
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Jangan bosen juga bacanya ya...
Happy Reading 😊😊😊
*****
BRUG...
Anta menabrak seseorang saat berlari menuju stand es krim.
"Maaf om Anta gak.... YANDA ...??!!"
Anta berteriak kegirangan.
"MENYAN...!!!" Pak Herdi menunjuk Anan.
"Ha...Ha...Hantu....."
Anan tergeletak tak sadarkan diri.
"Yanda....!!!" Dita berteriak sambil menghampiri Anan dan menepuk pipi Anan yang tak sadarkan dirinya.
Anan di bawa oleh petugas mall ke klinik dalam mall tersebut.
"Papi sadar bunda," Anta menarik rok Dita.
"Bentar, coba bunda cek translator dulu, untung aja bahasanya gak beda jauh sama kita nih negara biar kata jauh juga," sahut Dita.
Anan memandang Dita dan Anta dengan wajah bingung, dia memperhatikan keduanya.
"Ha-hantu..." Anan menutupi wajahnya dengan bantal di belakangnya.
"Eh bukan ini pocong, eh sama aja ya sama hantu, pokoknya jangan takut, dia jinak kok," ucap Dita menunjuk Pak Herdi.
"Sembarangan, emang saya binatang peliharaan apa jinak," keluh Pak Herdi menggerutu.
"Hehe... Maksudnya ya jangan takut sama bapak gitu, coba ngilang dulu pak kesini, nanti aku panggil lagi kalau butuh bantuan," ucap Dita menggoyangkan gelang di tangannya lalu Pak Herdi menghilang.
"Udah gak ada kok, kamu gak usah takut," ucap Dita menepuk lutut Anan.
Anan membuka bantal tersebut perlahan-lahan.
"Kamu mau minum?" tanya Dita.
Anan menggelengkan kepalanya.
"Kalian siapa?" tanya Anan.
"Aku Anta, anak Yanda, ini Bunda," ucap Anta menunjuk dirinya dan Bundanya bergantian.
"Ah anak? Ini serius anak kecil gini udah bisa ngomong?" pekik Anan yang sangat heran melihat perkembangan Anta.
Dita mengangguk. "Kamu ingat aku gak?" tanya Dita.
"Aduh aku bingung ya, aku pusing banget, kalian itu siapa sih, yang ini ngaku anak, yang ini ngaku bunda, maksudnya apa sih?" tanya Anan.
"Ta, kamu sama Anta kenapa? tadi kata penjaga toko kalian ada di klinik... hah pak Bos?! benaran ini pak Bos?" Tabya menghampiri Anan yang mencoba menjauh dari Tasya.
"Ini siapa lagi sih?" tanya Anan heran.
"Kayaknya dia lupa deh Sya," ucap Dita sedih.
"PAK BOS...!!!" Doni mencoba memeluk Anan namun belum bisa menyentuhnya ia malah jatuh mencium lantai di bawah ranjang klinik.
"HANTUUUUUU...!!!"
Anan langsung berlari keluar ruangan klinik saking ketakutannya.
"Kejar Ta ayo kita kejar," ucap Tasya menarik lengan Dita.
"Gak usah Sya, biarkan dia mengingat kita perlahan-lahan, aku gak mau langsung maksa nanti malah Anan kenapa-napa, kalau cinta kami kuat dia pasti akan kembali kepadaku dan Anta, yang jelas saya seneng banget kalau Anan sehat dan baik-baik aja," ucap Dita menggendong Anta.
"Jadi kita biarin aja dulu gitu, gak mau cari dia tinggal dimana gitu Ta?"
"Iya nanti sambil kita cari, dah sekarang cari makan dulu lalu lanjut pilih barang kan belum lengkap tuh buat perabotan rumah." sahut Dita menahan air matanya.
"Bunda jangan nangis, kan ada Anta yang selalu sama bunda, nanti Anta bakal bawa Yanda balik sama bunda," ucap Anta mengusap air mata di pipi Dita yang terlanjur keluar.
"Iya, makasih ya Anta," ucap Dita memeluk Anta dengan erat di gendongannya.
