Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Doni Bicara


__ADS_3

Dear pembaca tercinta yang selalu setia menunggu Pocong Tampan up... Vie mohon dong, mohon banget... jangan bosen buat VOTE ya... pokoknya vote vote vote...


Di like juga tiap babnya, terus komen, terus kasih vote deh...


Happy Reading...


******


Dita bertemu Mitha dan Doni di supermarket. Meskipun Doni berusaha menghindar, Dita segera memerintahkan Pak Herdi untuk menghadang Doni.


"Kamu kenapa sih menghindar gitu?" tanya Pak Herdi pada Doni di parkiran supermarket.


"Sa-saya..."


"Kamu menikah kan? sama dia?" Pak Herdi menunjuk ke arah Mitha. Doni hanya terdiam tak ada jawaban dari bibirnya


"Yang, kamu kok ninggalin aku sih?" tanya Mitha menyerahkan dua kantung belanjaan pada Doni.


"Iya maaf," sahut Doni agak kikuk.


"Oh iya aku lupa kan mau beli daging buat si Lee anaknya kak Shinta, sebentar ya aku ke dalam dulu," ucap Mitha tersenyum pada Dita dan Anan.


"Namanya sama ya Lee?" Dita mencoba memandangi Doni dengan seksama tapi laki-laki itu terus saja menghindar.


"Don... aku lagi ngomong sama kamu lho, masa kamu terus menghindar dari saya gitu?" tanya Dita


"Ummm... maaf kak tapi aku..."


"Don... Kalau kamu mau nangis terus peluk Dita nih siap-siap ku hantam. Mari sini peluk aku aja!" ucap Anan.


"Pak bos..." Doni langsung memeluk Anan dan menangis.


"Lah Doni... Dia cengeng juga," Dita menepuk punggung Doni berulang kali.


"Saya gak tau musti ngapain lagi, keluarga saya banyak hutang sama Mitha, hiks hiks... Terus saya di tumbalin buat di jadiin suami Mitha apalagi kak Shinta terus memaksa saya, setelah ia tahu tentang suaminya. Seorang dukun di kampung saya memaksa Om Item pergi dan akhirnya menghilang." Doni menjelaskan sambil terisak tak karuan seperti anak kecil yang kehilangan ibunya.


"Ya udah kalau emang Mitha udah jadi jodoh kamu, kamu harus hargai dia dan sayangi dia," ucap Anan mencoba bijak.


"Saya gak bisa pak, saya gak bisa lupain Tasya, tiap sama Mitha saya inget Tasya," sahut Doni.


"Berarti malam pertama inget Tasya dong?"


Celetuk Pak Herdi menggoda Doni yang langsung di pukul bahunya oleh Dita.


"Dih beneran sumpah, saya belum apa-apaan tuh Mitha, tiap dia samperin saya terus saya kabur apa tidur." Sahut Doni seraya menunjukkan dua jari tanda sumpahnya.


"Oh... masih perjaka dong Don, hahahaha..." Anan meledek Doni yang tawanya juga di sambut Pak Herdi.


Saat tersadar mereka tertawa bersama, Anan dan Pak Herdi langsung menghentikan tawa mereka.


"Lee, anak Shinta kakakmu itu, anaknya siapa Don?" tanya Dita.

__ADS_1


"Anak Lee om item kak, justru karena anak itu mau di ambil si dukun yang bilang si Lee junior itu anak ajaib makanya kak Shinta pindah ke sini, dia gak mau si Lee itu kenapa-kenapa," ucap Doni.


"Anak ajaib?" tanya Anan.


"Iyalah anak ajaib kan dia anaknya genderuwo," sahut Pak Herdi.


"Kasian juga ya Shinta kakak kamu itu, berarti dia itu berjuang melindungi anaknya sampai lari ke sini," ucap Dita.


Tak lama kemudian Mitha datang membawa dua kilo daging sapi segar di tangannya.


"Nih Don, heran aku mah ada ya anak balita umur enam bulan hobi banget makan daging rebus," gumam Mitha.


"Emang udah punya gigi?" tanya Dita.


"Ada kak dua gigi tapi kuat gitu makan daging, udah gitu ya masa waktu tu malah dagingnya masih mentah di kunyah di jilatin sama Lee, hiiyyy aneh tuh bocah." Mitha bergidik geli kala mengingat Lee memakan daging mentah.


"Bun, ayo ke dokter, si Anta biar di jemput sama Tasya." Anan masih sibuk menggaruk punggungnya saat mengajak Dita pergi.


Doni sempat menoleh pada Anan kala mendengar nama Tasya di sebut. Hatinya masih bergetar kala mendengar nama Tasya. Meskipun kini dia suami dari wanita lain yang tidak ia cintai, tapi hatinya masih untuk Tasya.


