
Hayo sebelum pada baca tolong ya tombol Likenya di pencet dulu, jangan lupa rate bintang lima. Lalu, kirimkan poin kamu untuk Vote, kirim koin juga boleh banget lho...
Happy Reading... 🥰😊
******
"Pak Herdi mau kenalan sama dia?" tanya Doni.
"Ngapain kenalan, ogah amat cukup ingin tahu aja," jawab Pak Herdi.
"Gak usah lama-lama, Pak. Tuh sekarang juga bisa kenalan."
Doni menunjuk ke belakang Pak Herdi dengan tangan gemetar. Makhluk gaib yang dibilang Pak Herdi tadi sudah berdiri di belakang pocong tersebut.
Makhluk itu tanpa wajah, tanpa rambut dengan perut buncit. Tubuhnya persis seperti makhluk alien yang pernah Doni tonton bersama Tasya tempo hari. Dia menepuk bahu Pak Herdi dengan menunjukkan mulutnya yang tanpa gigi. Ia mencoba tersenyum sepertinya.
"Dih, macam kakek-kakek tanpa gigi rupanya," ucap Pak Herdi.
"Tanyain Pak, kenapa dia bisa ada di kamar saya sama Tasya," ucap Doni memberi perintah pada Pak Herdi.
"Konnichiwa... (Halo...)" suara makhluk itu lirih.
"Oh pakai bahasa Jepang, kalau gini mah yang paham si Menyan," ucap Pak Herdi.
Tiba-tiba sosok tersebut bisa merubah dirinya menjadi Pak Herdi.
"Waduh... bisa mirip gitu, wah gak bisa dibiarin, nih!" sahut Doni seraya menepuk dahinya sendiri.
"Heh, sembarangan aja masa kamu berani-beraninya meniru saya, mana pakai baju bagus gitu bukan baju pocong," keluh Pak Herdi.
Tiba-tiba Mitha keluar dari kamarnya. Sosok Makhluk yang mirip alien itu lalu menghilang.
"Kamu ngapain sayang kok ada di sini? lho baju kamu kok udah rapih, bukannya tadi udah pakai piyama?" Tanya Mitha.
"Ummm... aku, aku mau pergi," sahut Doni.
"Malam-malam begini, mau kemana?" tanya Mitha.
"Mau, ummm mau kemana ya, mau cari angin aja gitu," sahut Doni asal.
"Aku ikut, ya..." pinta Mitha seraya merengek pada Doni.
"Gak bisa, kan kamu lagi hamil, katanya kalau perempuan lagi hamil gak boleh ke luar malam nanti bayinya kayak alien, lho!" Doni jadi teringat makhluk tadi yang menyerupai Alien tapi bisa meniru manusia itu.
"Ah masa sih, aku jadi takut nih, kamu jangan pergi deh," pinta Mitha.
"Sebentar doang, kok. Nanti aku pulang, sebentar aja, kamu tidur aja dulu ya," ucap Doni.
"Kalau begitu cium aku dulu," pinta Mitha.
Di belakangnya Pak Herdi sudah mencibir Doni dan mengejeknya dengan meniru gerakan manja Mitha pada Doni.
__ADS_1
"Cium, Don. Sosor terus jangan kasih kendor," celetuk Pak Herdi.
"Hmmm... " Doni menghela nafas berat seraya menatap tajam ke arah Pak Herdi lalu dia mencium kening Mitha dengan terpaksa.
Doni langsung melangkah cepat setengah berlari menuruni tangga menuju ke luar rumah. Pak Herdi juga menyusul Doni. Mereka kembali ke rumah Anan. Namun, semua orang di sana sudah tertidur semua.
Doni menuju bagian halaman belakang dan tak sengaja menabrak hantu Jerry.
"Eh si ganteng mau ngapain ke sini, pasti mau cari aku ya?" tanya Jerry menggoda Doni.
"Pasti mau maling, tuh!" sahut hantu Lily.
"Enggak dia temen saya, kok." sahut Pak Herdi yang sudah berdiri di hadapan Doni.
Pria itu sudah bersembunyi di belakang tubuh Pak Herdi saat menemukan hantu Jerry dan Lily bersamaan.
"Iya dia tuh mantannya Tasya, ganteng juga ya." Jerry mendekati Doni kembali dan melingkarkan tangannya ke lengan Doni tapi selalu Doni tepis.
Tiba-tiba terdengar suara sepeda motor yang berhenti di depan rumah Tante Dewi.
"Siapa, tuh?" tanya Doni.
"Itu Mark," ucap Jerry.
Doni langsung bersembunyi ke balik semak-semak saat mendengar langkah kaki Mark menuju belakang rumah itu.
"Kok sembunyi sih?" tanya Pak Herdi yang ikut berjongkok dan bersembunyi di samping Doni. Hantu Lily dan Jerry juga ikut bersembunyi bersamanya.