***
Anan keluar dari mall menuju motor skutik yang ia parkir.
Seseorang menepuk pundaknya dari belakang.
"Please hantu jangan ikutin aku please..." gumam Anan.
"Cong, elu kenapa?" ternyata Andri yang ternyata menepuk pundak Anan.
"AH ONTA...!!! gue pikir hantu yang tadi," sahut Anan menepis tangan Andri.
"Idih sial luh masa gue cakep gini di katain hantu huuuu," Andri bersungut- sungut.
"Lagian lo tuh ya hobi banget ketemu hantu, ketauan lo tuh pengecut liat hantu," ucap Andri mencibir Anan.
"Emang lu berani?" tanya Anan.
"Yeee dia belum tau aja, asal lu tau aja ya belum tentu gue berani ketemu Andri," sahut Andri.
"Sama aja kampret...!!!"
Anan menyalakan mesin motornya lalu berlalu pergi.
"Seh tu pocong, main pergi gitu aja gue di tinggal, liatin nih gue susul lo cong!"
__ADS_1
Andri menyalakan mesin motor sport nya.
Brum Brum Brum...
Andri menggeber laju motornya mendahului Anan.
"GUA DULUAN YA...!!!" Andri mengangkat tangan kirinya meledek Anan.
"Awas aja lu Onta, duh nanti kalau gue geber ni motor malah mati lagi, sabar Nan, sabar..." gumam Anan.
***
"Hai baby, kangen banget ih aku sama kamu," Hyena langsung memeluk Anan kala Anan datang ke restoran.
"Hai, maaf Na lepas dong keringetan nih gerah banget," ucap Anan menepis pelukan Hyena.
"Aku kipasin ya, apa perlu aku ambil air es teh ya?" pinta Hyena.
"Gak usah Na, maaf ya aku mau ganti seragam dulu ya," Anan langsung pergi meninggalkan Hyena ke ruang karyawan.
"Ndri, apa kurangnya aku sih? kok kayaknya Anan gak suka banget sama aku?" tanya Hyena.
"Enggak Na, kamu tuh sempurna banget di mata aku, itu matanya Anan aja yang picek," ucap Andri merayu Hyena.
"Ah kamu mah cewek mana aja juga di bilang cakep, aku tuh susah banget tau gak sih buat Anan perhatian sama aku," ucap Hyena.
"Serius Na, kamu tuh cantik, kaya, body goal banget perfecto pokoknya," sahut Andri makin memuji Hyena.
"Pelanggan tuh layanin dulu," ucap Hyena saat dua orang gadis yang selalu datang dan meminta foto Andri tiba di sana.
***
"Bunda, Anta mau roti yang numpuk ada daging sama keju tapi gak mau pake sayur dong," pinta Anta.
"Apaan tuh, pizza bukan?" tanya Dita.
"Pizza itu apa bunda?" Anta bertanya balik.
Dita mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan gambar di layar ponselnya.
"Bukan itu bunda, yang rotinya banyak yang numpuk kalau makan mangap gede banget itu," ucap Anta memperagakan buka mulut yang lebar.
"Burger kali," sahut Doni.
"Nah om hantu bener," Anta memberikan kedua jempolnya pada Doni.
"Eh om bukan hantu tapi arwah apa roh yang lagi keluar dari tubuhnya," sahut Doni.
"Arwah penasaran? itu mah sama aja hantu Don," Tasya menoyor Doni tapi belum bisa menyentuhnya.
"Hati-hati Sya!" pekik Dita.
"Iya lupa, saya belum bisa sentuh Doni, untung aja gak jatuh," ucap Tasya mengelus dadanya sendiri.
"Tapi bunda capek Nak, duduk dulu yuk!" ajak Dita.
"Iya, yang dagingnya ayam, sama kentang goreng yang besar, susu coklat yang ukuran besar juga, kalau ada ayam goreng, Anta juga mau tante," pinta Anta.
"Ckckckck bener-bener persis bunda nya, makan banyak badan gak gendut lagi," Tasya menggelengkan kepalanya.