"Kita duluan ya, pamit dulu mau ke dokter," ucap Dita seraya pamit pada Mitha dan Doni.


"Don, tenang aja soal Tasya..."


"Pak Herdi mau bantu ngomong ke Tasya kan perihal yang menimpa saya, saya terpaksa pak nikahin Mitha," bisik Doni memotong ucapan Pak Herdi dengan semangatnya.


"Yeee denger dulu, soal Tasya mah tenang aja ada saya yang jagain."


Pocong tersebut langsung menghilang meninggalkan suara tawanya yang masih terdengar.


"Sayang... kamu ngomong sama siapa sih?" tanya Mitha.


"Enggak kok," ucap Doni seraya masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya menuju rumah.


***


Dita menemui seorang dokter kulit yang di rekomendasikan dokter Dewi bernama Smith.


"Gimana dok, kok bisa ya punggung suami saya keluar belatung seperti itu?" tanya Dita.


"Setelah saya periksa, memang ada belatung di bawah jaringan kulit suami anda," ucap dokter Smith.


"Lalu sebaiknya bagaimana dok?" tanya Dita.


"Tadi sudah cek darah kan?" tanya dokter lagi.


Dita mengangguk menjawab pertanyaan sang dokter.


"Sebentar saya minta hasil cek darahnya dulu ya." Dokter Smith lalu menghubungi suster dari pesawat telepon di ruang tersebut.


"Aduh gatel banget ini bunda..." Anan mengeluh sambil menggaruk lagi.

__ADS_1


"Ya sabar yanda, kamu harus kuat, apalagi besok kan pembukaan restoran kita," bisik Dita.


Tak lama kemudian masuklah seorang suster yang membawa hasil cek darah milik Anan.


"Hmmm karena tadi memang saya sudah menemukan belatung di punggung Tuan Anan, ternyata hasil lab darah milik Tuan Anan juga ditemukan sel darah putih yang meningkat dengan signifikan. Sel darah putih memang berfungsi melawan infeksi dan parasit. Jadi, Tuan Anan ini terkena parasit di dalam tubuhnya terutama di bagian punggung itu," ucap dokter tersebut menjelaskan seraya melihat hasil lab milik Anan.


"Lalu bagaimana dokter cara penyembuhannya?" tanya Dita.


"Saya sarankan ya sebaiknya Tuan Anan menjalani bedah minor segera." ucapnya.


"Baiklah silahkan dokter, saya udah gak tahan banget nih!" Anan menggerutu.


"Baiklah kalau begitu silahkan urus ke bagian administrasinya dan segera saya siapkan ruangan untuk operasi kecil di punggung Tuan itu," ucap sang dokter yang langsung di penuhi keinginannya oleh Dita dan Anan.


Dua jam pasca operasi tersebut, dokter pun akhirnya berhasil mengangkat 20 belatung hidup dan juga menggeliat-geliat dari bawah jaringan kulit milik Anan yang berada di punggungnya.


Dokter mengidentifikasi belatung itu sebagai belatung tumba terbang, tipe lalat hijau yang larvanya dikenal memakan jaringan hidup pada manusia.


"Tapi bagaimana caranya lalat tersebut dapat masuk ke tubuh Anan ya dok?" tanya Dita.


"Sebaiknya anda melakukan pembersihan hama di rumah maupun di tempat kerja milik kalian. Saya khawatir larva tersebut juga bisa berada di tubuh anda maupun keluarga lainnya," ucap Dokter Smith.


"Baiklah dokter, terima kasih sebelumnya atas bantuannya," ucap Dita dan Anan bergantian seraya menjabat tangan Dokter tersebut.


Karena kondisi Anan stabil, maka dia sudah di diperbolehkan untuk pulang. Beberapa obat untuk di minum serta obat berbentuk cream untuk di oles sudah di resepkan oleh dokter Smith sebelum Dita dan Anan pulang.


"Kok aku curiga ya yanda, apa jangan-jangan parasit di kulit ratu Sanca yang nempel di kamu?" tanya Dita saat berada di mobil menuju pulang, kali ini dia yang menyetir menggantikan Anan.


"Entahlah bun, kamu juga harus hati-hati juga apalagi Anta yang kemarin lebih deket sama ular itu," sahut Anan.


"Nanti aku ngomong baik-baik deh supaya ratu Sanca mau mandi bersihin badan hehehe," ucap Dita.


"Mau mandiin pakai apaan?" tanya Anan.


"Nanti aku cari caranya kalau ular itu biasanya mandinya gimana hihihi," Dita tertawa cekikikan.


******


Masih bersambung ya guys...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.


"


- WITH GHOST (UP)


- Kakakku Cinta Pertamaku


season 1 END


- 9 Lives (END)

__ADS_1


- Gue Bukan Player (END)


Vie Love You All 😘😘😘


__ADS_2