Pocong Tampan

Pocong Tampan
Pulang ke Rumah


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


****


"Hmmmm ya jelas aja merinding, tuh lihat aja samping kamu." ucap Dita.


"Halo ..." wajah pucat pasi dengan senyum menyeringai dan menyeramkan itu hadir di samping Tasya.


"Susi... waaahhh kamu kok bisa disini?" pekik Tasya sambil menepuk pipi Susi pelan.


"Aduh kebiasaan deh kulitnya ngikut ih jijik." sahut Tasya mengelap telapak tangannya di kursi pesawat.


"Hahaha kalian ini lucu banget, eh Susi kok kamu bisa ikutin kita, gak mau ikutin Jeff? emm ngomong-ngomong Jeff dimana ya sekarang?" tanya Dita ke Susi.


"Jeff menghilang, Brian aja nyariin Jeff kemana tau, dia hilang gitu aja." sahut Susi.


"Kamu jangan suka lagi ya sama Jeff dia itu jahat, dia yang udah buat kamu sama kawan-kawan kamu kecelakaan dia ngorbanin kalian buat istri gaibnya nyai Kawung, terus saya hampir aja jadi korban tapi atas di tolong sama ratu yang cantiknya kaya bidadari turun dari kayangan." ucap Tasya.


"Hah Lo yang bener kalau ngomong? jadi gara-gara Jeff gue sama temen-temen gue mati, wah gak bisa dibiarin nih." ucap Susi ingin bergegas pergi menemui Jeff.


"Kamu mau kemana? kan kamu bilang Jeff menghilang?" tanya Dita.


"Iya ya, kira-kira dia kemana ya?" tanya Susi sangat kesal.


"Pasti jadi pengabdi nyai Kawung dan gak di lepasin sukurin tuh." sahut Tasya.


"Terus kenapa kamu masih disini ya ngikutin kita kan harusnya dia udah tenang?" tanya Dita.


"Gue minta waktu buat jagain Tasya, boleh ya, jagain kak Dita juga." sahut Susi memeluk Tasya dari samping menempelkan wajahnya ke wajah Tasya.


"Aduh udah di bilang pipi kamu ini suka lepas kulitnya kan jijik kalau nempel di muka saya." sahut Tasya mencoba mendorong Susi.


"Hmmmm aku sih terserah Tasya." ucap Dita.


"Hmmmm ya udah deh itung-itung belajar berani menghadapi setan seperti dia." sahut Tasya.


"Setan enak aja bilang dong hantu cantik apa malaikat gitu atau bidadari juga boleh hihihi." Susi tertawa cekikikan menyeringai dengan kulit pipi mengelupas makin menyeramkan untuk di lihat.


"Yang kaya gini ngaku malaikat hiyyy." Tasya bergidik ngeri.

__ADS_1


***


Sesampainya Dita dan rombongan di rumah besar milik Anan mereka seperti biasa sudah disambut Bu Mey dan para pelayan lainnya.


"Bu Mey kangen." Dita memeluk Bu Mey.


"Sama ibu juga, ada kabar apa aja selama kalian di pulau?" tanya Bu Mey.


"Rumah sakit cabang baru akan dibuka yeaaayyy." sahut Tante Dewi.


"Terus ada kuyang juga Bu, ketemu pocong juga wah macem-macem deh Bu." sahut Doni.


"Nih hantunya masih nyangkut satu nih." gumam Tasya berbisik pada Doni.


Doni menoleh ke belakangnya dan tiba-tiba lututnya terasa gemetar ketakutan.


"Ada berita bahagia lainnya Bu, Tante Dewi akan menikah sama om Kevin." ucap Dita.


"Wah selamat ya nyonya dan tuan." Bu Mey memberi ucapan selamat dan memeluk keduanya.


"Buatku sih ada kabar yang lebih gembira lagi." ucap Anan membuat semua yang ada disitu menoleh kepadanya


Anan menarik tangan Dita dan merangkul bahunya.


"Aku sama Dita akan menjadi ayah dan bunda." sahut Anan mengelus perut Dita.