"Kamu mau apa Ta?" tanya Tasya.
"Samain aja kaya Anta tapi daging sapi," sahut Dita yang sudah mengipas-ngipas wajahnya dengan brosur di tangannya sembari duduk di kursi taman yang mereka lewati.
"Oke deh, ayo Don temenin saya," ajak Tasya.
Seratus meter dari taman.
"Sya, tuh Big Hit Burger!" Doni menunjuk restoran burger di hadapannya.
"Cakep, nemu juga akhirnya," sahut Tasya.
Saat memasuki area restoran, seorang pria keluar dari dalam lengkap dengan seragam dan memakai helm. Pegawai tersebut akan pergi mengantar makanan rupanya. Dan ternyata pria tersebut adalah Anan.
"Halo kak, ini jual burger ayam sama sapi kan?" tanya Tasya menghadang Anan sebelum naik ke motornya.
"Bukan ini jualan sate tikus!" sahut Anan ketus lalu melajukan motor skutiknya.
"Dih **** banget tuh orang jelas-jelas tulisannya burger, pake bilang sate tikus," Tasya menggerutu.
"Lagian kamu juga sih pake nanya," sahut Doni.
"Kan saya cuma mau pastiin aja Don, yuk ah masuk!"
"Tapi Sya, kayak kenal gitu sama tuh orang tapi dimana ya, dan siapa gitu?" gumam Doni.
"Ah kita kan orang baru di sini, mana kenal sama orang sini," ucap Tasya lalu membuka pintu restoran tersebut.
"Selamat datang di Big Hit Burger, beli dua paket hemat gratis foto bareng saya lho," Sapa Andri saat melihat Tasya masuk.
"Haha pede banget pelayannya," gumam Tasya.
"Halo, ummm kayaknya pernah lihat deh tapi dimana ya, kayaknya kita pernah ketemu gitu," ucap Andri mengamati Tasya.
"Masa sih, saya kan baru tinggal di kota ini," sahut Tasya.
"Wah kalau begitu anda datang ke orang yang tepat jika butuh pemandu wisata, saya siap kok," ucap Andri mengulurkan tangannya.
"Nama ku Andri, nama kamu siapa, cantik?"
Doni mencoba memukul Andri namun tak bisa.
"Ih nih cowok, ati-ati sya, playboy cap kadal nih orang!" sahut Doni.
"Iya udah tau tenang aja sih," sahut Tasya.
"Maaf, ngomong sama siapa ya?" tanya Andri yang heran saat melihat Tasya bicara sendiri.
__ADS_1
"Oh...enggak itu ummm reflek aja tuh tadi aku menanggapi suara tv hehehe," jawab Tasya asal lalu memesan makanan yang Anta dan Dita pesan.
"Ini tolong di isi data diri sama nomor telepon," pinta Andri pada Tasya.
"Buat apa ya?" tanya Tasya.
"Kamu orang baru kan di kota ini? nah kalau habis pesen makanan harus isi data biar bisa review makanan dan bisa berkesempatan dapat voucher makan gratis," sahut Andri yang sebenarnya berbohong.
Tasya menuliskan data diri sesuai yang Andri pinta.
"Makasih ya, datang kembali ya," Andri menyerahkan bungkusan makanan untuk Tasya sambil tersenyum.
"Hu...modus aja jadi cowok, tapi kayak pernah lihat dimana ya, duh kok aku lupa ya," gumam Doni.
"Don, ini neneknya ngapain Don," Tasya gemetar saat keluar dari pintu restoran bertemu dengan hantu nenek tua tanpa tangan menghampirinya.
"Kabur sya, ayo kabur!" ajak Doni.
"Gak bisa Don, kaki saya gemetaran," sahut Tasya.
"Hush nek jauh-jauh, itu tangannya di perban dulu biar darahnya gak netes," ucap Doni membelakangi hantu nenek tersebut dan menghadap ke arah Tasya.
"Sya kami lihat aku jangan lihat dia terus pelan-pelan jalan," bisik Doni.
