
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊
******
Ken datang ke dalam pikiran Ibu Eva. Sejak kematiannya yang bahkan di kuliti oleh suku Ro, pria itu menaruh dendam pada ibu Eva.
Ken mengetuk pintu kamar hotel untuk membangunkan ibu Eva. Setelah mengintip dari lubang pintu, ibu Eva membukakan pintu kamarnya.
"Ken apa yang kau lakukan di sini?" ucap Ibu Eva.
"Ku mohon tolong aku nyonya, tubuhku sakit semua," ucap Ken dengan suara lirih yang menyayat.
"Bagaimana aku bisa menolongmu? memangnya mau di mana kemarin?" tanya Ibu Eva.
"Aku sudah di sini, tapi aku ingin meminta bantuan padamu," ucap Ken.
"Baiklah aku akan menolong mu, tapi Ken sebaiknya kita ikut Dita ya karena aku merasa bersama dia kita bisa lebih aman di bandingkan bertemu dengan bola Ro dan kaumnya," ucap Ibu Eva.
Ken hanya mengangguk. Wanita itu mengikuti Ken tanpa membangunkan Dita terlebih dahulu. Ibu Eva tak sadar sampai keluar dari hotel.
"Bagaimana aku bisa membantu mu?" tanya Ibu Eva.
"Apa kau bisa mengembalikan tubuhku seperti semula?" tanya Ken lalu berubah ke wujud aslinya.
Ken tak mempunyai kaki, juga tak mempunyai tangan. Banyak luka sayatan di tubuhnya, semua organ penting di dalam tubuhnya hilang. Bahkan Ken juga tak memiliki kulit karena di pakai untuk membuat alat musik perkusi yang di jual oleh suku Ro.
"Bag-ba-bagaimana kau bi-bisa seperti itu?" Ibu Eva menutup wajahnya ketakutan tapi masih penasaran untuk menengok kondisi Ken sekali lagi.
"Aku memang menyesal pergi dari mu karena Aku tak mau di penjara. Lalu kesialan menimpa ku, karena setelah aku bertemu dengan seseorang itu, ia malah membawaku ke jembatan iblis itu dan menghabisiku seperti ini, jadi aku tanya apa kau bisa membantuku?" tanya Ken.
"Ken, bagaimana bisa aku membantu mu?" ucap Ibu Eva sangat ketakutan.
"Aku hanya ingin kau membantuku supaya aku tenang," ucapnya.
"Aku tak mengerti, bagaimana aku membantu mu?" tanya Ibu Eva makin tak mengerti.
"Dengan cara tetap disitu," sahut Ken lalu sebuah bis besar menabrak ibu Eva dan menghempasnya seketika. Dia terjatuh ke permukaan aspal bersimbah darah. Terlebih kepalanya terlindas oleh bis tersebut. Wanita itu tewas seketika.
"Terima kasih, kini aku tenang karena sudah membawamu ikut serta denganku," ucap Ken lirih.
Pria itu kini tubuhnya utuh kembali. Ken menarik ruh ibu Eva secara paksa agar dia keluar dari jasadnya untuk membawanya pergi ke neraka.
***
__ADS_1
"Duh kasian tuh perempuan ya La, di jebak cuma buat di matiin," ucap hantu Lili pada Lala.
"Iya gak nyangka ya," sahut Lala.
"Padahal dia bisa jadi jodoh kamu tuh, bentuknya hampir sama hehehe," ucap Lala.
"Ah kamu mah enak aja, cakepan juga cowok-cowok di kamar ini," Lala memandang ke arah Sahid dan Anan.
"Yang ini aku gak bisa deketin, sesuatu melindunginya." Lili menunjuk ke arah Anan.
"Ah masa sih, kan dirimu bisa membuat manusia jadi patung cyin," sahut Lala.
"Gak tau kenapa, eyke gak bisa. Kalau yang itu boleh deh kamu godain hihihihi," ucap Lala tertawa dengan puasnya.
"Aku buat dia mimpi basah hahahaha," ucap Lala kegirangan.
"Dasar hantu ganjen, hantu mesum, eyke gak ikut-ikut, eyke punya incaran tersendiri, tadi aku lihat hantu cowok ganteng ke bungkus kain putih gitu, tapi kemana ya, kok udah ngilang?"
