Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Menikah


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...


Happy Reading 😊😊😊


******


Ponsel Hyena berbunyi saat ia ingin masuk ke dalam kamar mandi di kamarnya.


"Halo bu ini laporan dari kami," layar ponsel itu berubah sudut pandang. Kini tampak suasana rumah toko milik Dita yang terbakar terpampang di layar ponsel Hyena.


Hyena menatap layar ponselnya, video mengenai rumah toko milik Dita yang terbakar sampai di tangannya secara langsung. Tangkapan layar secara video itu tersiar langsung di ponsel Hyena yang di rekam dari seberang rumah toko Dita.


"Hmmmm kalau aku tak bisa mendapatkan Anan, maka siapapun tidak boleh mendapatkannya termasuk kamu Dita, satu langkah dua tiga pulau terlampaui," ucap Hyena lalu tertawa dengan senangnya.


Hyena masuk ke kamar mandinya dan merebahkan dirinya sambil bersenandung dalam bath tub berisikan kelopak bunga mawar dengan lilin aroma terapi di empat sudut ruangan.


***


Dita mendorong Tasya dengan kekuatannya sampai terjatuh ke kasur busa yang sudah di siapkan di bawah. Dita juga melempar tas ransel yang sudah dia isi dengan surat berharga dan sejumlah uang dari brangkas mininya. Tak lama kemudian mobil pemadam kebakaran tiba disana.


"Semua minggir...!" kepala komandan pemadam kebakaran memberikan perintah.


"Kamu duluan ya bunda, nanti aku nyusul," ucap Anan.


"Enggak mau, aku gak mau kehilangan kamu lagi, kamu kan suka bohong bilang mau nyusul taunya menghilang, aku gak mau pisah sama kamu pokoknya!" pinta Dita sambil menangis.


"Iya udah jangan nangis, jangan nangis ya cup cup uhuk uhuk," Anan mulai terbatuk-batuk karena menghisap asap kebakaran.


"Yanda bertahan ya, tuh tangganya sampai, kita turun bareng," ucap Dita berusaha membopong Anan.


Pak Herdi membantu Dita memapah Anan menuju tangga mobil pemadam kebakaran yang di julurkan ke jendela tersebut.


Mobil ambulance yang datang bersamaan dengan mobil pemadam kebakaran, suster yang turun dari mobil itu langsung menyelimuti Anan dan Dita. Anan di beri bantuan oksigen agar dapat bernafas dengan lega.


Andri menyerahkan Anta pada Dita yang langsung memeluk bunda nya itu. Andri juga memeluk Anan dan sangat bersyukur mengetahui kalau semua nya selamat.


"Syukurlah kalian selamat," ibunya Andri memeluk Dita dari samping.


"Kenapa bisa sampai terjadi kebakaran sih?" tanya Andri.


"Gue juga gak tau, tiba-tiba pas Dita bangunin gue, lantai bawah itu udah banyak api," sahut Anan.


"Itu kejadiannya kenapa Ta?" tanya Andri kini menoleh pada Dita.


"Aku juga gak tahu, cuma hantu Maria yang di cermin itu ngebangunin aku, cerminnya jatuh pecah, terus tau-tau ada kepulan asap deh," sahut Dita.


"Entar dulu, hantu di cermin? gue gak ngerti nih," ucap Andri dengan heran.


"Nanti gue jelasin, elu bantu gue minta rekaman cctv yang mengarah ke toko Dita, gue cerita ini kebakaran di buat, ada yang sengaja membakar ruko Dita," ucap Anan.


"Oke nanti Gue minta sebelum polisi juga cari rekamannya," Andri menepuk bahu Anan.


***

__ADS_1


Tante Dewi datang menghampiri Dita beserta Om Kevin dan Doni. Dita dan yang lainnya berada di apartemen Anan untuk sementara ini. Doni yang melihat Tasya langsung memeluknya.


"Kangen banget sama kamu Sya," ucap Doni.


"Eh maaf pak kevin kok peluk saya sih," Tasya mendorong tubuh Pak Kevin yang di naungi Doni.


"Aku Doni Sya, aku doni," Doni menunjuk dirinya sendiri sementara Tasya makin mundur ketakutan.


Plak...


"Aduh sakit bu..." Doni meringis mengusap pipinya.


"Udah di bilang kamu tuh lagi ada di badan suami saya, jadi jangan keganjenan sama Tasya, paham?!" ucap Tante Dewi.


"Ya maaf bu, saya lupa maaf ya Sya," ucap Doni.


"Om Doni ayo main kuda-kudaan sama Anta, om gendong Anta keliling sini," ucap Anta menarik tangan om Kevin yang ada di tubuh Doni.


"Kamu ikutin tuh Anta sama mas Kevin," ucap Tante Dewi memberi perintah pada Doni yang langsung menurut. Doni melirik ke arah Tasya sekilas yang masih keheranan.


"Jadi gimana ini Ta, kamu masih tetep mau tinggal di sini?" tanya Tante Dewi.


"Kita pindah ke tempat yang lebih besar tante, untungnya uang, perhiasan dan kartu atm pak Herdi masih bisa di selamatkan, buat beli barang-barang lagi," ucap Dita.


