
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
****
Dita dan Tasya duduk di kursi depan penjual es kelapa.
"Kamu ngapain Bu kesini? kan sudah ku bilang kamu tunggu rumah aja." ucap bapak penjual es kelapa itu pada istrinya yang tengah mengandung.
"Aku bosen pak aku kesini aja buat nemenin kamu ya." ucap istri penjual es kelapa.
"Tapi kan daerah sini lagi rawan Bu sama kuyang, aku gak mau nanti kamu ketemu sama makhluk itu." ucap bapak penjual es kelapa itu pada istrinya yang sedang mengandung.
"Maaf pak saya mau tanya, emang iya disini lagi heboh hantu kuyang ya?" tanya Dita pada penjual es kelapa di pantai itu.
"Emmm ini non es kelapanya." penjual itu menyerahkan dua es kelapa utuh pada Dita dan Tasya.
"Pak kok pertanyaan saya gak di jawab?" tanya Dita lagi.
"Gimana ya non jelasin nya, saya takut nanti kalian pada takut, soalnya saya di wanti-wanti sama kepala desa saya supaya jangan suka cerita macam-macam sama pendatang, nanti pemasukan kami sama para turis domestik maupun turis asing jadi berkurang kalau gak ada yang mau lagi datang ber wisata ke sini karena takut."
sahut penjual es kelapa itu.
"Tapi emang sebelum saya kesini juga udah viral pak di internet sama penampakan kuyang di daerah ini lho pak, tapi kita tetep berani kesini." sahut Dita sambil menyeruput es kelapanya.
"Memang ada neng videonya?" tanya penjual es kelapa itu.
"Bentar nih pak aku tunjukin ya." Dita mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan video viral tentang kuyang di pulau itu.
"Ah bener ini non ini kan di daerah Kalibatu sana." ucap pak penjual es kelapa itu.
"Coba saya lihat." pinta istri penjual es kelapa.
"Nih Bu, silahkan lihat." Dita menyodorkan ponselnya.
"Ih bener pak, ini kan tempat si Marni waktu kehilangan bayinya." sahut istri penjual es.
__ADS_1
"Ah masa sih Bu? berarti kamu harus lebih hati-hati untuk menjaga bayi kita baik-baik ya Bu."
"Iya pak." sahutnya.
"Memangnya ibu usia kandungan nya berapa bulan?" tanya Dita.
"Saya baru enam bulan neng." sahut istri penjual es kelapa itu.
"Boleh tau apa yang kuyang ini lakukan pada bayi perempuan yang kehilangan itu?" tanya Dita.
"Ya saya sih taunya dia pulang-pulang sedih banget kayanya bayinya di ambil paksa oleh kuyang padahal si Marni itu mau melahirkan pergi ke klinik malam itu, eh dia di ikuti kuyang terus di tengah jalan bayinya di ambil." jawab ibu itu.
"Bu sudah sana pulang, ayo bapak antar." ajaknya menggandeng istri nya.
"Kalian tunggu disini sebentar ya titip warung saya ya neng, bapak mau antar istri bapak pulang dulu ke belakang sana." ucap penjual es itu.
"Iya pak silahkan." sahut Dita.
"Lah kok kita di suruh jagain warung sih Ta, nanti kalau ada yang beli gimana?" tanya Tasya yang sudah menghabiskan es kelapanya.
"Kita kan di suruh jagain doang kalau ada yang beli ya suruh tunggu bapaknya." sahut Dita.
"Aku ambil kacang ini ya." ucap Tasya mengambil satu bungkus kacang goreng dari dalam toples.
"Ta, jadi berita itu bener dong soal kuyang di daerah ini?" tanya Tasya.
"Ya gitu deh, tuh buktinya tadi pada keceplosan cerita." sahut Dita.
"Ta berarti dia cari bayi dong Ta, terus kata Doni juga cari darah wanita baru melahirkan ya, terus kalau perempuan yang lagi haid gimana?" tanya Tasya dengan raut wajah yang sudah ketakutan.
"Emang kamu lagi dapet ya?" tanya Dita.
"Iya Ta, gimana nih, kan aku lagi dapet nanti kalau aku di ikutin darahnya di hisap gimana?" Tasya mengguncang tangan Dita penuh kecemasan.
"Udah tenang aja, kan ada aku, atau kamu mau di jagain sama pak Herdi?" tanya Dita.
"Ya daripada ketemu kuyang ya mending ketemu dan di jagain pak Herdi sih." sahut Tasya yang sudah menghabiskan dua bungkus kacang dari toples.
"Bapaknya mana ya, kok belum balik katanya sebentar?" Dita menengok ke belakang dan kanan kiri mencari keberadaan si bapak penjual es kelapa.
"Ya kok lama banget sih." sahut Tasya.
"Nah tuh bapaknya datang." tunjuk Dita.
"Maaf ya neng agak lama tadi bapak ke kamar mandi dulu ada panggilan alam." ucap bapak penjual es itu.
__ADS_1
"Iya pak gak apa-apa, tadi aku ambil kacang jadi tiga bungkus ya, sama es kelapa nya dua, jadi total berapa pak?" tanya Dita.
"Jadi empat puluh lima ribu neng." sahutnya.
"Ini kacangnya berapa pak sebungkus nya?" tanya Tasya.
"Lima ribu neng."
"Ambil satu lagi Ta biar pas lima puluh ribu." pinta Tasya.
"Buat siapa kacangnya?" tanya Dita.
"Buat aku hehehe kamu yang bayar kan ya Ta?" tanya Tasya.
"Hooh aku yang bayar nanti potong gaji kamu ya." sahut Dita mencoba mengerjai Tasya.
"Iya deh gak apa-apa, potong gaji, aku di bawa kesini aja udah seneng banget, di potong gaji juga gak apa-apa ongkos pesawat, hotel sama makan hehehee." ucap Tasya.
"Ya ampun segitunya kamu Sya, tenang aja sih semua nya udah aku tanggung sama Anan." sahut Dita.
"Asyik alhamdulillah kamu baik banget sih Ta, kalau waktu itu aku gak ketemu kamu pas habis kecopetan aku gak tau deh apa aku seberuntung ini." Tasya memeluk Dita dari samping.
"Kok jadi melow gini sih, jangan sedih ah kita kan ke sini mau seneng-seneng Sya." Dita menepuk-nepuk tangan Tasya yang masih memeluknya.
"Habis kamu baik banget sih, saya sayang banget sama kamu Ta." ucap Tasya.
"Iya aku juga, yuk kita jalan-jalan lagi yuk." ajak Dita.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan
Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...
ayo dong crazy vote buat Pocong Tampan kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan bisa nangkring di rangking 20 besar vote apalagi 10 besar vote meski ngarep banget nih hehehe.
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
Vie Love you all 😘
__ADS_1