
Sebelum membaca... jangan lupa klik Like and Vote yak... koin seikhlasnya juga boleh banget... makasih lho para Readers tersayang... 😊😘
***
"Tulkiyem... lepasin dia...!" ucap Tante Key yang datang dari lantai atas.
"Tante Key...!!" Dita langsung memeluk Tante Key berlindung di balik tubuhnya menyelamatkan diri dari hantu perempuan itu.
Dibelakang hantu perempuan itu sudah berdiri Anan dan Andri yang sudah mengakhiri pertarungan serunya lalu menghampiri arah suara Tante Key.
"Kamu gak papa kan Ta?" tanya Tante Key.
"Enggak papa Tante tapi nih Tante jijik banget iyuuuhhj..." Dita mengelap bekas muntahannya tadi ke daster Tante Key.
"Aduh Dita ih jorok ih limited edition nih gaun aku."
"Hahahaha daster kuntilanak aja limited edition..." ejek Andri yang tertawa menepuk bahu Anan.
"Eh iya dong jadi hantu juga kudu berkelas, ini buatan designer lho, yang udah metong kaya kita hihihihi." sahut Tante Key.
"Lagian kalian bukannya nolongin aku tadi malah asik mesra-mesraan guling-guling di tangga." gerutu Dita pada Andri dan Anan.
"Huh sembarang jijik kali aku sama nih tempe angus."
"Ihhh apalagi gue lebih jijik sama lontong kisut kayak elo..!"
"Udah setooooppp...!" suara Dita bergema di ruangan tangga darurat yang sepi itu.
"Ups ada yang denger gak yak?" Dita celingak-celinguk ke atas dan kebawah takut ada yang mendengar teriakannya tadi.
"Gak da kayanya Ta." sahut Tante Key.
"Bagus lah, keceplosan aku gara-gara mereka." Dita menunjuk sebal pada Anan dan Andri.
"Sana pergi kamu Yem." gertak Tante Key pada hantu perempuan itu yang dari tadi masih memandang heran pada Dita uang akrab dengan Tante Key serta dua hantu Anan dan Andri lalu hantu itu tertawa menyeringai menatap dita lalu menghilang dengan suara cekikikan khasnya.
"Emang namanya tulkiyem Tante?" tanya Dita .
"Namanya Maryam tapi biar gaul aku panggil tulkiyem hihihi." Tante Key tertawa dengan girangnya.
krik krik krik...
Anan , Andri dan Dita saling memandang tanpa berkata apapun tak ada hal lucu yang ia tangkap pada becandaan Tante Key.
"Garing...!" sahut Anan.
"Kamu mau kemana Ta?" tanya Tante Key.
"Mau ketemu suster Sandra di ruang anak."
"Oh suster yang lagi hamil yak? wangi banget dia Ta, banyak penunggu sini yang suka gangguin dia."
"Ah yang bener, nanti anak gue sawan lagi di gangguin kalian." sahut Andri kesal.
"Terus kalo kamu yang nemenin Sandra kan sama aja sawan juga ketempelan hantu." ledek Dita meringis menutup mulutnya menahan tawa.
"Iya yak, nanti kalo anak ku sawan sama bapaknya sendiri kan gak lucu."
__ADS_1
"Hahahahha... apalagi pas liat bapaknya gosong macam gini." ledek Anan.
Andri sudah siap menghampiri Anan dan hendak merangkulnya bak petarung gulat yang hendak membanting lawannya.
Dita melerai keduanya merentangkan kedua tangannya diantara Andri dan Anan.
"Aku pulang aja nih kalo ribut terus." ucap Dita mengancam.
"Jangan dong Ta, lanjut ya cantik." sahut Andri.
"Ya udah sana Ta, samperin Sandra." ujar Tante Key.
"Makasih ya Tante." Dita melanjutkan menaiki anak tangga satu lantai lagi.
"Eit kamu mau kemana ganteng..." goda Tante Key menahan Andri dengan menjadikan kakinya palang pintu menyingkap daster limited edition nya itu.
"Astagfirullahaladzim... bukan muhrim Tante jangan buka bukaan dasternya depan saya." sahut Andri lalu berlari menghilang menuruni anak tangga dan Tante Key langsung mengejarnya.
