
Happy Reading...
******
Di tengah perjalanan, Logan menghampiri Tasya dan Anta. "Bagaimana perjalanannya, seru kan?" tanya Logan.
"Sebaiknya, kamu jangan dekat-dekat sama kita dulu," pinta Tasya.
"Why, there is something problem?"
(Kenapa, ada masalah?) tanya Logan.
"Ada, masalahnya yaitu, kita." Tasya menunjuk ke arah dirinya sendiri dan Anta yang menjawabnya dengan anggukan.
"I don't get it, I don't know what you've mean?"
(Aku tak mengerti, aku gak tau apa yang kamu maksud?"
"Nyium sesuatu gak?" tanya Tasya memberikan kode dengan kibasan tangannya agar Logan mendekat ke arahnya dan ke arah Anta.
"Hmm... ada bau aneh ya, seperti bau badan," ucap Logan dengan suara yang di pelan kan.
"Nah, itu. Hah... cium gak?" Tasya menyemburkan hawa hembusan nafas naga yang baru saja seperti memakan telur busuk.
"Huh... Bau ya..." keluh Logan.
"Nah itu dia, ternyata kita lupa mandi dan gosok gigi hehehe," ucap Tasya menoleh pada Anta yang menutup mulutnya dengan kedua tangannya sambil mengangguk.
"Astaga..." Logan mengusap wajahnya dengan Kedua tangannya.
***
Anta dan rombongan sekolahnya sampai di bumi perkemahan yang berada di Gunung Hijau.
"Anta ingat, jangan di godain jangan di ajak ngobrol, jangan di isengin tuh hantu," ucap Tasya.
"Ada gitu ya, bukannya anak kecil yang suka diganggu atau diisengin hantu, eh ini malah takut hantu yang diisengin sama si Anta," celetuk Pak Herdi yang baru saja dipanggil Tasya.
Gadis itu mulai ketakutan saat melihat sosok penunggu gerbang komplek perkemahan yang bertubuh besar seperti monster trol yang duduk di atas gerbang dan sedang asik memainkan lendir hijau dari hidungnya.
"Iyuh, pengen muntah rasanya," gumam Tasya tak mau melihat lagi ke arah monster tersebut.
"Tapi Tante, emang gak pernah ya cobain upil? enak tau ada asin-asinnya gitu tau, Tante hihihi," sahut Anta yang langsung di beri tatapan tajam oleh Tasya dan Pak Herdi.
__ADS_1
"Maaf..." ucap Anta.
Beberapa langkah dati gerbang utama, Tasya sempat berpikir kalau mereka akan tidur di dalam tenda yang mereka buat sendiri. Ternyata mereka menginap di sebuah komplek kecil yang berisi dua puluh rumah dengan satu kamar dan kamar mandi di dalam tiap rumah tersebut.
Uniknya lagi wilayah komplek tersebut dibangun di atas kolam ikan koi yang besar-besar dan banyak jumlahnya. Di dalam komplek tersebut juga disediakan kolam renang dan lapangan kecil untuk bermain buku tangkis atau bola voli.
"Seru juga nih perkemahan," ucap Tasya.
Akhirnya diputuskan setiap rumah kecil itu di tempati dua orang murid dan dua orang pendampingnya. Sementara enam guru penanggung jawab membuat tiga tenda untuk berkemah di pelataran samping kolam ikan.
Anta satu grup dengan seorang murid perempuan yang bernama Minie. Anak itu di dampingi oleh sang ibunda yang sangat cerewet. Ibundanya selalu saja menerima telepon dan bergosip ria saat berada di rumah tersebut. Anta dan Tasya bergegas menggunakan kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sebelum acara perkemahan itu di mulai.
"Hai!" Anta menyapa hantu perempuan yang duduk di dalam kloset kamar mandi.
Hantu perempuan itu melotot ke arah Anta dengan bola matanya yang berwarna merah. Hantu itu menunjukkan giginya yang hitam dan tajam-tajam seperti gigi ikan hiu untuk menakuti Anta. Pakaian berwarna kuning yang dikenakan hantu tersebut penuh dengan nada darah. Pada bagian dadanya terlihat banyak lubang sepertinya hantu itu tewas karena tertembak beberapa peluru di dadanya.
Anta meraih sikat giginya dan menyerahkannya pada hantu itu.