Di sudut sana Pak Herdi berdiri sambil bertepuk tangan.


"Saat anak kalian lahir ke dunia nanti dengan selamat, maka saat itu aku akan pamit Ta." ucap Pak Herdi dengan lirih.


***


"Kamar aku pulang aaahhhh senangnya kembali ke kamar kita Nan." ucap Dita.


"Ya bahagia dan nyaman rasanya rebahan di kasur kesayangan ini." Anan langsung melemparkan dirinya ke atas ranjang.


"Astagfirullah, Briana kamu masih disini?" Dita terkejut melihat sosok anak kecil di sudut kamarnya.


"Aku gak bisa pulang kak, hihihihi." sahut Briana.


"Hmmm ya udah situ dulu nanti di anterin pulang ke makam yang kemarin kan?" tanya Dita.


"Kalau ketemu mama bisa gak?" tanya Briana.


"Ya gak bisa bocil, kan kita gak tau mama kamu dimana." sahut Anan berdiri menghampiri Briana.


"Kok dilepas Ta kalung dari mami, kan kata mami gak boleh dilepas kata dia itu buat jagain kamu." ucap Anan saat melihat Dita menyimpan kalungnya di dalam kotak pemberian Ratu Kencana Ungu.

__ADS_1


"Briana takut, aku takut sama kalung kakak aaahhhh aku takut." Briana langsung berlari menembus dinding kamar Dita keluar ruangan.


"Lah kenapa lagi tuh bocil?" gumam Anan menatap Briana pergi.


"Kita istirahat dulu ya, nanti aku ceritakan semuanya kenapa aku harus melepas kalung ini." sahut Dita menepuk permukaan kasir di sampingnya.


"Katanya cape? masa masih bisa-bisanya kamu kasih kode buat ehm ehm." ucap Anan segera menghampiri Dita.


"Ampun dah Yandaku cintaku sayangku mesum banget nih otaknya langsung nyambung ke arah sana, maksud aku ayo istirahat dulu tidur di samping aku bukannya begituan." Dita menepuk jidatnya lalu merebahkan tubuhnya. Anan menyusul membaringkan tubuhnya di samping Dita.


Mereka terlelap karena lelah sehabis perjalanan dan kurangnya istirahat akibat kejadian di pulau.


***


Di teras belakang rumah, Tante Dewi berbicara empat mata dengan om Kevin.


"Setelah nanti kita menikah, apa kau mau menemani ku ke Jepang menemui kakakku mas Arjuna?" tanya Dewi.


"Kemanapun aku akan mengikuti kamu Dew, kalau perlu kita bulan madu di sana sekalian." sahut Kevin.


"Makasih mas, tapi ada hal yang aku harus segera tuntaskan ini tentang Anan dan Manan." ucap Tante Dewi membuat om Kevin makin tak mengerti dengan arah pembicaraan calon istrinya itu.


Tante Dewi menceritakan kejadian yang menimpa Anan sampai bisa masuk ke dalam tubuh Manan juga dugaan terhadap papi Anan yang mengorbankan kedua anaknya demi menuruti istri gaib papi Anan yang berada dalam lukisan.


"Semua itu di lakukan hanya karena harta?" tanya om Kevin.


"Ya, sangat disayangkan ya, makanya aku ingin sekali menuntut jawaban penjelasan dari kakakku." ucap Tante Dewi memandang langit dari teras belakang.


"Tuh kan bener, berati saya gak salah lihat waktu lihat pak bos jadi pocong Sus."


bisik Tasya pada Susi yang tak sengaja mendengar pembicaraan Tante Dewi dan om Kevin yang sedang mengobrol.


****


To be continued...


mohon maaf kalau ada typo.


Jangan lupa main juga ke cerita ku lainnya :


- Kakakku Cinta Pertamaku (End)


- 9 Lives (Ramaikan disana)


- Gue Bukan Player (Ramaikan juga disana)


Makasih ya Vie Love you all readers 😘❤️

__ADS_1


__ADS_2