"Andri... woy Andri...!!! jangan pergi kan mau ketemu suster Sandra ...!!" pekik Dita melongok kelantai bawah.
"Udah lah cuekin ayo kita ketemu Sandra." ajak Anan.
"Lah kan yang mau tanggung jawab dia Nan, emangnya kamu mau gantiin?"
"Kalo nanggung jawab kamu aku mau hehehe padahal buat aja belom yak ." celetuk Anan.
"Huuu modus maunya tuh...!!"
Dita mencubit lengan Anan.
"Awww sakit Ta, nih cewek tenaganya kaya Samson."
"Hai suster...!"
"Hai Dita apa kabar? makin cantik aja."
"Ah bisa aja bumil."
"Kenapa Ta?"
"Emmm aku mau ajak suster ketemu orang tuanya Andri."
"Loh memangnya mereka udah pulang dari Hongkong?"
"Udah Suster mereka kecelakaan pas pulang."
"APA...?! terus kondisi mereka gimana Ta?"
"Alhamdulillah ibunya Andri luka ringan masih dalam perawatan sih, kalo Ayahnya harus dioperasi tapi berhasil sih sus, cuma kondisinya masih lemah."
"Terus gimana dong aku harus tetep ketemu mereka gitu?"
"Andri sih maunya gitu."
"Andri, trus mana dia sekarang ?"
Dita menoleh kekanan ke kiri tak melihat Andri.
__ADS_1
"Nan kamu cari Andri gih." ujar Dita ke Anan.
"Ogah...!!"
"Please.... aku ngambek nih yak."
"Huh harus ya pake senjata ngambek, ya udah deh terpaksa." Anan menghilang kemudian mencari Andri.
"Kamu ngomong sama siapa Ta?" tanya suster Sandra.
"Eh maaf sus, biasa Jin botol aku hehehe."
"Kaya di film Jinny oh Jinny aja kamu punya jin botol."
"Mau minum Ta?"
"Boleh deh, cemilan nya kalo ada sus." Dita memamerkan deretan giginya dengan tersenyum manis.
"Tunggu yak disini." ucap suster Sandra lalu tiba membawa kan Dita teh kotak dingin dan biskuit cemilan khas rumah sakit di ruangan anak itu.
"Satu jam lagi aku pulang, mau nunggu gak?"
"Oke deh aku tungguin, tapi biskuitnya boleh naambah gak sus?"
"Ambil aja Ta tuh disitu."
"Oke makasih suster." ucap Dita sambil menengok kearah dua toples besar berisi snack biskuit dan keripik kentang disana.
"Kok bau amis yak tangan ku, Iyek bau banget, astagfirullah belum cuci tangan bekas si tulkiyem tadi ih..." Dita berlari menuju toilet wanita dengan segera.
***
Dita dan suster Sandra sudah sampai di rumah sakit tempat orang tua Andri dirawat.
"Aku gugup Ta, nih tangan aku dingin banget." suster Sandra mengulurkan tangannya untuk digenggam Dita.
"Ih kaya mau audisi idol aja sampe keringet dingin gini si suster mah."
ucap Dita lalu menarik tangan suster Sandra ke dalam rumah sakit didampingi Anan dan Andri yang mengikuti mereka dibelakangnya.
"Dita...!!! kamu tuh yak dari mana aja." dokter Dewi menghampiri Dita dari arah toko roti di dalam rumah sakit.
"Kak Dewi..." ucap suster Sandra terperangah.
"Kamu... mau apa kamu kesini?" tanya dokter Dewi.
"Duh runyam deh nih.." sahut Andri sambil menggaruk-garuk kepalanya kebingungan dan sempat akan menghilang namun Anan sudah menahannya.
"Hayo mau kemana? udah diem aja disini elo tempe angus!" ucap Anan mencengkram kedua tangan Andri.
"Kalian saling kenal?" ucap Dita yang berada diantara dokter Dewi dan Suster Sandra.
Mereka masih saling menatap satu sama lain terlebih Dokter Dewi yang memperhatikan perut suster Sandra yang membuncit.
***
To be continued
__ADS_1
Semoga suka...
Happy Reading 😘😘😘