Pocong Tampan

Pocong Tampan
Menolong Dimas part 2


__ADS_3

Drit drit...


Jam 8 otw Ngawi.


Dita membuka pesan pada ponselnya.


"Ini nomer siapa yak?" gumam Dita.


Dita : siapa ya?


👨 : Dokter ganteng


Dita : gak jelas..!!


👨: aku Andri


Ponsel Dita langsung berdering karena Andri langsung menelpon nya.


"Besok jam delapan pagi berangkat ya, kamu jangan sampe telat yak."


suara Andri dari sebrang sana.


"Oke, aku ijin kerja dulu nanti aku kabarin pak."


"Panggil Andri aja, emang tua banget apa saya di panggil pak?"


"Eh iya Andri, makasih yak, nanti aku kabarin, dah."


Tut Tut Tut


Dita langsung mematikan sambungan ponselnya.


Aku cari Pak Herdi dulu nih minta ijin mumpung belom pulang dianya.


Dita bergegas menghampir ruang kerja Pak Herdi dari arah pantry.


Tok tok


"Masuk..!"


"Permisi pak, aku mau ijin boleh ?"


"Kamu mau ijin apa Ta?"


Pak Herdi mempersilahkan Dita duduk.


"Saya besok ada perlu pak, mau anter jenazah sodara saya ke Ngawi jam delapan pagi."


"Kamu punya sodara?"


Tanyanya heran.


"Iya saya juga baru tau pak."


Dita berusaha berbohong mencari alasan yang tepat.


"Kamu sama siapa kesana?"


"Sama dokter, supir ambulance, terus belum tau lagi.


"Mau saya anter ka Ta biar sekalian saya kenal keluarga kamu?"


"Ih gak usa pak, nanti bapak capek nyupir."


"Kita naik pesawat Ta, cepet sampe."

__ADS_1


"Kan bawa jenazah pak."


"Iya juga sih, tapi yakin gak mau saya anter?"


"Yakin pak, makasih banyak sebelumnya."


Dita bangkit dari kursinya mengulurkan tangannya pada Pak Herdi untuk dijabat.


"Nanti kalo ada apa-apa telpon saya ya."


"Iya pak, siap pasti, Dita pamit ya pak."


Pak Herdi menjabat tangan Dita dan membawanya ke pelukannya seolah berat melepaskan kepergian Dita.


"Pak Herdi ada tamu di depan yang.... ehem maaf lupa ketok saya."


Anita yang langsung mengucap tanpa mengetuk pintu mendadak malu melihat Dita dipeluk Pak Herdi.


Dita langsung mendorong tubuh Pak Herdi menjauh melepaskan pelukannya.


"Siapa Nit tamunya?"


"Pak Handoko deh kalo gak salah." jawab Anita melirik ke arah Dita sebentar yang membuang mukanya .


"Oke suruh keruangan saya ya." pinta Pak Herdi dan Dita pun pamit keluar dari ruangannya.


***


"Ehem ehem cieeee peluk peluk uwuwu jadian nih."


Anita menggoda Dita yang wajahnya merona.


"Apaan sih jadian jadian orang gak ada apa-apa kok antara aku sama pak Herdi."


"Tadi barusan apaan?"


"Aku cuma mau ijin besok aku gak kerja mau ke Ngawi eh terus tadi pas pamit si bos peluk aku kaget dong akunya terus dirimu dateng deh."


"Kamu mau ngapain ke ngawi?"


"Inget korban kecelakaan motor kemarin gak?"


Anita mengangguk.


"Itu ternyata ada hubungan sodara sama aku, jadi aku mau anter jenazah nya besok."


"Gimana gimana sodara? masa sih."


"Iya udah bawel, aku mau ajak kamu tapi ntar gak boleh lagi libur dua - duaan kita."


"Yaudah deh padahal aku juga mau ikut sekalian jalan-jalan gitu sama kamu."


"Kapan-kapan yak, oh iya namanya Dimas maaafin dia yak pas kemaren nyerempet dirimu."


"Oh gak papa kok, tenang aja udah aku maafin."


"Makasih ya Nit, aku siap2 dulu."


"Tus tadi pertanyaan ku belum dijawab lho."


"Yang mana?" Dita mengernyitkan dahinya masih belum mengerti arah pembicaraan Anita.


"Dirimu sama pak bos?"


"Hadeh gak ada apa-apa Nit, biasa aja."

__ADS_1


"Buat mu biasa, kalo buat dia gimana hayo?"


"Gak tau ah, aku cuma anggap dia bos yang baik kalo sebagai pria iya sih aku suka sama tipe kaya pak Herdi tapi emmmm ada yang lebih bikin aku ser seran dari pada Pak Herdi hihihihi."


"Hah ada cowok lain siapa? wah parah gak cerita-cerita sama aku, siapa Ta siapa?"


"Emmmm kasih tau gak ya? emmmm kapan-kapan aja deh wkwkwkwk."


Dita beranjak pergi ke rumah belakangnya untuk packing.


"Ditaaaaaaaa....??? awas kamu ya...!!"


***


"Kak Dita mau kemana?" tanya Jessie yang melihat Dita menyiapkan tas ranselnya.


"Kakak mau balikin hantu yang semalem kamu liat itu ke rumahnya."


"Hah yang serem itu, ih terus nanti aku sama siapa?"


"Kan ada kak Tania belajar sama dia yak."


"Ih gak mau kak Tania jutek."


Braaakk...!!!


Terdengar pintu kamar mandi yang tertutup dengan kerasnya.


"Husssttt ka Tania marah tuh, makanya kamu anteng sama dia ya, besok Kaka pulang."


Dita mengelus kepala Jessie.


"Kak Anan ikut?" Jessie menoleh pada Anan.


"Ikut dong yang jagain ka Dita siapa nanti."


sahut Anan.


"Cie berduaan kaya bulan madu cieee."


Jessie menggoda Dita dan Anan.


"Enggak kok, kita sama dokter sama supir sama om hantu juga." sahut Dita.


"Oh kirain berduaan, hihihihi." Jessie menghilang pergi.


"Apa kamu liatin aku?" tanya Dita pada Anan yang sedari tadi memperhatikan nya.


"Enggak, cuma liat doang kok, tambah cantik ya kalo lama-lama di liat."


"Apaan sih kamu mah."


"Tuh kan malu cieeee."


"Tau ah..."


Dita berusaha tak mengucap apapun didalam hatinya takut terdengar Anan.


***


To be continued


Happy Reading keep vote for me...


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2