"Untungnya juga asuransi tuh ruko udah di buatin sama om Kevin, ummm tinggal di apartemen tante aja di lantai atas sepertinya kosong deh cuma, penghuninya bunuh diri minum racun serangga di tinggal suaminya," ucap Tante Dewi.


"Nanti kalau gentayangan jadi horor dong tante?" sahut Anan.


"Ya udah deh, gak apa kan aku juga bisa deket sama tante," sahut Dita.


"Aku gimana Nan? kan kalian akan menikah pasti tinggal bersama lalu aku?" tanya Andri pada Anan.


"Kamu tetep tinggal di sini sama ibu, aku udah bayar sewa apartemen ini selama tiga bulan, nanti aku perpanjang lagi sewanya, lalu kita buat lagi kedai burger di depan apartemen, kita sewa stand di sana, " ucap Anan menepuk bahu Andri.


"Kalian mau menikah? bukannya kalian udah nikah?" tanya Tante Dewi heran.


"Anan belum pulih ingatannya, tapi dia udah jatuh cinta sama aku lagi, hebat kan aku bisa buat Anan dua kali klepek-klepek hihihi, dia maunya nikahin aku lagi biar ngerasa enak aja di hati dia, udah ikutin aja," bisik Dita.


"Hmmm emang dasarnya dia bucin kamu mah ya tetep aja bucin," Tante Dewi mencubit pipi Dita.


"Eh katanya mau ke kuil tempat air mancur yang bisa mengembalikan pertukaran jiwa itu?" tanya Dita.


"Jadi dong, besok kita pergi lumayan jauh sih sekalian aja kamu bulan madu lagi hehehe," sahut Tante Dewi.


"Wah cakep tuh, ok deh kalau gitu sekarang kita ke apartemen mau lihat kondisi di sana gimana," ajak Dita.


"Bisa gak ke kantor catatan sipil dulu, kita nikah dulu ?" tanya Anan.


"Hahahaha tuh kan bucin, ya udah ayo, gimana kalau kita semua ke salon langganan tante yang ada di sini kita sewa baju buat seragaman?" tanya Tante Dewi penuh antusias.


"Setuju ide bagus, apalagi di bayarin hehehe," celetuk Dita.


"Hmmm... ya udah lah anggap aja hadiah pernikahan kalian lagi, yuk!"

__ADS_1


"Andri sama ibu boleh ikut kan tante?" tanya Anan.


"Oh tentu, boleh dong tapi kita sewa taxi online lagi ya, mobil tante gak muat buat nampung semuanya." ucap Tante Dewi.


***


Setelah semuanya memakai pakaian seragam yang sama dan menuju kantor catatan sipil di kota, Anan dan Dita melangsungkan pernikahan sederhana mereka. Gaun biru selutut tanpa lengan membuat Dita tampak cantik dan serasi dengan stelan jas pada tubuh Anan.


Mereka memutuskan untuk makan bersama di sebuah restoran dengan aneka masakan ayam yang terkenal di kota Greenleaf bagian dari negara Gingseng. Semuanya sibuk bergembira hari itu. Mereka makan bersama, berfoto bersama dan bergembira bersama. Dita dan Anan lupa dengan kejadian semalam yang hampir saja merenggut nyawa mereka dalam kebakaran semalam.


"Aku mau ke toilet dulu ya bu?" Anan berbisik pada Dita.


"Iya," sahut Dita.


Saat berada di toilet Pria, Anan bertemu dengan para penjaga Tuan Ming yang ada di ruangan toilet yang sama dengan Anan.


"Ah rese nih, tuan Ming pasti ada di sini," gumam Anan.


Anan berusaha menghindari tatapan para penjaga namun seseorang berhasil memanggilnya.


Anan terpaksa menoleh, dia tau betul suara siapa dan tentu saja Tuan Ming yang baru saja memanggilnya.


"Wah kamu rapih sekali hari ini, apa kamu sedang ja janjian makan dengan Hyena ya?" tanya Tuan Ming.


"Bukan Tuan, saya tidak sedang bersama Hyena, saya bersama..."


"Bersama siapa? keluargamu? coba perkenalkan pada saya, dua tahun ini kan saya tak pernah bertemu keluargamu."


"Saya bersama istri dan anak saya," ucap Anan.


Plak...


Tamparan keras mendarat di pipi kanan Anan tercetak jelas tanda kemarahan di sana.


"Kamu sudah punya anak dan istri tapi mendekati anak saya? kurang ajar kamu!" Tuan Ming menarik kerah jas Anan dan mendorongnya sampai jatuh. Penjaga tuan Ming turun tangan dan memukuli Anan. Tadinya Anan tak berani melawan tuan Ming tapi kalau di pukuli penjaga menyebalkan seperti ini Anan tak bisa tinggal diam, Anan membalas mereka.


"Bunda, kita samperin yanda, hati Anta sakit mikirin yanda," Anta menarik tangan Dita.


******


Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.


- WITH GHOST


-          Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)


-          9 Lives (END)


-          Gue Bukan Player


Vie Love You All 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2