Tasya berusaha menggerakkan kakinya perlahan.
"Bisa kan Sya? ayo kabur....!!!"
"DONI TUNGGU....!!!"
Setelah berlari sambil membawa bungkusan makanan, Tasya dan Doni sampai juga di taman.
"Kamu kenapa Sya, capek banget kayak gitu habis jogging ya?" tanya Dita.
"Bukan, saya habis lomba lari sama doni," sahut Tasya asal.
"Yang menang siapa? mana piala nya ante?" tanya Anta.
"Yeee orang jawab asal malah serius, parah Ta aku lihat hantu nenek gak punya tangan terus darah semua persis kayak hantu kakek genit di lift rumah sakit waktu itu," sahut Tasya.
"Ah serius, ternyata emang kita gak bisa menghindar ya dari lara hantu hehehe, mana sini makanannya laper kita nih," ucap Dita.
Akhirnya mereka semua makan di taman di tempat yang sudah di sediakan untuk berpiknik.
"Terus aku cuma bisa ngeliatin doang nih, mentang-mentang gak bisa pegang huuu," rengek Doni penuh kecewa.
***
Malam itu setelah merapikan sebagian barang yang sudah datang semua, Dita, Tasya dan Anta terlelap dalam satu kasur berukuran king size di lantai tanpa ranjang, karena merasa lebih nyaman.
Dua orang laki-laki tak di kenal mencoba menyelinap masuk ke mini market milik Dita.
"Ni bos, tadi aku pantau penghuninya cuma dua orang perempuan dewasa dan satu anak kecil, kelihatannya mereka punya banyak uang sampai bisa pindah kesini," ucap lelaki satunya yang berambut gondrong dengan tubuh lebih kuris2.
"Bagus kalau gitu jadi gak ada yang bisa ngelawan kita, ayo kita langsung gasak mereka," ucap lelaki satunya lagi yang berkepala botak dan tubuh lebih besar.
Keduanya berhasil masuk ke dalam rumah toko milik Dita melalui pintu belakang yang mereka jebol kuncinya.
"Kita naik ke atas aja langsung, ayo!" bisik lelaki berambut gondrong itu lalu menutup kepala mereka sampai wajahnya tak terlihat.
Pak Herdi muncul di belakang si rambut gondrong dan menarik rambutnya.
"Aduh, kamu narik saya ya?" tanyanya pada temannya.
"Gimana cara nariknya? aku aja jalan lebih dulu dari kamu," sahut si botak.
"Iya ya, apa perasaanku aja," gumamnya.
Pak Herdi kini gantian menarik kaki kanan si botak sampai terjatuh dari anak tangga.
"Kok kamu iseng sama aku sih?" si botak yang sudah berdiri langsung mendorong rekannya sampai terjatuh juga.
"Eh siapa yang iseng sama kamu, malah kamu yang dorong saya kayak gini, emangnya saya salah apa?" sahut rekannya.
"Udah jangan pada berantem," sahut Pak Herdi yang kini ada di anak tangga.
Kedua penjahat itu menoleh ke arah Pak Herdi.
"Ciluk...Baaaaaaaaaaaaa!"
Pak Herdi menunjukkan wajah seramnya yang penuh darah keluar dari kelopak mata, hidung, telinga dan mulut, kelabang dan ulat besar juga ikut menggeliat manja berusaha berontak keluar dari mulut Pak Herdi.
"Ha-ha-han-hantu bungkus...!!!" teriak si botak langsung kabur dan di susul oleh si gondrong melalui jendela ventilasi.
"Mau kemana sini main dulu," Pak Herdi makin menggoda kedua penjahat itu dan menakutinya.
"Hahahaha badan gede doang tapi sama gue takut lu!" ucap Pak Herdi bangga sambil tertawa dengan puasnya.
*****
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
To be continued...
Jangan lupa main ya ke cerita terbaru ku
“WITH GHOST”
ramaikan disana.
Baca juga :
- Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
- 9 Lives (END)
- Gue Bukan Player
__ADS_1
Vie Love You All 😘😘😘