"Gosok gigi dulu ya, habisnya jorok itu giginya item semua hiiyy," ucap Anta.
Hantu perempuan tersebut langsung terperanjat dan melongo sambil melihat ke arah sikat gigi yang Anta berikan berikut dengan pasta giginya.
"Kalau udah sikat gigi, nanti dibersihin ya, soalnya Anta mau pakai lagi," ucap Anta.
Lalu rasa sakit di bagian perut Anta melandanya.
Hantu tersebut malah berjongkok di samping kloset dan memandangi wajah Anta.
"Anta udah bilang minggir ya, berhubung Anta udah gak kuat..."
Dut... tembakan maut menghujam kloset tersebut berikut dengan hawa busuk yang menyembur ke arah wajah hantu perempuan tadi.
Hantu itu langsung berdiri dan menjulurkan lidahnya berkali-kali seraya menutup hidungnya.
"Udah Anta bilang dari tadi kalau bakalan bau, Anta kan udah tiga hari gak buang air besar," ucap Anta dengan datarnya.
"Buruan Ta...!" teriak Tasya mengetuk pintu kamar mandi untuk bergantian menggunakannya.
"Iya, sebentar, sedikit lagi..." sahut Anta berteriak dari dalam.
Tak lama kemudian Anta keluar dari dalam kamar mandi.
"Astagfirullah bau banget Anta..." pekik Tasya.
__ADS_1
"Hehehe..." Anta hanya tertawa melihat ke arah Tasya.
Lalu gadis cilik itu menghampiri Minnie yang sedang memandangi ikan koi dari balik jendela.
"Hai, Minnie!" sapa Anta.
"Hai, mau apa kamu dekati aku, jauhi aku, aku tak mau berteman denganmu," ketus Minnie.
"Ya sudah kalau gak mau temanan sama Anta," sahut Anta ikut memandangi ikan koi tersebut.
"Kamu kan temannya hantu, jadi aku takut sama kamu, sana pergi!" ucap Minnie, anak yang berusia enam tahun itu sudah fasih dalam mengucapkan kata tanpa cadel.
"Oh, ya udah kalau kamu dan yang lain ngatain Anta temannya sama hantu, nanti Anta bawa para hantu itu ke sini, buat nakutin kamu," ucap Anta mencoba menakuti.
"Eh sebentar, kalau kamu memang punya teman hantu dan bisa lihat hantu, bisakah kamu melihat ayahku?" tanya Minnie.
Sebenarnya sedari tadi pun Anta dan Tasya sudah melihat sosok pria tinggi dengan rambut pirang yang bagian setengah kepalanya berongga menunjukkan isi otaknya itu selalu berdiri tak jauh dari Minnie. Namun, Tasya selalu memberi peringatan pada Anta agar tak menyapa hantu pria tersebut yang sedari tadi mengikuti Minnie.
"Memangnya ayah kamu sudah menjadi hantu?" tanya Anta.
"Aku mana tau kalau ayahku sudah menjadi hantu, dia meninggal seminggu yang lalu karena kecelakaan mobil. Dan setau aku kalau orang yang sudah meninggal kan jadi hantu, iya kan?"
"Gak juga, kadang ada yang langsung pergi ada yang masih ada," ucap Anta melirik ke arah hantu laki-laki yang diduga ayahnya Minnie itu.
"Jadi benar kamu bisa lihat hantu ya, caranya bagaimana? menyenangkan apa takut?" tanya Minnie mulai merasa betah dan nyaman berada di samping Anta.
"Aku gak tau caranya gimana, lagian belum tentu juga aku bisa lihat hantu beneran , bisa aja kan aku mengarang hehehe," Anta berusaha untuk berbohong.
******
Bersambung...
Mohon maaf sekarang jadwal UP Pocong Tampan tak tentu yang penting tungguin aja upnya ya dengan tekan tanda love buat jadiin favorit.
Oh iya 9 Lives update lagi, cusss ditengok ya, dan mohon dukungannya di sana.
Mampir juga ke :
- Diculik Cinta (On Going)
- With Ghost (END)
- Gue Bukan Player (END)
__ADS_1
- Kakakku Cinta Pertamaku (END - Musim Kedua hiatus 😁)
Vie Love You All... 😘😘😘