
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
****
"Kita mau kemana Ta?" tanya Anan di dalam mobil yang dikendarai Doni.
"Kita mau ke Gua Ungu tempat Ratu Kencana Ungu yang memberikan gelang ini pada kita." sahut Dita.
"Harus sekarang nih kak?" tanya Doni.
"Kan aku bilang memang harus sekarang, udah pokoknya nurut aja, oh iya Pak Herdi mending ngilang dulu deh." ucap Dita menoleh ke Pak Herdi yang duduk disampingnya.
"Saya mau jagain kamu nanti saya ketinggalan lagi buat nolongin kamu." sahut Pak Herdi.
"Masalahnya disana ada pak kuncen yang suka nangkep hantu kaya bapak, nanti dia nyangkanya bapak hantu tersesat dan saya gak mau kehilangan bapak kalau ditangkap."
ucap Dita.
"Ta... suami kamu tersayang ada disamping kamu lho, ke geeran nanti dia kalau kamu bilang gitu." Anan melempar sandalnya ke arah pak Herdi.
Pak Herdi langsung membuangnya ke luar jendela mobil.
"Yah, yah gue nyeker dong kenapa di buang sih?" tanya Anan kesal menoleh ke sandal yang terbuang itu.
"Makanya jangan iseng." sahut pak Herdi tertawa.
"Udah dong, dengerin dulu waktu aku sama Tasya pergi ke gua itu nah si hantu Susi kan ikut, disangka sama pak kuncen Susi itu mau ganggu aku sama Tasya terus di tangkap dan bakal di buang di hutan tersesat bersama para hantu tersesat lainnya." ucap Dita menjelaskan.
"Tapi aku lihat Susi kok di hotel kak." sahut Doni.
"Tasya ambil botol Susi diam-diam dan membebaskannya kembali, jadi saya mau pak Herdi hilang dulu nanti kalau aku butuh bantuan aku panggil lagi ya pak, bapak itu udah seperti kakak buat saya." ucap Dita.
"Jadi mau peluk Ta."
"Eh jangan...! awas kalau berani peluk istri tercinta ku!" ancam Anan.
"Oke oke oke, aku pergi dulu ya." pak Herdi membelai kepala Dita sebelum pergi.
"Yeee ngajak ribut tuh pocong." Anan terlambat menarik ikatan pocong pak Herdi karena keburu menghilang.
__ADS_1
"Udah ah Yanda sayang sekarang fokus ya, kita mau ketemu Ratu Kencana Ungu." ucap Dita.
"Aku gimana kak?" tanya Doni.
"Terserah kamu mau nunggu di mobil apa ikut ke dalam gua?" tanya Dita
"Aku sini aja deh dalam mobil, takut lebih serem ketemu ratu di gua." sahut Doni.
"Oke Don, berhenti di depan sana ya." ucap Dita menghentikan Doni melajukan mobilnya.
Dita dan Anan turun dari dalam mobil mencari rumah pak kuncen di samping halaman Gue Ungu. Dita mengetuk pintu rumah tersebut.
"Ada apa ya neng malam-malam kesini?" tanya Pak Kuncen.
"Assalamualaikum pak, saya dan suami saya mau ke dalam Gua Ungu." ucap Dita meminta ijin.
"Tapi ini masih pukul dua pagi neng, tempat wisata di buka jam sembilan pagi." sahut pak kuncen.
"Justru memang saya di suruh ketemu sama Ratu Kencana Ungu jam segini, pak." ucap Dita.
"Lho kata neng pas saya tanya apa bertemu ratu atau tidak neng bilang tidak bertemu dengan sang Ratu, kenapa sekarang bilangnya ketemu?" tanya pak kuncen menyelidiki ucapan Dita.
"Saya takut pak mengakuinya saya malu." ucap Dita berbohong.
"Lalu apa sekarang non mau ketemu Ratu karena ingin melakukan pesugihan?" tanya Pak Kuncen.
"Kami mau meminta agar segera mendapat anak pak." sahut Dita berbohong.
"Lho apa kalian yakin? biasanya yang mau bertemu Ratu Kencana Ungu itu yang mau naik jabatan, banyak harta bahkan memikat perempuan atau laki-laki." ucap Pak Kuncen.
"Yakin pak, ini buktinya." Dita menunjukkan gelang di tangan nya dan di tangan Anan.
"Oh permata itu, baiklah kalau begitu, mari ikut saya." ucap pak kuncen menunjukkan jalan menuju ke dalam gua pada Anan dan Dita.
"Udah pak sampai sini aja." ucap Dita melarang Pak Kuncen untuk ikut lebih dalam lagi.
"Lho memang nya kenapa saya kan juru kunci disini wajar bila saya mau bertemu sang Ratu." sahutnya mulai kesal.
"Lho bapak gimana sih, kan bapak udah sering ketemu Ratu Kencana Ungu kenapa jadi malah ngotot ikutin kita sih?" sahut Anan mulai kesal.
"Saya, ya saya, saya harus ikut pokoknya atau nanti kalian tak bisa bertemu Sang Ratu." sahutnya mulai meyakinkan Anan dan Dita.
"Dah biarin aja Nan." bisik Dita.
Dita lalu menuju tempat telaga dimana ia tempo hari bertemu Ratu Kencana Ungu disana. Sambil mengucap salam dan memohon pada Tuhan untuk dipertemukan kembali dengan sosok sang ratu kemudian suasana gua berubah.
Sang kuncen sangat terlihat takjub dengan pemandangan tersebut.
__ADS_1
"Jadi ini toh rasanya jika bertemu sang ratu wah..." gumam pak kuncen penuh takjub.
Sosok perempuan memakai kebaya dodot berwarna hijau dengan selendang di pinggangnya membawa sang kuncen pergi.
"Loh bapaknya mau dibawa kemana Ta?" tanya Anan heran.
"Wah iya itu sama siapa coba dibawa perginya." Dita berusaha menghampiri pak kuncen namun terhalang dinding transparan yang di buat sang ratu yang tiba-tiba muncul seperti biasa dari dalam tenaga.
"Susah kuduga kau akan kembali." ucap sang ratu mengejutkan Anan dan Dita yang langsung menoleh ke arah ratu.
"Astagfirullah ih ratu mah ngagetin aja munculnya." ucap Dita.
"Aku tahu saat kau menggunakan gelang itu untuk membebaskan diri dari kuyang kan?" tanya sang ratu.
"Kok tahu wah ratu hebat, oh iya ini suami saya ratu." Dita memperkenalkan Anan.
"Kenapa kau bisa masuk ke tubuh orang lain?" tanya sang ratu pada Anan.
"Ceritanya panjang ratu, sekarang aku mohon bantuan ratu untuk menolong saya." pinta Dita.
"Menolong untuk membuatnya tetap hidup ya?" tanya sang ratu melirik ke arah Anan.
"Emang bisa Ratu?" tanya Dita.
Sang ratu hanya tersenyum pada Dita.
"Eh bukan itu maksud tujuan saya kesini saya mau ratu selamatkan sahabat saya yang di bawa Jeff ke istri gaibnya Nyi Kawung." ucap Dita menjelaskan.
"Nyi Kawung? jadi dia masih menginginkan darah perawan ya rupanya hmmm."
"Jadi bagaimana ratu apa ratu bisa membantu saya?" pinta Dita penuh harapan.
"Tentu bisa dia kan hanya abdi bagiku, pulanglah besok kawanmu itu sudah ada di hotel tempat kau menginap." ucap sang Ratu.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.
Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.
Vie Love you
__ADS_1