"Masa sih hilang? kalau aku ketemu dua manusia yang bisa lihat aku," ucap Lala.
"Dua orang ini juga bisa, coba mana mau lihat manusianya?" Lili mengikuti hantu Lala menuju kamar Dita.
Dita lupa kalau iya satu ranjang berukuran single dengan Anta. Dita terjatuh dari ranjang saat dia meregangkan tubuhnya dan membuatnya terbangun.
"Kok ibu Eva gak ada, apa dia ke kamar mandi ya?" Gumam Dita.
"Astagfirullah... itu siapa kok kepalanya yang sebelah botak yang sebelah rambut panjang terus... ih..." Dita menunjuk Lili.
"Eyke Lili, kenalin nih primadona di hotel ini," hantu Lili mengulurkan tangannya pada Dita.
"Awww... setrum ya," ucap Lili langsung menarik uluan tangannya dari Dita.
"Ya kan, aku bilang apa, dia tuh manusia beda apalagi anaknya beda banget deh," ucap Lala menuju Dita dan Anta.
"Iya nih, kaya titisan sang ratu bangsa kita gitu deh," ucap Lili memandangi Dita dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Eh maaf aku mau tanya, tadi kamu bilang apa? wanita yang di sini sudah mati?" tanya Dita.
"Oh iya dia mati tuh dijebak temennya ke tabrak bis tuh mayatnya masih tergeletak di jalan raya," ucap Lili.
"APA...?!" Dita langsung memanggil Pak Herdi untuk memastikan ucapan Lala dan Lili.
"Kenapa Ta?" tanya Pak Herdi.
"Nah ini nih yang tadi aku lihat, tuh kan cakep," hantu Lili langsung mendekati Pak Herdi dan menggodanya.
__ADS_1
"Hiyy... gak jadi hantu aja nyeremin, apalagi jadi hantu dengan bentukan kayak gini, makin nyeremin aja hiy..." Pak Herdi meledek Lili.
"Wah belum pernah di kecup gemes nih sama Lili, hayo sini..." Lili berusaha mengejar Pak Herdi yang terus menghindar.
"Stop...!!!" Dita melerai keduanya dan melanjutkan ceritanya perihal kejadian yang menimpa Ibu Eva.
Pak Herdi memastikan kejadian tersebut benar adanya.
***
Keesokan harinya pihak kepolisian sudah mengevakuasi jasad Ibu Eva. Tak ada penyelidikan lebih lanjut karena kepolisian sudah memutuskan ini murni kecelakaan. Anan dan rombongannya akhirnya melanjutkan perjalanan menuju kota.
"Celana kamu kenapa?" tanya Anan melirik Sahid.
"Di isengin sama Lala jadi nembus deh basah ya kan hihihi?" Lili menyahut begitu saja mengejutkan Dita.
"Astagfirullah mbaknya ngapain ikut kita gini?" tanya Dita.
"Aku mengikuti hantu bungkus yang kamu sembunyikan di gelang kamu itu, lagipula kata dia boleh aku ikut kalian, aku bosen di hotel terus," Lili menunjuk ke arah Anan yang tertawa.
"Yanda ngapain sih bawa dia? tanya Dita yang langsung di simak Sahid ke arah mana Dita menunjuk.
"Biarin aja buat nemenin Pak Herdi hahaha," Anan sudah sangat senang membayangkan wajah Pak Herdi yang akan marah-marah kala tau ada Lili yang ikut.
"Biar aja bunda, nanti Anta benerin rambutnya Om nya eh tantenya, buat main salon-salonan," sahut Anta.
"Ih Anta serem tau," bisik Arga.
"Gak serem kok, Anta suka malah hihihi," sahut Anta.
"Ah tau ah terserah bunda bingung ngantuk!" Dita mencoba memejamkan kedua matanya di kursi mobil tersebut karena merasa kurang istirahat setelah semalaman di ganggu para hantu.
"Yah bunda tidur, ya udah Anta ikut tidur ah." ucap Anta.
******
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainny
- WITH GHOST (UP)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
__ADS_1
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player (END)
Vie Love You All 😘😘😘