
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
****
"Ini terimalah pemberian ku, kelak ini akan membantu mu dan pasangan mu jika menghadapi masalah, karena kau memang akan menghadapi masalah dalam waktu dekat ini." Ratu kencana Ungu menarik tangan Dita dan menyerahkan dua gelang itu pada genggaman tangannya.
"Tapi Ratu ini... ini tak pantas untukku." Dita masih mencoba untuk menolaknya.
"Ketahuilah cah ayu kau termasuk perempuan yanh baik hati, jadi kau pantas menerimanya, jadi tetaplah menjadi baik ya, sekarang kembalilah ke alam mu, aku bahagia sekali masih bisa bertemu manusia seperti mu." ucap Sang Ratu Kencana Ungu lalu menghilang.
Tiba-tiba Dita sudah berada di pinggir pantai menyambut Tasya dan lainnya.
"Kok kamu cepet banget udah sampai sini aja, kamu lari ya Ta?" tanya Tasya yang sudah basah kuyup meluncur dari terowongan.
"Emmm iya sih tapi lari-lari kecil aja mau nyambut kamu Sya." sahut Dita mencoba berbohong.
"Susi mana Ta kan dia tadi ikut sama kalian masuk di terowongan?" tanya Dita.
"Emang iya? saya dari tadi gak lihat Susi kok cuma Brian sama Jeff yang lagi lanjut berenang." Tasya menunjuk Jeff dan Brian
"Lah kemana ya? apa jangan-jangan dia ditangkap ratu ya?" gumam Dita.
"Ratu? Ratu siapa Ta?" Tasya mendengar sekilas gumaman Dita.
"Eh enggak ratu hantu maksudnya hehehe itu juga kalau ada." sahut Dita asal.
"Mohon maaf saya boleh tanya?" kata pak kuncen Gua Ungu.
"Tanya apa pak?" sahut Dita.
"Apa kalian di ikuti oleh hantu perempuan?" tanya nya.
"Ah masa sih pak?" Dita pura-pura tak tahu maksud pertanyaan pak kuncen.
"Saya dari tadi melihat hantu perempuan di sekitaran kalian jadi dia saya tangkap saya masukkan ke dalam botol ini." sahut pak kuncen.
Tasya dan Dita saling menatap satu sama lain penuh makna tentang hantu Susi yang tertangkap pak kuncen.
__ADS_1
"Bapak bisa menangkap hantu?" tanya Tasya.
"Ya saya lumayan bisa sih apalagi kalau hantunya mengganggu." sahut Pak Kuncen.
"Lalu hantu yang bapak tangkap nanti mau diapain pak?" tanya Dita.
"Saya buang di hutan sana, karena di sana tempat para hantu yang tak tahu jalan pulang alias tersesat di dunia ini." ucap Pak Kuncen.
Dita dan Tasya hanya terdiam dengan raut wajah sedih namun mereka sepakat dari tatapan matanya tak mau mengakui mengenai kelebihan mereka yang dapat melihat hantu apalagi mereka kenal dengan hantu Susi yang pak kuncen tangkap.
"Saya ganti baju dulu ya Ta." ucap Tasya.
"Kamu berani kan?" tanya Dita.
"Berani, tuh ramai banyak pengunjung juga." sahut Tasya lalu mengambil tas ransel di tangan Dita dan melangkah menuju pemandian dan tempat ganti baju.
"Neng bapak boleh tanya sesuatu?" tanya pak kuncen.
"Tanya apa lagi pak, silahkan?" ucap Dita.
"Darimana neng dapatkan gelang itu?" tanya pak Kuncen.
"Oh ini, tadi saya beli di toko cinderamata ini pas banget ada dua jadi yang satunya bisa buat suami saya pak, saya permisi dulu ya pak, mau ke mobil, bawa tas ransel ini berat juga hehehe oh ya pak kalau dua orang bule itu tanya bilang aja saya udah ke mobil ya pak."
Dita berbohong dan mencoba menjauh dari Pak Kuncen dengan menggendong tas ransel punya Jeff dan Brian menuju mobil Jeff.
Tasya sudah selesai berganti baju lalu menghampiri Dita.
"Kok saya sedih ya Ta kalau Susi ditangkap, kan kasian kalau dia di buang di hutan." ucap Tasya.
"Ya mau gimana Sya, nanti kalau kita bilang kita kenal sama Susi makin runyam lagi apa lagi berhadapan dengan kuncen seperti dia yang lumayan sakti." sahut Dita.
"Tapi saya jadi merasa kehilangan nanti gak ada yang rebutan Jeff lagi sama saya hiks hiks." Tasya mencoba menahan tangisnya.
"Kita doakan saja yang terbaik buat Susi semoga bisa kembali ke alamnya dan siapa tahu pas di hutan tempat hantu tersesat dia ketemu jodoh hehehe." ucap Dita yang memegang perutnya kala itu.
"Kenapa Ta? perut kamu sakit?" tanya Tasya.
"Aku lapar Sya, ajak Jeff sama Brian gih biar buruan." ucap Dita.
"Ampun deh... udah habis bubur ayam dua mangkok sekarang lapar lagi aja ckckckc." Tasya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menghampiri Jeff dan Brian untuk segera mengantar Dita dan Tasya kembali ke hotel.
***
Di mobil Jeff.
__ADS_1
"Kami masih mau mengunjungi tempat lain apa kalian mau ikut?" tanya Jeff.
"Mau balik ke hotel aj Jeff terus juga aku laper." sahut Dita.
"Berhubung berlainan arah jadi gak bisa nganter ke hotel nih, mohon maaf ya, gimana turun di depan sana terus nanti naik angkot ke hotel sekitar sepuluh menit menuju hotel." ucap Jeff menjelaskan.
"Yah kita di turunin di tengah jalan hehehe." ucap Tasya.
"Mohon maaf ya Tasya." ucap Jeff
"Iya gak apa-apa orang saya cuma bercanda kok hehehe." ucap Tasya menggaruk-garuk kepalanya.
"Eh turun situ aja Jeff, tuh ada warung makan ayam bakar, enak nih kayaknya." ucap Dita menunjuk sebuah warung makan.
"Oke deh, saya turunin disini ya, hati-hati ya kalian." ucap Jeff.
"Oke Jeff makasih ya dan hati-hati juga buat kamu dan Brian." sahut Dita.
Dita dan Tasya turun dari mobil Jeff dan keduanya pun melambai pada Jeff dan Brian.
"Saya kenyang Ta, masa saya ngeliatin kamu makan sih." ucap Tasya saat menuju ke dalam kedai makan.
"Minum jus kek, apa nyemil apa gitu pokoknya nemenin aku makan." Dita menarik tangan Tasya.
"Iya, iya, ayo ke dalam." sahut Tasya akhirnya menurut.
"Selamat datang di kedai kami, mau pesen makan apa?" tanya wanita muda penjual di kedai.
"Ini kedai punya mbak, bagus ya?" tanya Dita.
"Ini punya ayah saya, yang jadi koki disana tuh, saya mah cuma bantuin jaga aja, jadi mau pesen apa nih?" tanya wanita muda itu.
"Tunggu, aku lihat menu dulu, emmmm aku mau paket ayam bakar komplit sama jus jeruk, Sya ada es campur nih ada kentang goreng, ada otak-otak goreng, ada bakso goreng mau gak?" Dita menoleh ke Tasya.
***
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.
Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.
__ADS_1
Vie Love you