Pocong Tampan

Pocong Tampan
Menyelamatkan Tasya


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


****


Dita menarik tubuh Kanaya dan melongok isi tubuh Kanaya dari lubang leher Kanaya yang memperlihatkan isi tubuh Kanaya yang berongga kosong.


"Kopong melompong, mana bau lagi ihhh jijik, enaknya kasih apa ya, ahaaaa emang Allah maha baik yang selalu ada untuk membantu hamba-hamba-Nya." ucap Dita melirik sesuatu di hadapannya.


"Mang enak rasain kamu gak akan bisa balik ke tubuh kamu." gumam Dita lalu ia memasukkan dedaunan dan ranting kering serta batu-batu kerikil yang dia temukan di sekitarnya sampai memenuhi tubuh Kanaya.


Dita menggosok-gosokkan ke dua batu yang terasa kering di tangannya sampai terasa hangat.


"Duh udara malam gini, mana bisa dia buat api dari gosokan batu." gumam Dita sambil melihat pertempuran dua pocong melawan kuyang di seberang sana.


"Aku gak boleh nyerah, aku harus buat api." Dita makin menggosok - gosokkan dua batu di tangannya itu sambil melihat ke arah Anan dan pak Herdi yang melawan Kanaya dengan sengitnya.


Permata di kalung Dita memancarkan sinar yang Dita tak sadari membuat percikan api dari gosokan batu tersebut.


"Ah akhirnya ada api juga." Dita membakar ranting dan daun kering dalam tubuh Kanaya.


"Sukurin kau sekarang udah gak bisa balik ke tubuh kamu yang selalu kamu banggakan tadi, ****** kau." Dita tertawa dengan puasnya dan meninggalkan tubuh Kanaya yang terbakar di tepi jalan.


"Yandaku sayang, pak Herdi ayo kita kembali ke hotel." ucap Dita menghentikan perkelahian itu dengan tenangnya.


"Hahaha kalian tak akan bisa kembali." ucap Kanaya masih melayang-layang di udara dengan tawanya yang mencekam.


"Oh gitu, tuh lihat." Dita menunjuk tubuh Kanaya yang terbakar di tepi jalan.


"Oh tidak, tidak itu... tidaaaaaaaak." Kanaya berteriak langsung menghampiri tubuhnya yang terbakar tapi tak bisa melakukan apapun karena tak mempunyai tangan.


"Cepet ayo kita pergi." ajak Dita menggandeng keduanya.

__ADS_1


"Eh tunggu badannya Manan, nanti bisa di tempatin sama tuh Kuyang, yang ada Yandaku jadi pocong lagi." Dita menoleh ke tubuh Manan.


"Bentar-bentar aku buru-buru masuk lagi ya." sahut Anan lalu bergegas masuk kembali ke dalam tubuh Manan.


Mereka pun segera pergi dari tempat tersebut dengan bantuan Pak Herdi yang tadi mampu menembus daerah kekuasaan kuyang itu.


"Kalian jangan pergi, awas kalian...!!" jeritan Kanaya terasa menyeramkan namun Dita dan lainnya tak akan menoleh lagi kebelakang untuk melihat Kanaya.


***


"Pak Herdi dari mana sih lama banget nyampenya, aku kan jadi kehilangan Tasya." Dita menepuk keras bahu pak Herdi.


"Sakit Ta, hati - hati dong kan cuma kamu yang bisa nabok hantu kan, sakit banget ini." pak Herdi mengelus bahunya.


"Lagian aku kesel tau gak bisa nyelamatin Tasya dari Jeff." ucap Dita kesal.


"Iya si tofu basi lama banget sampe nya ngapain aja sih katanya mau jagain Dita?" sahut Anan menoleh kesal pada pak Herdi.


"Susah tau masuk alam gaibnya si kuyang pas tadi Dita manggil gue." sungut pak Herdi.


"Terus caranya gimana sampai bapak bisa masuk?" tanya Dita ingin tahu.


"Makasih kenapa? kan emang tugas Lo buat jagain Dita ya kan?" ucap Anan menantang pak Herdi.


"Ah nyesel gue nolongin Lo, tadi mah Dita aja yang gue bawa keluar." sahut pak Herdi menyikut Anan.


"Eh sembarangan, tadi juga kalau gak gue bantuin elo juga kalah kelilit kuyang." Anan menarik ikatan pocong pak Herdi.


"Ini pada kenapa sih, baru aja tadi akur udah ribut lagi aja, sekarang tuh kita harus mikir gimana caranya kita pulang ke hotel mana ternyata udah jam satu gini, oh iya mana ponsel kamu Nan?" tanya Dita.


"Emangnya kamu gak bawa ponsel?" tanya Anan lalu menyerahkan ponsel dari sakunya ke Dita.


"Aku gak tau ada dimana, tas kecil aku aja gak ada apa ketinggalan di mobil Doni tadi ya." Dita menekan nomor Doni dari ponsel Anan.


"Hooaaammm halo." ucap Doni yang terbangun karena suara ponselnya.


"DONI...!"


"Astagfirullah... pengeng banget kuping aku, ini kak Dita ya, lama banget sih Bu Dewi sama pak Kevin sampai pules nih di lobby hotel." sahut Doni.

__ADS_1


"Ceritanya panjang Don, sekarang kamu harus jemput aku ya nanti aku share lokasi." ucap Dita


"Takut kak, jam satu gini kan serem tuh masa aku harus bangunin Pak Kevin sama Bu Dewi sih." sahut Doni.


"Don, asal tau aja ya, Tasya tuh hilang di bawa sama Jeff." ucap Dita.


"APA...? kok bisa dibawa sama Jeff, di culik gitu maksudnya?" tanya Doni mulai cemas.


"Iya bisa nanti aku jelasin semuanya ya, yang aku mau sekarang kamu jemput kita di lokasi ini, atau kita bakalan terlambat buat nyelamatin Tasya." ucap Dita meyakinkan Doni.


"Oke kak, aku akan mencoba berani, ya aku harus berani demi Tasya, tunggu ya kak, Doni ke mobil dulu, terus ini mereka berdua gimana?" tanya Doni dari sebrang sana.


"Duh... lagian kenapa sih gak pada tidur di dalam kamar hotel aja." ucap Dita mulai kesal.


"Bu Dewi takut kak jadi minta di temenin tidur disini." sahut Doni.


"Ya udah deh, buruan kesini yak." pinta Dita lalu menutup ponselnya lalu bergegas menuju mobil rental yang aman sewa dan menyalakan mesinnya lalu melajukan nya ke lokasi yang dibagikan Dita.


Sesampainya disana Dita menceritakan semua kejadian pada Doni dalam perjalanan menuju hotel.


"Kampret emang tuh orang bisa-bisanya dia ambil Tasya dari saya." Doni bersungut-sungut memukul setir mobil.


"Sudah Don, aku juga kesel tapi aku tahu dimana aku bisa tanya keberadaan Tasya." ucap Dita.


"Kamu tahu Ta? terus kita mau cari sekarang juga?" tanya Anan menoleh ke Dita.


"Ya sekarang juga daripada nanti terlambat si Tasya keburu di sedot darahnya sama Nyi Kawung." sahut Dita membuat Doni makin merasa cemas.


****


To be continued...


alias bersambung ya...


mohon maaf kalau ada typo


Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.


Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.

__ADS_1


Vie Love you


__ADS_2