"Kayaknya bawa mobil pick up itu deh." Tasya menunjuk mobil pick up berwarna biru metalik di hadapan nya.


"Ah aku punya ide." ucap Dita


Tak berapa lama Iwan keluar dari kedai menuju mobilnya.


"Maaf pak, halo salam kenal." ucap Dita menyapa Iwan.


"Halo salam kenal juga." jawab Iwan.


"Pak, mau minta tolong saya kan turis domestik ya di pulau ini, saya gak tahu jalan balik ke hotel xx, apa saya boleh menumpang?" tanya Dita penuh harap.


"Oh tentu saja, mari saya antar." jawab Iwan


"Wah makasih banyak ya pak, ayo Sya kamu naik duluan." Dita menarik lengan Tasya dan mendorongnya pelan masuk ke dalam mobilnya Iwan dan duduk di samping Iwan, sementara Dita duduk di samping Tasya.


Iwan tak henti-hentinya memandang Tasya sambil tersenyum.


"Pak, pak haloooo hayo lah jalanin mobilnya." Tasya mengibaskan kedua tangannya di hadapan wajah Iwan.


"Eh iya neng maaf, ayo kita jalan." ucap Iwan menyalakan mesin mobilnya.


***


To be continued...


alias bersambung ya...


mohon maaf kalau ada typo


Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.


Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.

__ADS_1


Vie Love you


__ADS_2