"Kita kan mengikuti kalian yang pada sembunyi di sini," sahut Jerry.
"Iya, jadi seru kan kalau ngumpet bareng gini," sahut hantu Lily.
"Sssttt... jangan berisik, lihat tuh mencurigakan, ngapain juga dia lewat belakang," bisik Doni.
"Kita tuh mau teriak kenceng juga dia gak akan dengar justru kamu yang jangan berisik," sahut Jerry.
"Oh, iya ya," sahut Doni.
"Heh semuanya diam, coba tuh lihat si Mark lagi ngapain tuh!" seru Pak Herdi seraya menunjuk ke arah Mark.
Mark berkomat-kamit mengelilingi rumah. Di tangannya tergenggam botol kristal berlogo monster cacing. Mark juga melakukan sebuah ritual dengan foto Anan di tangannya yang hendak dia bakar.
"Astaga, apa dia mau mengirimkan sihir sama Pak Anan," bisik Doni.
"Hmmm... ini gak bisa dibiarin, aku ngak nyangka ya kalau ternyata dia itu jahat mainnya pakai sihir," ucap Jerry ia berdiri sambil bertolak pinggang dan menghampiri Mark.
"Jika waktu itu aku gagal membuatmu celaka karena Jerry, kali ini aku tak akan gagal, kau yang harus celaka untuk menggantikan tubuhku yang mulai hancur," ucap Mark seraya memandangi foto Anan dan meremasnya.
Sontak saja mendengar penuturan Mark barusan membuat Jerry menutup mulutnya tak percaya. Pria tampan yang sangat dia kagumi ini ternyata bisa juga berlaku jahat.
"Apa maksudnya dia gagal membuat Anan celaka karena aku?" tanya Jerry menunjuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Hantu Lily dan Pak Herdi saling memandang satu sama lain. Mereka juga tak percaya dengan yang mereka dengar barusan.
"Apakah Mark menggunakan tubuhku?" lirih Jerry yang masih tak percaya memandang Mark.
"Rasakan akibatnya Anan, sebentar lagi tubuhmu akan aku kuasai dan aku akan mendapatkan Dita untuk ku miliki, menggunakan tubuh Jerry rasanya lemah sekali," gumam Mark lalu mulai membakar selembar foto Anan.
"Apaaaaaaa? apa dia yang sudah membuatku mati?" pekik Jerry yang coba memukul tangan Mark tapi tak bisa. Ia tak bisa menyentuh tubuh Mark, begitu juga dengan hantu Lily.
"Kenapa ini, kenapa kita gak bisa pegang dia?" tanya Hantu Lily.
Akhirnya setelah mengumpulkan keberanian dan tenaganya, Doni muncul lalu menabrakkan dirinya mendorong tubuh Mark dengan kepalanya sampai jatuh ke dalam kolam renang.
Byuur...
Pak Herdi menghilang untuk segera sampai ke kamar Dita dan membangunkannya agar bisa menceritakan tentang Mark sesuai yang dilihatnya tadi.
Di dalam kolam renang, Doni bergumul dengan Mark dengan serunya. Kepala Doni terkena hantaman tangan Mark. Pria itu membenturkan kepala Doni kemudian di tepi kolam renang sampai membuatnya pingsan. Tiba-tiba tubuh Doni masuk ke dalam pusaran hitam yang membawanya menuju ke sebuah penglihatan tentang kematian Jerry.
***
Hari itu Mark datang ke rumah Om Kevin dengan alasan mengambil beberapa baju untuk dia bawa. Namun, ia melakukan ritual persis seperti tadi. Ia ingin membuat Anan mati agar tubuhnya berpindah untuk dia miliki. Lalu saat Dita menjadi janda, dia akan siap menggantikan posisi Anan.
Jerry meninggal karena dijadikan media tubuh baru oleh Mark. Doni yang sangat marah hendak menghajar Mark, namun ia tak bisa menyentuhnya.
***
Tubuh Doni ditemukan tergeletak tak sadarkan diri. Mark sudah kabur, pergi meninggalkan tubuh Doni saat Anan dan Dita berlari dari kamar mereka menuju kebun belakang.
Jerry dan Lily langsung menceritakan kejadian yang baru mereka lihat tadi mengenai Mark. Anan sudah mengepal tangannya dengan geram sambil berteriak kesal mengutuk Mark.
"Yanda... kepala Doni..."
Dita memangku kepala Doni yang mengucurkan darah segar di bagian belakang kepalanya.
******
Bersambung...
Mampir juga ke :
- 9 Lives (Jilid II - On Going)
- Diculik Cinta (On Going)
- With Ghost (END)
- Gue Bukan Player (END)
- Kakakku Cinta Pertamaku (END - Musim Kedua hiatus 😁)
Vie Love You All... 😘😘😘
__ADS_1